Negeri Para Pahlawan [Novel ini pindah ke wattpad dengan judul The Liberator]

Negeri Para Pahlawan [Novel ini pindah ke wattpad dengan judul The Liberator]
Ch. 1 - [Prolog] Gelora Pejuang


__ADS_3

Kalian pasti tahu apa itu peperangan, bahkan di antara kalian pasti ada yang sangat memahami makna darinya. Kalian pasti tahu apa itu kesengsaraan, bahkan di antara kalian pasti banyak yang mengalaminya. Kalian juga sudah pasti mengetahui apa itu kelaparan, bahkan diantara kalian banyak yang sedang merasakannya.


Pada setiap peradaban manusia pasti ada sebuah peperangan, ada sebuah kesengsaraan, dan ada sebuah kelaparan. Manusia berusaha menghindari mereka semua, manusia selalu mencari solusi untuk memusnahkannya. Tapi apakah manusia berhasil?  Tidak, manusia hanya berhasil menguranginya bukan menghilangkannya.


Ketika satu golongan manusia berhasil keluar dari semua itu, kebanyakan dari mereka akan menghilang. Mereka lepas tangan dari tanggung jawab untuk membantu saudaranya. Betapa kejamnya mereka, betapa kecilnya hati mereka.


Parahnya lagi golongan manusia ini seperti berada di atas semua orang. Mereka mengatur semua golongan masyarakat untuk tunduk kepada aturan mereka. Mereka mengatakan akan mengurus semua permasalahan manusia, baik itu yang kecil maupun yang besar.


Namun praktek di lapangan berbeda dengan janji manis yang dikatakan. Mereka seperti memiliki kekuasaan mutlak atas segala-galanya. Membuat mereka seakan menjadi dewa bagi manusia. Siapapun yang tidak menurut akan dihancurkan, itulah moto mereka.


Merekalah para penguasa. Pembunuh berdasi yang bisa berjalan bebas di udara lepas. Mereka mengatakan semua manusia sama, tapi hati kecilnya yakin merekalah golongan terkuat. Mereka mengatakan Hak Asasi Manusia, tapi perbuatannya telah merenggut hak jutaan manusia. Mereka mengatakan kesejahteraan rakyat, tapi kehidupan mereka glamor penuh harta.


Itu adalah realita ketika dunia masih belum diberkati oleh kekuatan Yang Maha Kuasa. Setelah kekuatan itu turun banyak perubahan yang terjadi di dunia. Kekuatan itu telah mengubah gaya hidup masyarakat luas. Tapi kekuatan itu tidak ubahnya seperti menambah garam dalam lautan bagi para panguasa zalim.

__ADS_1


Kekuatan yang seharusnya digunakan untuk kedamaian malah di salah gunakan untuk perebutan kekuasaan. Kekuatan yang seharusnya digunakan untuk menyejahterakan malah digunakan untuk perebutan kepemilikan lautan.


Rakyat yang geram akhirnya mulai berontak. Mereka menginginkan suatu keadilan bagi umat manusia. Mereka menginginkan kekuatan yang bisa memberikan kedamaian. Tapi apadaya, rakyat hanyalah seekor semut di mata para penguasa.


Para penguasa malah memilih tidak peduli dan berpindah ke sebuah tempat yang jauh. Mereka membangun kehidupan di tempat itu, membawa anak dan sanak saudara. Namun, mereka tidak sepenuhnya lepas tangan akan kekuasaan yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.


Para penguasa yang sudah berpindah juga meninggalkan boneka-boneka kepercayaan mereka di tempat asal. Memerintahkan agar boneka-boneka itu mengurus semua urusan dan memberikan hasilnya kepada para tuannya. Mereka juga menyebut dirinya sendiri sebagai manusia langit, manusia yang mendapatkan berkah dari Tuhan.


Rakyat hidup dalam kedamaian palsu. Kehidupan mereka sudah diatur oleh para boneka. Rakyat sudah kehilangan taringnya. Hal ini terjadi selama ribuan tahun, membuat keturunannya yakin mereka adalah manusia yang bebas.


Namun, manusia adalah hewan yang cerdas. Mereka bukan monyet yang akan menuruti apa kata perutnya. Mereka bukan domba yang akan mengikuti kemana arah pengembalanya. Mereka juga bukan ikan yang tidak peduli dia hidup di dalam akuarium atau di dalam lautan. Mereka adalah makhluk dengan segudang peradaban dan pengalaman.


Disaat manusia larut dalam kepalsuan, seorang anak datang membawa kebenaran. Dia memberikan sebuah cahaya yang menyinari dunia abu-abu. Dia jugalah yang membentuk kekuatan untuk menantang para penguasa. Membuat para penguasa berdecak kesal tidak karuan.

__ADS_1


Aku akan menceritakan kisah tentang anak ini. Kisah paling heroik yang pernah aku dengar. Kisah yang akan membuatmu mengobarkan api perjuangan. Kisah seorang anak yang menghancurkan kekuasaan para boneka penguasa zalim.


Dia yang berdiri bersama dua bilah pedang. Dia yang berjalan memimpin ribuan orang. Dia yang terbang menembus udara malam. Dia yang menggetarkan alam semesta dengan hentakan kakinya. Bahkan dialah yang menghancurkan semua batasan umat manusia.


Dialah sang pahlawan yang sesungguhnya. Musuh para umat manusia yang menjadi domba gembala penguasa dunia paralel.


_____________


Terima kasih karena sudah membaca novel ini walaupun masih ada kekurangan dalam novel ini. Saya sangat mengharapkan kehadiran kalian lagi di bab-bab berikutnya. Saya juga sangat mengharapkan kritk dan saran untuk lebih mengembangkan novel ini menjadi lebih baik, jadi silahkan bubuhkan kritik kalian di kolom komentar.


Terima Kasih


____________

__ADS_1


__ADS_2