
Dengan posisi yang sangat in**m itu, Alex bagaikan bayi yang sudah tak mendapat susu berhari hari. Laki laki itu nampak sangat menikmati apa yang saat ini ia lakukan.
"Asshh kak udah ahh."
"Emm."
Alex menulikan pendengarannya, ia masih saja enggan menghentikan aktivitasnya. Membuat Nadin hanya bisa menerima seraya mengelus rambut Alex yang sangat lebat itu. Ia bisa menikmati rasa geli itu bahkan Nadin ingin berbuat lebih tapi ia masih waras untuk hal itu.
Setelah lebih dari 20 menit Alex menyusu pada Nadin, laki laki mulai melepaskan benda nikmat itu.
"Aiss merah kan, kakak sih," cemberut Nadin melihat dadanya yang memerah. Apalagi ada bekas cu*an* di area dada itu.
"Bagus kok malahan, nikmat lagi. Aku kayaknya bakal jadi langganan susu asli ini." Tangan Alex itu meremat pelan dada itu.
"Ahhh kakak udah, nanti kakak malah pengen lagi," ujar Nadin memakai kembali bra berwarna biru itu.
"Daritadi juga udah pengen gara gara kamu. Tapi its oke, dengan dada kamu aja udah cukup," jawab Alex mengecup pelan bibir Nadin yang sudah tak ada lagi bekas lipstik.
Nadin bangun dari duduknya, dan menaikan kembali dress yang sudah turun tadi.
Nadin mengambil alat make up yang ada di dalam tasnya dan mulai berhias diri lagi.
"Kamu udah cantik walau gak pake lipstik itu," ucap Alex merapikan pakaiannya dan juga mengambil buku yang akan ia bawa.
"Aku tahu aku cantik, tapi kalau bibir aku pucat gini orang orang bakal ngira aku sakit atau kenapa napa," jawab Nadin tanpa menoleh ke arah Alex. Nadin memakai lipstik berwarna peach itu di bibir indahnya.
Cups
__ADS_1
"Jangan tebel tebel, saya gak suka," titah Alex mencium bibir Nadin hingga lipstik itu transfer ke bibir Alex.
"Dih, gak tebel kak. Nih tipis tapi hilang lagi gara gara kakak."
Nadin kembali mengoleskan lipstik itu ke bibirnya. Hingga ia sudah kembali fresh seperti semula, Alexpun sama.
"Nih bawa ke ruang kelas," ucap Alex memberikan buku yang tadi ia bawa pada Nadin.
"Kok aku."
"Biar kiranya kamu bantuin saya dari sini," jawab Alex dengan senyum.
"Oke."
Mereka keluar dari ruangan itu menuju kelas Nadin. Alex hari ini memang hanya mengajar kelas Nadin. Jadi tak heran kenapa tadi ia datang ke sini.
"Kevin."
"Nanti pulang bareng aja."
"Oke."
Mereka kembali diam hingga akhirnya sampai di dalam kelas. Semua amat mahasiswa dan mahasiswi menatap penuh minat pada dua orang yang masuk ke kelas mereka ini.
"Terima kasih Nadin," ucap Alex menerima buku yang tadi dibawa Nadin.
"Sama sama pak," jawab Nadin kembali ke bangkunya yang ada di depan.
__ADS_1
"Selamat pagi anak anak."
"Selamat pagi Pak Alex," jawab mereka dengan semangat tapi yang semangat hanya kaum Adam saja sedangkan yang laki laki hanya menjawab seadanya.
Karena bagi mereka Alex adalah saingan baru mereka, saingan karena banyak mahasiswi yang mengidolakan Alex dan melupakan jika di kampus itu juga banyak mahasiswa laki laki yang tak kalah tampan. Walau tampan mereka masih di bawah Alex.
Pelajaran Alex dimulai, seperti biasa para mahasiswi tidak banyak yang memperhatikan penjelasan Alex. Mereka malah memperhatikan wajah Alex yang sangat tampan dan hal itu di akui oleh Nadin sendiri.
"Tugas kalian ada di halaman 56, Minggu depan di kumpulan. Siapa yang tidak mengumpulkan tugas tepat waktu akan saya turunkan nilainya walau kalian mengumpulkan di hari setelahnya," ucap Alex dengan tegas.
Bukan Alex tak tahu jika para mahasiswi itu mengamati dan memperhatikan wajahnya bukan apa yang ia terangkan. Tapi Alex hanya cuek saja, bahkan yang Alex inginkan adalah Nadin yang menatap wajah tampannya saat menerangkan materi tapi nyatanya apa? Nadin malah fokus pada layar LCD yang ada di sampingnya seraya mencatat poin poin yang penting.
Sungguh wanita yang unik. Tadi saja Nadin berani menggodanya tapi sekarang apa ? Gadis itu malah tidak menatap dia sama sekali.
Setelah pelajaran selesai, Nadin langsung membereskan alat tulisnya dan bersiap untuk pulang.
"Lu sama Pak Alex kan?"
" Iya, kenapa?"
"Gue gak bisa bareng lu soalnya. Sama Ayang gue," jawab Tina dan dianggukkan oleh Nadin.
"Iya tahu. Gue mah gampang."
Keduanya keluar dari ruangan itu dan menunggu ditempat biasa.
*****
__ADS_1