
Alex menarikan bajunya dan melihat Nadin yang hanya tertawa pelan saja.
"Awas aja kamu," batin Alex membalikkan badannya dan menatap siapa yang mengganggunya saat ia sedang enak mencium Nadin.
"Sabar," bisik Nadin yang menatap wajah tampan Alex dari bawah.
"Hmm."
Alex menatap wanita yang ada di depannya ini membawa paper bag yang Alex sendiri tak tahu apa isinya.
"Permisi pak Alex, maaf sebelumnya tapi Pak Alex belum makan siang kan? Ini saya bawa makan siang buat bapak."
Suara wanita yang Nadin sangat kenal siapa itu, yah itu suara milik Rena. Siapa lagi dosen genit yang menggoda Alex jika bukan dirinya. Entahlah nanti masih ada atau malah tambah yang menggoda Alex.
"Saya sudah makan."
"Ohh tapi ini bisa kok pak buat makan sore nanti," kekeuh Rena yang tak mau makanannya di tolak oleh Alex.
"Bawa keluar saja, saya bisa beli sendiri."
"Tapi pak, ada yang harus kita bahas juga sebelum bapak usir saya," ucap Rena yang menyerahkan map biru pada Alex.
Nadin sendiri juga tahu Alex memegang map. Tapi ia tak tahu apa isinya.
Nadin tak ingin tahu juga, ia malah berbuat ingin menggoda Alex yang sedang fokus membaca apa isi map itu.
Tangannya terulur untuk menyentuh dan mengelus paha Alex. Alex yang merasakan tangan nakal itu langsung menatap Nadin yang menatapnya seakan meminta Nadin untuk menghentikannya. Tapi Nadin tak mengindahkan apa yang diperintahkan Alex dalam tatapan tajam itu.
"Jadi bagaimana Pak Alex, apa kita harus pergi atau saya ikut Pak Alex saja?" tanya Rena yang membuat Nadin geram karena nada bicara Rena seperti seorang wanita menggoda suami orang.
__ADS_1
Tanpa sadar Nadin menggenggam benda yang bersembunyi dibalik celana itu.
"Akhlhhh."
Rena kaget kenapa Alex tiba tiba men*esah seperti itu. Kemudian Rena mendekat tapi langsung di tahan oleh Alex.
"Kenapa pak, ada apa?" tanya Rena dengan panik.
"Tanganku keram sedikit, tapi tak apa. Kamu boleh pergi, aku akan memutuskan nanti dan bicara pada rektor," jawab Alex mengusir Rena karena ia ingin memberikan pelajaran kecil pada Nadin yang sudah seenaknya meremat benda berharga miliknya.
"Tapi pak."
"Keluar!!!"
Tak mau membuat Alex tambah marah, Rena langsung pergi dari ruangan itu dan menutupi pintu ruangan itu.
Sedangkan Alex malah menatap tajam Nadin yang masih berada di kolong meja itu. Senyum tak bersalah itu tampak di bibir pinknya.
"Kesel sama Bu Rena," jawab Nadin bangun dari kolong meja.
"Kamu cemburu?" tanya Alex yang dijawab gelengan oleh Nadin.
"Enggak cemburu cuma gak suka aja sama tingkah Bu Rena," jawab Nadin yang masih mencoba melepaskan genggaman tangan Alex.
Alex yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, ia menarik Nadin agar duduk dipangkuannya.
Nadin yang sudah berada dipangkuan Alex itu hanya diam, kenapa suasananya jadi tak enak seperti ini.
"Kak, aku baru ingat kalau aku harus masuk kelas," gugup Nadin yang merasa jika Alex akan menerkamnya saat ini.
__ADS_1
Alex memicingkan matanya dan melihat jam di tangannya. Dan kemudian ia tersenyum tipis.
"Masih lama, lagian aku yang mengajar kamu setelah ini. Jadi tidak perlu khawatir kamu akan telat," jawab Alex membuka pengait baju Nadin.
"Kakak mau ngapain?" tanya Nadin. Ia takut jika Alex berbuat lebih padanya, kan ia belum siap secara lahir dan batin apalagi Alex bukan kekasih ataupun suaminya.
"Memberi kamu hukuman, karena sudah memegang bahkan menggoda aset berhargaku. Jadi kamu harus dihukum agar tidak nakal lagi," jawabnya dengan santai menurunkan lengan dress itu hingga terlihatlah bra berwarna biru milik Nadin.
"Sepertinya aku sudah pas memilihkan pakaian da**mmu," ucap Alex menatap penuh minat sesuatu yang tersembunyi dibalik lain busa itu.
"Kak."
"Sstt aku ingin memberi kamu hukuman Baby," ucap Alex mencium bibir Nadin dengan lembut. Tangan nakalnya kini beralih melepaskan pengait bra milik Nadin hingga terpampang indah sesuatu yang sedari tadi ingin ia lihat.
Alex yang sudah terbakar ga**ah itu menurunkan ciumannya dan kini berakhir di leher dan terakhir di dada indah gadis itu.
"Ahhh kak."
"Hmm."
Nadin tak bisa lagi berkata kata, jika dulu ia yang memanjakan para laki laki kini ia malah dimanjakan dengan lidah laki laki yang ada di depannya ini.
"Hanya ini tak lebih," ucap Alex mer**as dada itu hingga membuat Nadin mengangguk.
*****
*****
*****
__ADS_1
Lanjut part 2🤣