
Benar kata orang mereka hari ini menjadi raja dan ratu dalam sehari. Terbukti dari banyaknya tamu yang hadir membuat Nadin dan Alex lelah.
Jika tahu begini mereka akan menggelar pernikahan sederhana saja daripada seperti ini. Alex juga tak mau sampai malam pertamanya gagal gara gara kelelahan.
"Kamu lelah sayang?" tanya Alex pada Nadin yang tampak lelah. Apalagi gaun yang dipakai Nadin kali ini sedikit berat dan besar.
"Kakiku perih."
Alex langsung melihat kaki sang istri yang lecet karena memakai high heels. Alex langsung meminta salah satu bodyguard untuk mengambil sendal agar kekasihnya eh ralat istrinya ini nyaman.
"Apa tidak apa apa aku pakai sandal?" tanya Nadin dan dianggukkan oleh Alex.
"Aku gak mau kaki kamu patah cuma gara gara sepatu sialan ini."
"Terima kasih."
"Sudah berapa kali kamu mengucapkan terima kasih hmm?" tanya Alex yang mengajak istrinya duduk. Mereka sedari tadi berdiri saja sambil menyalami para tamu undangan.
"Gak tahu lupa."
Hingga tiba saatnya Tina dan Tian mengucapkan selama pada kedua sahabat mereka. Mereka selalu mendoakan hal hal yang baik pada mereka berdua karena Nadin dan Alex sama sama baik pada mereka.
"Eh beib, jangan lupa kalau mau malam pertama nanti kasih tahu gue gimana rasanya biar gue bisa langsung praktek sama ayang," bisik Tina yang membuat Nadin malu setengah mati.
"Sana pergi lu cuma buat gue takut aja."
Tina tertawa dan mengajak calon suaminya turun dari sana. Sedangkan Nadin yang masih memerah itu membuat Alex gemas.
"Kenapa sih?" tanya Alex mencium pipi Nadin dengan lembut.
__ADS_1
"Gak apa apa."
****
Tak terasa sudah pukul 7 malam, Nadin dan Alex sudah sangat lelah dengan semua tamu yang terus terus berdatangan.
Mama Andini yang tak tega melihat keadaan sang putra dan menantunya itu menyuruh Alex membawa Nadin ke kamar dan istirahat.
"Mah memangnya gak apa apa kalau kita pamit dulu? Ini masih banyak loh mah," tanya Nadin yang tak enak dengan apa yang diucapkan sang mertua.
"Gak apa apa sayang, oh ya jangan lupa bikin cucu yang gemes gemes buat Kuta ya."
"Mama."
Alex yang tahu istrinya malu itu hanya tertawa pelan. Nadin memang sangat menggemaskan dan juga kini ia bisa merasakan kemanjaan Nadin padanya juga.
"Sayang aku gendong aja ya."
"Gak usah lagipula ini sudah hampir sampai di lift kok."
Alex mengalah dan membiarkan Nadin berjalan sendiri walaupun sedikit pelan. Tapi sebelum itu, Alex memerintahkan salah satu pelayan untuk mengantarkan makan malam ke alamat mereka. Karena hari ini mereka sampai melewatkan makan siang dan makan malam mereka. Apalagi tadi pagi mereka hanya makan sedikit.
Sampainya di kamar, Nadin dan Alex langsung menghempaskan tubuh mereka di kasur empuk penuh dengan bunga bunga itu.
"Sayang aku capek," ucap Nadin yang memberi kode untuk malam pertamanya diundur sajanya.
"Aku juga, andai aku tahu menikah akan semelelahkan ini. Mungkin aku akan menggelar pesta pernikahan kecil saja agar tidak terlalu lelah seperti ini."
"Hmm. Kita ganti baju dan langsung tidur aja yuk. Malam pertamanya di ganti besok aja ya, bukan aku menolak kamu sentuh tapi aku benar benar capek."
__ADS_1
Cups.
"Iya sayang aku juga tahu lagipula aku juga ingin langsung tidur saja malam ini."
"Setelah makan malam."
Keduanya kini berjalan menuju kamar mandi dan mengganti pakaian masing masing tanpa ada ritual mandi. Sedangkan Nadin langsung menghapus make up-nya sendiri sedangkan Alex langsung keluar kamar mandi dan mengambil makanan yang sudah datang.
Tak lama Nadin keluar dari kamar mandi dengan wajah lelahnya langsung duduk di samping suaminya.
"Makan dulu ya habis itu kita tidur."
"Iya."
Keduanya makan dalam satu piring yang sama, Alex juga dengan pengertian mulai mengelus pipi sang istri. Mata Nadin juga sudah redup seperti kehilangan daya.
"Sedikit lagi ya habis itu kamu tidur."
"Hmm."
Akhirnya makan malam mereka selesai itupun mereka hanya menghabiskan satu porsi sedangkan porsi satu ya masih penuh dengan makanan.
Nadin yang sudah selesai makan dan minum itu langsung membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu begitupun dengan Alex. Rasanya punggung sang kakinya sangat lemah untuk sekedar digerakkan.
Benar saja tak sampai 3 menit, mereka langsung terlelap dengan posisi saling memeluk.
*******
Memang semelelahkan itu ya?
__ADS_1