![Negeri Para Pahlawan [Novel ini pindah ke wattpad dengan judul The Liberator]](https://asset.asean.biz.id/negeri-para-pahlawan--novel-ini-pindah-ke-wattpad-dengan-judul-the-liberator-.webp)
Kepala stasiun dan beberapa petugas berjalan ke arah tangga yang sudah tertutup reruntuhan diikuti oleh rombongan Eter di belakangnya. Semua wajah menunjukan optimisme yang tinggi akan suatu keberhasilan setelah beberapa jam hanya menemukan jalan buntu. Walaupun demikian mereka semua masih tidak percaya sang pemilik otak dalam rencana kali ini adalah seorang anak berumur 7 tahun.
Tidak terkecuali Noah, sejak Eter mejelaskan tentang rencananya dia masih belum bisa menerima kenyataan Eter memiliki pemikiran yang lebih matang dari sebelum mereka bertemu. ‘Ternyata Eter sudah berkembang lebih cepat dari yang aku bayangkan,’ batin Noah dalam hati.
“Eter, bagaimana kau bisa tahu tingkat kekuatan aldefosku ada di tingkat tinggi orang biasa?” Noah bertanya penuh rasa keheranan.
Tingkatan kekuatan aldefos sendiri terdiri dari tingkat orang biasa, tingkat menengah atau bisa disebut sebagai tingkat ahli dasar, lalu ada tingkat ahli, setelahnya ada tingkat spesial, tingkat super spesial.
Beberapa orang bahkan ada yang bisa mencapai tingkat yang lebih tinggi dari super spesial yaitu tingkat dunia, tingkat surya dan tingkat nirwana. Dalam legenda dikabarkan ada satu orang yang pernah menembus tingkat yang lebih tinggi dari tingkat nirwana yaitu tingkat dewa.
Tingkat orang biasa dibagi menjadi 2 yaitu tingkat pemula, tingkat rendah, dan tingkat tinggi orang biasa. Pada umumnya tingkat pemula akan didapatkan oleh anak-anak usia sekolah menengah pertama sedangkan tingkat rendah dan tinggi orang biasa akan di dapatkan oleh remaja setelah lulus dari sekolah menengah atas umum atau orang yang hanya menggunakan aldefos untuk keperluan sehari-hari.
Orang-orang yang berada di tingkat ahli dasar sampai tingkat dewa disebut dengan Aefis atau orang-orang yang menggunakan aldefos untuk pertarungan. Untuk tingkat ahli dasar sampai tingkat ahli dibagi menjadi beberapa rank yaitu rank A, B, C, D, E. Tingkat ahli dasar terdiri dari rank D sampai F dengan F merupakan rank terkecil ahli dasar. Sedangkan untuk rank A sampai C masuk ke dalam tingkat ahli dengan A rank paling tinggi.
Tingkat ahli dasar biasanya akan di dapatkan oleh para siswa dari akademi yang khusus membentuk pasukan militer dan untuk tingkat ahli akan didapatkan setelah mengalami pertarungan-pertarungan sulit. Lain halnya dengan tingkat spesial dan super spesial, tingkat spesial memiliki rank S dan rank SS. Sedangkan tingkat super spesial memiliki rank SSS, SSSS, dan SSSS+ atau sering di sebut rank 3S, 4S, dan rank 4S+.
Tingkat Dunia, Surya, Nirwana, dan tingkat Dewa sampai sekarang hanya masuk ke dalam cerita dari para leluhur tapi ada beberapa orang yang percaya akan tingkatan ini. Walaupun di era sekarang belum terlihat orang-orang yang bisa mencapainya.
Eter tersenyum canggung saat Noah bertanya kepadanya perihal tingkatan kekuatan aldefos miliknya.
“Kau tau Noah, aku selalu penasaran dengan berbagai hal. Beberapa waktu yang lalu kakek ku memberikan sebuah buku yang berisi segala pertanyaanku tentang kekuatan aldefos.” Eter mejawab sembari mengeluarkan buku dari ransel warna biru tuanya.
Noah langsung membuka buku yang dikeluarkan oleh Eter dan dia menemukan beberapa informasi yang bahkan tidak diketahui oleh para bangsawan. Matanya langsung terbuka lebar saat membaca buku itu sekilas dan langsung menutupnya. Noah masih belum bisa mempelajarinya sekarang karena ada hal yang harus mereka lakukan di sisi lain dia yakin dirinya tidak akan mampu membaca buku kuno seperti itu sendiri.
“Dunia ini memang sangat luas.” Gumam Noah lirih.
“Ya... kau benar Noah.”
__ADS_1
Tanpa Noah dan Eter sadari, mata mereka sudah berair teringat akan kejadian yang menimpa mereka beberapa saat lalu. Melihat begitu banyak mayat dengan bagian tubuhnya sudah tidak lengkap dan mendengar ratusan teriakan keputusasaan. Mental kedua anak itu sebenarnya sudah terkuras habis, tapi mereka harus bisa menahannya karena ada yang harus mereka perjuangkan.
Ibu Eter dan Kepala Stasiun yang berada sekitar sepuluh meter dari Eter dan Noah diam-diam memperhatikan mereka. ‘Andai ini tidak terjadi mungkin kami berdua sudah membuat kue yang lezat sore ini,’ batin ibu Eter sebelum pundaknya di sentuh oleh kepala stasiun.
“Mereka akan menjadi seorang pemuda yang kelak bisa membanggakan kedua orang tuanya. Aku juga berharap mereka bisa memimpin umat manusia untuk melawan manusia langit.” Kepala stasiun itu tersenyum penuh makna ke ibu Eter.
“Ya, semoga itu bisa terjadi. Walaupun bukan mereka aku akan tetap berdoa agar kedua anak itu bisa membawa kedamaian bagi umat manusia.”
“Baiklah... ayo kita lakukan rencana yang anakmu buat.” Kepala stasiun berjalan ke arah para petugas yang baru saja selesai melakukan persiapan.
Ketika Eter dan Noah melihat kepala stasiun berjalan ke arah petugas yang sedang melakukan persiapan membuat mereka berdua buru-buru bangkit dari tempat duduknya dan berlari ke arah para petugas. Terlihat ada 6 petugas yang sudah berada dalam formasi setengah lingkaran menghadap ke arah reruntuhan.
“Apakah segini cukup?” Kepala stasiun bertanya kepada Eter yang sudah berada di sampingnya.
“Oke ini sudah lebih dari cukup. Aku akan jelaskan lagi apa yang harus kalian lakukan...” Eter mulai menjelaskan kepada semua orang yang ada di tempat itu rincian dari rencananya.
Rencana Eter pada dasarnya adalah mengumpulkan kekuatan aldefos menjadi satu yang kemudian di kuatkan dan diledakan tepat di reruntuhan. Pondasi utama dari rencana ini ada pada kemampuan Noah sebagai satu satunya orang yang bisa mengeluarkan kekuatan aldefos api pada tingkat tinggi orang biasa. Ada 6 orang yang akan berpartisipasi mengeluarkan aldefos api nya dan dikumpulkan oleh Noah.
Masalah paling besar yang harus dihadapi oleh mereka adalah kurangnya kekompakan 6 orang dalam menyalurkan aldefos api ke bola api milik Noah. Karena apabila energi aldefos yang disalurkan tidak sama maka akan menyebabkan ketidakseimbangan dalam bola api akibatnya bola api Noah bisa meledak sebelum dilempar.
Masalah ini tentu disadari oleh Eter oleh karena itu dia juga meminta kepala stasiun untuk mencari beberapa orang yang bisa menggunakan aldefos air walau sedikit. Hal ini untuk menetralkan panas dalam bola api Noah. Untungnya cukup banyak orang yang bisa menggunakan aldefos air di stasiun bahkan dari beberapa orang biasa juga ikut membantu.
“Jika semua sudah paham ayo kita lakukan sekarang!” Kepala Stasiun berkata dengan penuh semangat.
Noah yang mendengar perkataan Kepala Stasiun mengangguk pelan dan berjalan ke tengah formasi setengah lingkaran para petugas. Dia memandangi ke 6 petugas yang terlihat sudah sangat siap dengan berbagai resiko yang akan mereka hadapi. Dia juga melihat ke arah Eter yang ada di barisan orang-orang berkemampuan aldefos air.
Noah menghela nafas sebelum melakukan beberapa gerakan sederhana. Kedua telapak tangannya saling bersentuhan seperti seorang yang sedang memohon. Dia menutup matanya dan menguatkan kakinya dengan kuda-kuda. Sampai secercah cahaya keluar dari sela-sela jarinya. Noah membuka telapak tangan dan mengeluarkan sebuah bola kecil bersinar yang secara bertahap membesar menjadi sebesar bola basket.
__ADS_1
“Semua bersiap... salurkan aldefos api kalian ke bola api itu!!” Kepala stasiun berteriak lantang tidak hanya untuk para petugas dengan aldefos api tapi juga kepada para barisan penjaga untuk mempesiapkan diri apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Secara serempak para petugas berkemampuan aldefos api menghentakan kaki kirinya kedepan dan mengayunkan kedua tangan di sebelah kanan tubuh, ke bawah dan ke atas. Dalam waktu yang bersamaan mereka mengeluarkan api dari telapak tangan mereka menuju bola api merah di tengah formasi. Api mereka tidak terlalu besar tapi mereka mengeluarkannya secara terus menerus selama beberapa menit.
“Ughh...” Noah merasa dirinya sudah tidak kuat saat menahan bola api yang semakin besar. Tangannya yang masih terlentang lurus ke atas mulai gemetar menahan bola api agar tetap stabil dengan kemampuan aldefosnya.
Sementara itu Eter mulai bimbang karena dirinya melihat temannya merasa kesulitan menahan bola apinya.
“Noah apakah kau masih bisa menahannya??” Eter berteriak ke arah Noah yang mengeluarkan keringat dari seluruh tubuhnya.
“Ma- Mas- sih.” Noah menjawabnya dengan terbata-bata tanda dia sudah berada di batas maksimalnya.
“CUKUP!!!” Kepala Stasiun mengambil tindakan untuk menahan petugas menyalurkan aldefos apinya ke bola api Noah.
Eter yang melihat hal tersebut langsung begerak cepat untuk memberikan tanda agar Noah melemparkan bola apinya ke reruntuhan. Noah mengangguk pelan dengan wajahnya yang penuh dengan keringat. Kepala stasiun juga memerintahkan semua orang untuk mundur sejauh mungkin agar tidak terkena efek ledakan. Sementara itu ada satu orang berkemampuan aldefos angin yang akan membantu Noah menjauhi ledakan.
Noah mulai membalikan badannya menghadap reruntuhan dan mulai menurunkan bola api itu sedikit ke arahnya sebelum melemparkannya ke reruntuhan. Saat bola api masih berada di udara seseorang yang memiliki kemampuan aldefos angin tingkat tinggi orang biasa menggapai tubuh Noah dan berlari menuju ke tempat yang aman dengan kecepatan tinggi.
DUARRR...
Sesaat setelah Noah berada di luar jangkauan ledakan, bola api Noah meledak membuat stasiun bergetar hebat. Tapi itu juga di ikuti oleh reruntuhan yang berhamburan ke luar stasiun sehingga jalan yang tadinya tertutup kembali terbuka. Eter langsung bernafas lega dan Noah segera diobati oleh kepala stasiun yang memiliki kemampuan aldefos obat untuk memulihkan tenaganya.
Setelah beberapa menit di sembuhkan Noah dan Eter kembali memiliki tenaga mereka. Semua orang di stasiun akhirnya berjalan keluar stasiun lewat jalan yang sudah mereka buat. Tapi sesuatu yang besar telah menunggu mereka di atas sana.
--------
Hai, terima kasih karena sudah membaca sampai di bab ini. Untuk para pembaca sekalian jika menemukan sebuah kejanggalan di dalam novel dimohon dengan sangat memberikan saran dan kritiknya di komen guna meningkatkan kualitas novel ini menjadi lebih baik.
__ADS_1
terima kasih
--------