Nadin Si Sugar Baby

Nadin Si Sugar Baby
Ruangan Alex


__ADS_3

"Kantin yuk, Nad," ajak Kevin pada Nadin yang sedang bermain ponsel.


"Gak deh, gue udah jajan tadi," jawab Nadin menolak ajakan Kevin.


Kevin yang sudah berulang kali ditolak oleh Nadin itu hanya bisa menghela nafas. Ingin sekali ia dekat dengan Nadin tapi gadis itu seakan membentengi diri dari lawan jenisnya.


" Ya sudah gue ke kantin dulu ya. Kalau lu mau apa apa, DM gue aja," ucap Kevin mengajak teman temannya ke kantin.


Yah, Kevin adalah salah satu most wanted yang seluruh Universitas itu tahu. Kevin menyukai Nadin, sejak Nadin pertama kuliah di sana. Kevin sudah berulang kali menembak Nadin tapi jawaban Nadin tetap sama 'Kita temenan aja ya' bukannya Nadin sombong tapi Nadin tak mau hanya dipermainkan.


"Seapp."


Kini hanya tinggal Nadin saja di dalam kelas. Jam selanjutnya masih 1 jam lagi hingga membuat anak anak memilih untuk keluar dari kelas. Daripada hanya berdiam diri di kelas. Hingga kini hanya ada Nadin saja, capek dan ngantuk membuat Nadin ingin tidur.


Kak Alex


Dimana?


"Gak ada kerjaan banget, jam segini ngecat aku," ucap Nadin tapi tak bisa dipungkiri jika Nadin senang karena chat dari Alex.


Anda


Kelas kak, aku gak mood buat keluar. Ngantuk.


Kak Alex


Udah makan?


Anda


Masih kenyang, aku mau tidur.


Setelah menjawab itu Nadin langsung tidur dengan ponsel yang masih online. Hingga membuat Alex terus mengirimkan chat pada Nadin.


Kak Alex

__ADS_1


Ke ruangan aku ya, aku tunggu.


Jangan lama ya sayang.


Eh sayang. Ah gak apa apalah karena sejak semalam kamu sudah menjadi milikku.


Kenapa gak jawab kamu udah tidur?


Nadin baby kenapa kamu gak balas pesan aku.


Sedangkan Nadin sendiri sudah terlelap di bangkunya dengan tangan yang menjadi tumpuan ia tidur.


****


Alex yang saat ini berada di ruangannya itu menjadi kesal karena sudah 20 menitan ia menunggu Nadin tapi tak kunjung datang.


"Apa sebegitu gak maunya kamu ketemu sama aku?" tanya Alex menatap foto profil Nadin.


"Apa dia tidur ya?" tanya Alex lagi.


Akhirnya dengan segala pertimbangan Alex keluar dari ruangannya menuju kelas Nadin yang berada di lantai dua.


"Pantesan gak balas chat aku."


Laki laki itu mengangkat tubuh Nadin itu tak lupa mengambil tas Nadin dan juga ponsel milik Nadin yang terbuka.


Untung di luar tadi sedikit sepi jadi tak akan membuat geger anak anak seantero kampus. Alex memilih lift agar cepat sampai ke ruangannya yang berada di lantai 4.


Hingga sampailah mereka di ruangan Alex, Alex masuk dan membaringkan Nadin di sofa ruangan itu.


"Eughh."


Alex yang melihat Nadin menggeliat itu langsung mengelus rambut Nadin agar tetap terlelap. Jujur ia tak tega dengan Nadin yang seperti ini. Alex tahu tadi malam Nadin tidak terlalu bisa tidur apalagi tadi pagi mereka begituan walau tak begitu. Gimana sih bingung gue bahh. Ya pokoknya gitu.


Cups cups cups

__ADS_1


"Sudah tidur lagi aja, nanti aku izinkan hmm."


Seakan tahu ada yang menjaga Nadin malam memeluk lengan Alex sebagai gulingnya kemudian kembali meneruskan mimpinya.


Alex yang melihat tangannya dipeluk erat oleh Nadin itu menghela nafasnya kemudian ia ikut duduk di sofa itu. Tangan satunya di peluk Nadin sedangkan yang satu ia gunakan untuk mengelus rambut Nadin.


Entah kenapa Alex tak bisa kasar jika melihat Nadin seperti ini. Katakanlah Alex adalah laki laki yang bimbang dengan keputusannya sendiri tapi ia hanya menuruti apa kata hatinya saja.


Kemarin ia hanya ingin mengenal sedikit saja tentang Nadin tapi semakin kesini ia menjadi tertarik dengan gadis bernama Nadin Tamara ini.


****


"Euhhh."


Nadin terbangun dengan posisi ia memeluk tubuh seseorang yang ada di sampingnya. Nadin sedikit terkejut saat melihat ada tangan yang memeluk pinggangnya.


Ia menatap sekitar yang ternyata ada disebuah ruangan yang sebenarnya belum pernah Nadin lihat. Tapi saat melihat siapa yang ada di hadapannya ia jadi tahu ruangan siapa ini.


"Kak Alex?" gumamnya melihat Alex.


Alex terlelap dengan posisi menyamping, karena sofa itu sebenarnya hanya muat untuk satu orang saja tapi melihat Nadin yang tak mau melepaskan tangannya tadi membuat ia mau tak mau ikut berbaring di sofa itu.


Yang membuat Nadin bingung kenapa ia bisa ada di ruangan Alex? Padahal tadi ia masih tertidur di kelas. Apa tadi Alex yang mengangkatnya ke ruangan ini. Tapi kenapa Alex tahu kalau ia sedang tidur.


Dan ini sudah jam 1 siang. Jadi ia sudah tidur selama 2 jam? Astaga segitu lama tapi ia tak bangun. Apa ia terlalu nyenyak?


Sejenak ia mengagumi wajah Alex yang sangat tampan bagi Nadin. Sebelumnya ia hanya mendapat laki laki yang berwajah tampan saja bukan sangat tampan. Tapi sejak ia menolong Tuan dan Alex saat itu membuat Nadin tahu jika di dunia masih ada yang manusia sangat tampan seperti Alex misalnya.


"Kenapa kakak sangat tampan sih? Gimana kalau Nadin baper sama kakak?" tanya Nadin menyentuh hidung mancung Alex.


"Ya tinggal bilang aja kalau aku baper sama kakak, gitu aja kok bingung," jawab Abi membuka matanya yang sangat berat. Tapi saat merasakan ada hari yang menyentuh hidungnya.


Deg


***

__ADS_1


***


***


__ADS_2