Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Rumah Camer


__ADS_3

Setalah Alex membelikan martabak untuk kekasihnya. Mereka terlebih dahulu menuju ke sebuah salon ternama di kota itu. Walaupun sudah ditolak oleh Nadin tapi yang namanya Alex itu harus mengupayakan hal terperfect untuk kekasihnya.


Akhirnya keduanya akhirnya sampai di salon, Alex langsung membawa Nadin masuk ke dalam salon.


Disana Nadin mulai di dandani sangat cantik oleh seorang MUA salon itu. Karena pada dasarnya Nadin itu sudah cantik dari sananya. Jadi mereka tak perlu terlalu banyak menambah bedak ke wajah Nadin.


Alex yang sedang menunggu Nadin selesai make up itu, terus saja di teror Mamanya agar cepat membawa calon menantunya pulang ke rumah.


"Tuan Alex, lihatlah hasil kerjaku. Jangan lupa nanti bonusnya ya Tuan," ucap MUA itu menggandeng tangan Nadin yang sudah disulap lagi menjadi bidadari hatinya Alex.


Alex yang sedang fokus pada ponselnya itu langsung mengangkat kepalanya dan terpesona melihat kekasihnya yang sangat cantik itu. Bahkan ia tak bisa lagi mengkondisikan kakinya agar tidak mendekat ke arah Nadin.


"Sayang kamu sangat cantik," puji Alex menarik pinggang Nadin. Nadin yang dipuji oleh Alex itu hanya tersenyum, kemudian ia mengalungkan tangannya di leher Alex.


"Apa aku sudah cukup pantas menjadi istri kamu?" tanya Nadin dengan tatapan mesranya.


"Sangat, ayo pergi. Mama sudah meneror aku untuk cepat pulang dan tentu saja membawa calon menantunya ini," ajak Alex dan dianggukkan oleh Nadin.

__ADS_1


"Bonusmu nanti aku kirim," ucap Alex pada MUA itu.


"Oke."


Alex membawa Nadin masuk lagi ke dalam mobil, dengan penuh perhatian Alex membukakan pintu mobil itu dengan senyum manisnya menyuruh Nadin masuk.


"Terima kasih," ucap Nadin dan dianggukkan oleh Alex.


Alex juga masuk ke dalam mobil itu dan menjalankan mobilnya menuju rumah utamanya. Sedangkan Nadin diam di tempat duduknya dan memegang dadanya yang sangat berdetak kencang.


"Dadanya kenapa sayang?" tanya Alex.


Alex yang mendengar itu hanya tersenyum kemudian ia memegang tangan Nadin kemudian mengelusnya pelan.


"Percaya sama aku, Mama dan Papa itu orang yang baik. Mereka pasti akan menyukai kamu dan merestui hubungan kita ini," jawab Alex mengecup punggung tangan Nadin.


Nadin yang mendapat jawaban yang cukup membuat ia tenang itu langsung mengangguk. Walau tak dapat ia pungkiri jika jantungnya juga berdebar saat ini entah karena takut atau senang.

__ADS_1


Perjalanan mereka cukup memakan waktu, hingga akhirnya mereka sampai di rumah besar milik orangtua Alex yang nanti juga akan menjadi milik Alex karena Alex adalah anak tunggal.


Nadin yang melihat rumah besar ini kagum tapi juga terkejut. Ternyata pacarnya ini sangat kaya, selain dosen dan pengusaha ternyata Alex memang sangat kaya.


Sekarang ia harus senang atau tidak jika seperti ini. Bahkan Nadin tak lagi bisa berkata kata jika seperti ini. Ia merasa renda diri kalau lihat rumah ini.


Mereka kini berbeda, bagaikan Alex langit sedangkan ia adalah bumi. Sangat jauh perbedaannya.


"Sayang kemana bengong lagi sih?" tanya Alex pada Nadin yang hanya menggeleng.


"Ayo keluar, Mama dan Papa juga sudah menunggu kita di dalam," ajak Alex.


Mereka turun dari mobil itu dan berjalan menuju rumah besar itu. Kemudian Alex menekan Bel rumah utama itu.


Tak lama pintu rumah di buka dan menampakkan seorang wanita cantik yang memakai dres marun.


"Masih ingat jalan pulang rupanya."

__ADS_1


******


Haduh gimana nih kira kira Nadin direstui apa tidak ya??


__ADS_2