
Alex menatap sang istri yang sedang menarik nafasnya itu. Padahal ini hanya sekedar pemanasan bahkan Nadin belum sampai pelepasannya.
"Kamu siap dibawa melayang hmm?" tanya Alex dengan senyum manisnya.
"Aku sudah siap sejak bangun tadi karena mau hari ini atau pun nanti saat kita honeymoon," jawab Nadin dengan senyum.
Alex yang mendengar itu tentu saja sangat senang, ia bagaikan mendapat sebuah hadiah besar pagi ini. Bahkan jam saja masih menunjukkan pukul setengah 5 pagi.
Kemudian Alex mencium bibir Nadin lagi dengan sangat lembut hingga Nadin terbuai dengan apa yang dilakukan sang suami.
"Ahh sayang."
Alex semakin gencar menciumi tubuh Nadin hingga sampai perut rata itu. Ia lepaskan baju dinas itu hingga terlihatlah tubuh ****s milik sang istri.
"Aku ingin berkenalan dulu ya."
"Emmhhh."
Alex turun ke sangkar itu dan mulai menatap penuh ga**** sangkar yang ditumbuhi bulu bulu hitam itu. Kemudian ia masukkan satu jarinya ke dalam sangkar hal itu cukup membuat Nadin berteriak sakit. Walau hanya satu tapi jari Alex itu besar daripada jarinya.
"Ahhh ouhhh sayang."
"Yahh kenapa hmm? Nikmat?"
"Iya."
Nadin memejamkan matanya sedangkan Alex mempercepat gerakan jarinya hingga membuat sesuatu yang tak biasa ada dalam tubuh Nadin keluar.
"Ahh aku keluar sayang."
"Keluarkan saja aku sangat menantikan hal itu," ucap Alex menerimanya.
"Ahhh."
Alex tersenyum melihat itu, aroma wangi dari tubuh Nadin membuat ia kembali membuat ia semakin bersemangat untuk menggoda sang istri.
__ADS_1
"Kenalan dulu hmm," ucap Alex menarik tangan Nadin agar menyentuh pedangnya.
"Seperti biasa."
Mereka melakukan aktivitas itu dengan hati terbuka, tidak ada keterpaksaan dalam tubuh keduanya hingga akhirnya Alex tak tahan lagi ingin memasukkan pedang itu ke dalam sangkar.
Alex kembali meletakkan tubuh istrinya di kasur dan mulai mengecup kening sang istri dengan lembut.
"Boleh aku mengambilnya sayang?" tanya Alex dan dianggukkan oleh Nadin.
"Apapun yang terjadi nanti kamu harus menahannya hmm. Aku tak akan bisa berhenti, kalau aku sakit kamu bisa gigit pundak atau tanganku hmm," ucap Alex dan lagi lagi dianggukkan oleh Nadin.
"Aku mulai ya," ucap Alex dan dianggukkan oleh Nadin.
Nadin terlalu malu untuk berkata kata, ia pertama kali ingin dimasuki seperti ini.
Alex mulai mengarahkan pedang kebanggaannya yang sudah berdiri tegak itu ke dalam sangkar yang ia yakini masih sangat sempit itu.
"Shitt susah sekali," batin Alex saat merasakan sulit pertahanan Nadin.
Sedangkan Nadin yang merasa sesuatu yang sangat menyakitkan untuk pertama kalinya itu hanya bisa menggigit bibir bawahnya.
Alex tentu tak akan membiarkan bibir sang istri terluka, hingga Alex merelakan tangannya untuk digigit Nadin.
Dengan sedikit paksaan, sedikit pedang itu masuk bersamaan dengan Nadin yang menangis dan menggigit tangan Alex.
"Ssstt sudah jangan nangis, sakitnya cuma bentar kok."
"Sakit hiks hiks."
"Aku tak bisa mundur sayang, aku janji setelah ini kamu juga akan menikmatinya," ucap Alex dengan senyum manisnya. Kemudian ia mengecup kening dan bibir Nadin.
"Hmm lanjutkan aja."
Alex mengangguk dan mulai memasukkan lagi lebih dalam pedang kebanggaannya dalam sangkar Nadin hingga.
__ADS_1
Jleb
"AKHHH sakit hiks."
"Ahh ini nikmat sekali."
Keduanya saling tatap dengan Nadin yang sudah berderai air mata. Alex mendiamkan pedang itu agar terbiasa dengan sangkar sang istri.
"Maaf ya. Aku janji ini akan sangat nikmat sayang."
Nadin mengangguk dan membalas kecupan Alex tadi. Alex yang mendapat respon itu langsung menggerakkan tubuhnya dan betapa bahagia Alex saat melihat darah yang ada di pedangnya itu.
Nadin tak bohong selama ini, Nadin masih sangat suci walau pekerjaannya yang bisa dibilang tidak benar.
Semakin bersemangat lagi Alex untuk mencapai kepuasan dirinya bersama sang istri.
Sedangkan Nadin yang merasakan diterbangkan ke atas awan itu hanya bisa mende**** saja.
"Ahhh ahhh sayang ahh ayanggg ahh."
"Ahh uhh kamu sangat nikmat sayang."
"Ahh ahh uhh."
Keduanya saling bersautan karena merasakan kenikmatan yang tidak terhingga itu hingga sampai di puncaknya.
"Ahhh."
Alex melepaskan pasukan kecebong dari pedang kebanggaannya itu ke sangkar Nadin yang sangat hangat.
Sedangkan Nadin yang merasa rahimnya hangat dan penuh itu langsung tersenyum dan memeluk tubuh sang suami.
"Terima kasih sayang."
"Sama sama sayang."
__ADS_1
*****
Hujan hujan gini enaknya kan emang begini yak!!