Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Menjadi Milik Alex


__ADS_3

Pagi pagi sekali Alex harus disuguhkan dengan Nadin yang sudah melepas b**ernya dan lihatlah bagaimana tangan Nadin bermain main disana.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Alex yang cukup kaget dengan apa yang dilakukan Nadin.


"Bantuin Kakak, tadi pas aku bangun dia udah nusuk nusuk sih," jawab Nadin dengan polosnya.


"Argghhh Nadin kamu memang sangat nakal," ujar Alex yang tak kuasa menahan rasa nik**t di dalam di tubuhnya.


Alex tak menyangka jika Nadin akan seagresif ini, bahkan tak pernah terpikirkan jika Nadin akan seberani ini.


"Ahhh."


Suara Alex yang seperti itu membuat Nadin langsung bersemangat memainkan sesuatu disana.


"Nad, gunakan bibirmu," ucap Alex yang membuat Nadin bingung.


Bagaimana caranya menggunakan bibir, benda sebesar ini dan mulutnya yang sangat mungil ini pasti tidak akan m**t.


"Bagaimana?"


"Ji**t seperti permen, baby. Kamu pasti akan menikmatinya," jawab Alex yang membuat Nadin ingin memulai hal baru ini.


Setalah berberapa menit Nadin memakai bibirnya untuk mem*****n Alex akhirnya Alex sampai pada puncaknya.


"Ahhh."


Nadin langsung menjauhkan tubuhnya dari sana agar tidak terkena semburan itu walau akhirnya ia mendapat sedikit cairan itu.


"Bagaimana milikku?" tanya Alex menarik tangan Nadin yang terdapat sedikit cairan miliknya.


"Besar dan aku belum pernah mendapat yang seperti milik kakak."


Alex yang mendapat jawaban jujur dari Nadin itu hanya tersenyum. Ia tak memungkiri jika miliknya memang besar. Ia bangga akan hal ini.


"Kak aku gerah. Hari ini ada jam kuliah jam 8 jadi aku gak bisa disini terus," ucap Nadin yang ingin keluar dari dekapan Alex yang sebenarnya membuat Nadin nyaman.


"Ini masih jam 5, masih ada banyak waktu untuk kita berdua."


"Aku tak punya baju disini. Masa aku pakai baju tipis ini?" tanya Nadin yang tak mau berada di sana. Karena detak jantungnya sangat tidak baik baik saja.

__ADS_1


"Aku sudah meminta pelayan untuk membawakan dress untukmu. Jadi pagi ini adalah milik kita."


Deg deg deg....


Sepertinya Nadin harus cepat ke dokter hari ini, ia tak bisa terus terusan menahan detak jantung yang abnormal seperti ini.


"Karena lagi ini kamu sudah berani menggodaku dengan tanganmu ini, maka aku juga harus meminta sedikit jatah laguku," ujar Alex mengelus punggung Nadin yang sangat mulus.


"Kan gak ada s***!!"


"Aku tak mengingkan itu tapi ini."


Akhirnya Nadin paham dan ia mulai pasrah akan apa yang akan di lakukan Alex padanya.


****


Setelah selesai pada kegiatan mereka di kamar itu, keduanya memutuskan untuk mandi bersama. Walau Alex harus mati Matian menahan dirinya karena melihat tubuh Nadin yang sangat menggoda imannya.


Kenapa mereka memutuskan untuk mandi bersama? Karena jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Tadi saat Alex transformasi menjadi bayi, tanpa sadar Nadin tertidur dengan nyamannya.


"Kakak mandi jangan lihat aku aja," ucap Nadin membalikkan tubuhnya saat melihat Alex yang menatapnya.


"Kak.."


"Aku suka, padahal ini adalah pertama buat kita."


Ucapan Alex membuat jantung Nadin lagi lagi berdetak tak biasa dan kali ini Alex merasakannya. Ia merasakan detak jantung Nadin yang hampir sama dengannya.


Tangannya mengambil sabun cair yang ada di tangan Nadin kemudian mengusap tubuh itu dengan lembut. Tubuh Nadin sangat halus jika seperti ini membuat Alex sangat gemas.


Sedangkan Nadin yang merasa tangan kekar itu mulai mengusap kulitnya itu hanya diam dan menikmatinya.


Nadin berbalik dan mengambil sabun cair yang di letakkan Alex tadi. Kemudian ia mengyabuni tubuh kekar itu dengan rata.


Alex melihat Nadin yang sedang menyabuni dirinya itu malah salah fokus pada tubuh Nadin yang bergerak bebas disana.


"Dasar laki laki, belum juga apa apa udah bangun aja."


Alex yang mendengar itu tak terima, tapi mau bagaimana lagi memang itu ke kenyataannya. Setelah selesai mandi Alex menyuruh Nadin untuk keluar dulu sedangkan dia masih ada urusan di kamar mandi.

__ADS_1


Kalian tahu lah apa yang akan di lakukan Alex, hingga membuat Nadin mengangguk saja kemudian keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono miliknya.


Tak sampai 15 menit, Alex keluar dari kamar mandi dan melihat Nadin sudah berpakaian rapi dengan apa yang ia pesan tadi malam.


"Kemeja kakak ada disana."


"Terima kasih."


Yah, Nadin menyiapkan kemeja yang berada di satu paper bag dengan dressnya.


Bahkan yang membuat Nadin malu tadi kenapa ada CD dan bra yang pas dengan dirinya apa Alex tahu ukuran CD dan bra miliknya.


Setalah selesai berpakaian mereka berdua keluar dari hotel itu dengan senyum canggung. Alex mengajak Nadin untuk ke restoran dulu sebelum ke kampus. Karena hari ini Alex juga akan mengajar di kelas Nadin.


"Kak jangan bilang siapa siapa ya, kalau kita pernah bermalam di hotel berdua. Aku tak mau menjadi bullyan anak anak di kampus. Apalagi kakak adalah dosen yang sudah menjadi idola mereka," ucap Nadin pada Alex. Gadis yang sudah cantik itu nampak menatap melas Alex.


"Boleh saja tapi kamu harus terus menjadi sugar babyku. Kamu tidak boleh menerima tawaran dari laki laki lain selain aku. Paham."


"Mana bisa gitu? Aku dapat uang dari pekerjaan ini, kak."


Alex mengeluarkan sebuah kartu dan memberikan kepada Nadin.


"Di dalam sini ada 50 juta, aku akan menambahnya setiap Minggu untuk keperluanmu sehari hari. Dan aku akan menambah lebih saat aku membutuhkanmu. Kamu tak perlu menjadi sugar baby untuk laki laki lain. Kamu hanya milikku!!"


"Aku milikmu? Itu sama saja aku menjadi ja***g pribadimu kak."


Sebenarnya Nadin tak terima tapi malah bagaimana lagi, dengan cara ini ia akan mendapatkan uang tanpa harus bekerja seperti ini.


"Bukan bi**h baby tapi wanita, kamu tidak serendah itu untuk disebut ja***g."


Nadin mengangguk dengan senyum, ia pikir dengan bersama Alex ia bisa lebih baik. Lagipula uang kuliah sudah ia bayar. Jadi ia bisa tenang.


****


****


****


Wah Alex diam diam sudah menyiapkan segalanya nih.

__ADS_1


__ADS_2