
Rate 21++
Tak terasa hari sudah mulai pagi, Nadin yang terbangun terlebih dahulu karena suara ponselnya sudah menyuruhnya untuk bangun.
Nadin melihat laki laki yang sudah resmi menjadi suaminya itu tidur dengan memeluk tubuhnya yang sintal. Apalagi tangan nakal Alex kini berada di dalam kaos yang ia pakai.
"Dasar, lagi tidur tetap aja kayak gini," gumam Nadin menatap suaminya dengan lembut.
Ia tak menyangka jika dosennya yang menjadi idola anak-anak di kampus kini sudah resmi menjadi suaminya. Jika ditanya apakah Nadin bahagia, jawabannya adalah sangat sangat bahagia.
"Emm kasihan yang belum dapat malam pertama," ucap Nadin mengelus rambut sang suami.
Akhirnya dengan pelan Nadin turun dari kasur menuju koper yang mereka bawa. Kemudian ia mengambil baju yang memang sudah ia siapkan sejak kemarin.
"Aku akan memberikan hal berharga yang tak akan pernah kamu lupakan sayang. Aku janji itu," ucap Nadin membawa baju itu ke kamar mandi.
Nadin melakukan ritual mandinya dengan sangat telaten, bahkan ia sampai menggosok berulang kali lipatan yang ada ditubuhnya.
Setalah selesai mandi, Nadin mengeringkan badannya dan mulai memakai baju dinas itu. Nadin sendiri cukup mengagumi tubuhnya yang sangat indah di cermin itu.
Tak lama kemudian ia keluar dari kamar mandi menuju meja rias yang sudah ada berberapa alat make up disana.
__ADS_1
Rencananya mereka memang akan menginap 5 hari di hotel itu kemudian pulang dan berangkat honeymoon ke Maldives, Maladewa.
Nadin memakai bedak tipis kemudian memakai lipstik berwarna merah tak lupa ia menyemprotkan parfum yang sangat menggoda itu ke tubuhnya apalagi ke area bawah.
"Sempurna, sekarang kita lihat bagaimana reaksi suami kamu," gumam Nadin menatap sang suami yang sedang terlelap dengan memeluk guling berwarna putih itu.
Langkah kakinya kini sudah berjalan ke arah Alex, dengan sekali gerakan Nadin melepas celana pendek Alex itu.
"Sayang bangun," ucap Nadin pada Alex. Suaranya yang sangat lembut membuat Alex makin nyenyak tidurnya.
Nadin yang tak mendapat respon dari Alex itu membuat Nadin nekat naik ke atas kasur dan mengelus dada sang suami.
"Mau bangun atau enggak sih hmm?" tanya Nadin terus mengukir sesuatu di atas dada itu dengan jarinya.
"Sayang kamu."
Lagi lagi ia harus terkejut karena melihat dirinya sudah tak memakai celana yang ia pakai tadi malam. Dan Alex tahu siapa yang membuat ia seperti ini.
"Ayo ML."
Kata itu membuat Alex lagi lagi harus terkejut dengan apa yang diucapkan Nadin.
__ADS_1
"Sayang kamu serius tentang semua ini hmm?" tanya Alex pada Nadin. Tangannya terulur untuk mengelus rambut panjang Nadin.
"Heem, aku ingin membuktikan jika aku hanya memberikan kesucianku pada suamiku yaitu kamu," jawab Nadin dengan berani tapi asal kalian tahu Nadin saat ini sangat dag dig dug.
"Kamu sangat cantik dengan baju ini sayang, sering sering ya kamu pakai baju begini," ucap Alex mengelus baju yang menerawang itu.
"Asalkan kamu senang."
Alex yang tak tahan lagi dengan bibir merah merona itu langsung mencium bibir Nadin dengan sangat lembut. Walau ia sangat ber""""u tapi Alex masih ingat jika Nadin tak suka dengan laki laki yang bermain kasar.
"Ahhh ayang."
Suara itu keluar saat tangan Alex berada di antara dua bukit kembar milik Nadin.
Nadin memejamkan matanya sata merasakan tangan nakal Alex kemana mana. Tapi ia juga menikmatinya.
"Ahh uhhh sayang ahh ini nikmat."
Padahal hanya tangan yang berselancar di antara bukit kembar itu dengan sesekali melu*** bibir Nadin.
"Aku suka suaramu sayang."
__ADS_1
******
Tahan tahan udah 500 kata lebih lanjut part 2