
"Ehem seperti ada yang harus kamu ceritakan dengan semua suara yang aku dengar tadi?" tanya Alex dengan suara mengintimidasi.
"Bos kayak gak tahu aja."
"Oh okelah, gue paham. Lagian gue kesini juga gak mau nanyain lu yang VCS."
"Sialan."
"Buat apa lu kesini? Kayak gak biasanya gitu," ucap Tian kembali ke kursinya. Memang bawahan gak ngaklak ya gini, sama bos juga seenaknya.
Alex berdecih kesal dengan Tian yang seenak jidat seperti ini. Padahal ini kantornya tapi dia yang seperti bos.
Tapi Alex tak ada waktu, ia mulai menceritakan apa yang selama ini ia rasakan. Bahkan Alex tak malu mengakui jika miliknya bereaksi saat bersama Nadin saja, padahal Melida tak kalah seksi apalagi Cindy. Tapi yang membuat ia ingin hanyalah Nadin.
"Mungkin itu tandanya punya bos mau punya milik Nadin doang. Dan dalam artian lain, bos harus menjadikan Nadin milik bos. Tentu Bos gak akan lupa jika Nadin itu seorang sugar baby. Jika bisa gak ikat Nadin dalam suatu hubungan bisa saja dia berpaling ke laki laki lain yang lebih kayak dan lebih tampan dari bos."
Ucapan Tian memang ada benarnya, ia tak bisa terus terusan seperti ini. Tapi apa benar jika ia secepat ini mencintai seorang perempuan. Mengingat ia tak pernah dekat dengan perempuan manapun bahkan banyak uang mengejar dia tapi tak ada satupun yang membuat hatinya sreg.
"Itu sih saran saya," ucap Tian kembali pada kerjaannya. Ia sudah cukup puas dengan apa yang baru saja ia lakukan tadi.
****
Jika di kantor, Alex bingung dengan dirinya sendiri. Bingung apakah ia cinta atau tidak kepada Nadin tapi kan ia memang sudah menyukai Nadin sejak pertama bertemu. Entahlah biarlah mengalir seperti air.
Tina yang sudah kembali ke kelas itu langsung ditodong pertanyaan oleh Nadin.
"Darimana aja lu, kok lama banget?" tanya Nadin pada Tina.
"Calon suami gue minta jatah," jawabnya dengan berbisik.
Nadin yang mendengar itu langsung menggeleng. Ia tak percaya jika Tian akan se mesum itu terhadap Tina dan Tina mau maunya gadis itu dibodohi oleh Tian.
"Dasar bodoh lu."
"Emang gue bodoh. Bodoh karena cinta gue," jawab Tina yang sepertinya sudah sedikit konset setelah tunangan dengan Tian yang rada rada.
Ting
Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Tina, Tina yang terganggu itu mencoba untuk mematikan saja layar ponsel itu. Tapi ia lagi lagi membengong melihat notifikasi itu ternyata dari bank miliknya.
__ADS_1
Ada kiriman uang sebesar 20 juta masuk begitu saja ke rekeningnya. Hal itu membuat Tina bergirang senang. Tapi ia tak tahu uang itu dari siapa.
"Kenapa lu?" tanya Nadin yang ada disebelah Tina.
Tina yang mendengar itu langsung menunjukkan ponselnya. Nadin yang melihat itu langsung paham jika yang bisa memberikan uang seperti itu hanyalah partner partner mereka saja. Tapi kalau ini sepertinya Nadin tahu siapa.
"Dari Tian tuh pasti," ucap Nadin pada Tina.
"Kok lu tahu?"
"Ya yang mau aja di minta jatah kan cuma dia. Lah makanya lu tanya ke dia. Dan jangan lupa makasih. Nanti lu harus traktir gue kalau memang yang kirim ini Tian," ucap Nadin yang dianggukkan oleh Tina.
"Kan untuk seminggu ini jajan lu gue yang tanggung Nad. Gimana sih lu," ujar Tina mengirimkan pesan pada Tian.
Anda
Kamu kirim uang ke aku 20 juta ya?
Sayang
Iya buat jajan kamu dan juga makasih buat yang tadi.
Anda
Sayang
Masih calon, Tina. Anggap saja aku ini partner kamu. Tapi statusnya lebih ya, kamu gak boleh terima laki laki lain lagi.
Anda
Iya sayang. Kok jadi posesif gini sih? Padahal kita baru tunangan kemarin loh.
Sayang
Rasanya udah lama aja aku kenal kamu.
Anda
Iya deh. Pokoknya makasih banyak ya.
__ADS_1
Sayang
Iya, kamu masih ada kelas kan. Aku juga mau kerja lagi buat bekal kita nikah nanti.
Anda
Oke semangat kerjanya ayang😘
Sayang
Mulai berani ya kamu pake kirim emot cium segala.
Anda
Biar semangat kerjanya
Sayang
Makasih sweetie
Anda
Sama sama
"Gimana Tin?" tanya Nadin setelah mencatat apa yang di ucapkan sang dosen.
"Bener yang ngisi Tian."
"Nah Tian tuh sebelas dua belas sama Alex, gak tanggung tanggung kalau keluar duit."
"Bisa kaya cepet nih kita."
Nadin hanya tersenyum mendengar hal itu dari Tina. Ia berharap Alex bisa sama seperti Tian yang melamar pujaan hatinya.
*****
*****"
*"**"""
__ADS_1