
Setelah mendengar penjelasan dari guru pembimbing, para murid baru tentu merasa senang dan tidak sabar menjadi murid khusus yang dibimbing langsung oleh nama-nama terkenal di dalam Sekte Awan bahkan diseluruh Kekaisaran Wei.
Namun menjadi murid khusus bukan perkara yang mudah. Mereka harus berlatih dengan keras dan menunjukan potensi agar bisa dilirik oleh orang-orang yang berpengaruh di Sekte Awan.
Bagi para murid baru tentu saja hal ini tidak masalah karena hanya ada keuntungan yang akan mereka dapat jika kelak menjadi murid khusus, dimana mereka akan berlatih dengan bukan sembarang orang serta mendapat sumber daya lebih untuk meningkatkan basis kultivasi mereka.
Saat penjelasan sudah disampaikan semua, guru pembimbing sebelumnya lalu menyuruh seratus murid baru untuk masuk kedalam asrama.
Asrama laki-laki dan perempuan tentu saja terpisah serta terpaut lima puluh meter untuk menghindari pelanggaran etika yang dapat mencemari nama Sekte Awan sendiri.
Bahkan ada sebuah tim khusus yang menangani hal ini dan pernah ada sepasang murid sedang berciuman lalu ketahuan langsung dikeluarkan dari Sekte Awan.
Maka dari itu banyak petinggi Kekaisaran Wei yang memasukan putri atau saudari mereka kedalam Sekte Awan agar lebih aman saat berlatih.
Namun ada juga yang memasukan putra mereka kedalam Sekte Awan untuk mencari pasangan sebab kesucian wanita didalamnya masih terjamin.
Ketika para murid ingin menuju asrama masing-masing, terlihat seorang pria tampan yang layaknya seorang bangsawan berlari menuju salah satu di antara mereka.
Para murid disana tentu saja heran dengan sosok pria itu yang berlari sambil memanggil-manggil nama seseorang yang belum mereka ketahui.
"Muridku, kenapa kamu meninggalkan guru sendirian!?" Tanya Yun San yang memasang wajah seperti anak kecil kehilangan mainanya.
"Maaf pak tua, tapi bukanya aku sudah tidak menjadi muridmu sejak kemarin?" Balas Velskud yang sedikit tidak nyaman dengan ekspresi aneh Yun San.
Sementara para murid yang mendengar jika pria tampan aneh itu mengklaim seorang pemuda yang sangat tampan menjadi muridnya, hanya bisa berfikir sama yaitu pria tampan itu bukan sembarang orang.
Hal ini bisa diterima dengan akal sehat mereka dan juga beberapa aspek yang lain seperti guru pembimbing mereka tidak berani menegur pria tampan itu serta pakaian miliknya.
__ADS_1
"Hei sejak kapan aku memutuskan hubungan antara guru dan murid denganmu? Kamu sebagai lelaki harusnya tidak menarik kata-katamu kemarin." Kata Yun San yang terlihat tidak senang jika Velskud memutuskan hubungan guru dan murid secara sepihak.
Melihat keteguhan dari Yun San yang menginginkanya sebagai murid, Velskud menghela nafasnya namun ia sedikit tidak nyaman jika hanya sendiri saja menjadi murid dari Yun San.
"Baiklah, tapi aku ingin kamu menambah dua orang murid lagi dan itu terserah pilihanmu. Jika tidak maka lupakan saja." Balas Velskud sambil menghindar dari Yun San yang ingin memeluk dirinya.
Yun San tentu saja tidak masalah dengan permintaan dari Velskud dan memilih dua orang dari seluruh murid yang ada disana.
"Kamu dan juga kamu maju kesini!" Kata Yun San sambil menunjuk seorang pemuda dan juga seorang gadis cantik dari murid baru yang ada disana.
Dua murid yang ditunjuk oleh Yun San dengan senang hati menghampirinya dan membuat murid baru yang lain tampak cemburu atas keberuntungan mereka.
Guru pembimbing yang masih ada disana lalu memerintahkan kepada murid baru yang tidak dipilih untuk membubarkan diri agar tidak terjadi keributan.
Saat seluruh murid baru yang tidak terpilih membubarkan diri, guru pembimbing itu lalu memberi hormat kepada Yun San dengan sedikit membungkuk sebelum menghilang dari sana.
"Kalian berdua perkenalkan diri masing-masing dan jelaskan kenapa kalian ingin menjadi murid di sekte ini, dari kamu!" Kata Yun San sambil menunjuk seorang pemuda yang ia pilih sebelumnya.
Tanpa rasa gugup dan seolah biasa-biasa saja, pemuda itu mulai mengenalkan diri. "Perkenalkan saya Hongli. Alasan saya menjadi murid karena ingin membanggakan ayah saya!" Kata Hongli tanpa keraguan seraya membungkukan sedikit kepalanya.
Jika Velskud lihat, sosok Hongli ini merupakan pemuda yang mengganti rugi kerusakan gubuk miliknya dengan beberapa tael emas.
Yun San mengangguk dan mengalihkan pandanganya kearah seorang gadis cantik lalu menyuruh gadis itu untuk
mengenalkan diri sekaligus memberi alasan kenapa ia ingin bergabung.
Dengan gugup gadis cantik itu mulai mengenalkan dirinya, "Pe-Perkenalkan saya Long Jingyi dan alasan saya menjadi murid karena orang tua saya, namun sekarang alasan saya berbeda."
__ADS_1
Terlihat Long Jingyi sesekali memperhatikan kearah Velskud dengan rasa ketertarikan tinggi dan juga wajah yang sedikit merona.
Yun San yang mendengar alasan terakhir dari Long Jingyi tentu tahu apa yang dimaksud gadia cantik itu dan segera ia sengaja batuk agar mereka bertiga kembali fokus.
"Ekhem! Baiklah kita keintinya saja. Mulai sekarang kalian berdua akan menjadi murid pribadiku seperti pemuda ini..." Kata Yun San sambil menepuk-nepuk pundak Velskud.
Hongli dan juga Long Jingyi raut wajah mereka berubah menjadi senang kemudian keduanya membungkuk hormat kepada Yun San seraya berkata,
"Terimalah hormat dari muridmu ini guru!"
Dengan senang hati Yun San menerima hormat yang diberikan oleh Hongli dan juga Long Jingyi. Yun San terlihat tertawa dan membusungkan dadanya seakan bangga sudah mendapat sebuah berlian mentah.
Sementara Velskud yang melihat Yun San tertawa terlihat jijik dan ingin bersembunyi dari murid lain karena mendapatkan guru yang sangat aneh.
Ditengah tawa yang keluar dari mulut Yun San, dengan ragu-ragu Long Jingyi melihat kearah Velskud seraya berkata, "Ma-Maaf, bolehkah kami mengetahui namamu?"
Velskud yang sedang melihat Yun San dengan jijik lalu tersadar ketika mendengar suara yang terdengar lembut dari gadis cantik didekatnya.
"Velskud." Balas Velskud dengan singkat dan langsung mengalihkan pandanganya dari gadis cantik itu. Ia sengaja melakukan hal ini agar terhindar dari masalah dimasa depan nanti.
Hongli akhirnya mengetahui nama pemuda yang gubuknya tidak sengaja dia hancurkan hanya mengangguk, sementara Long Jingyi yang melihat sikap acuh dan dingin dari Velskud sisi lain yang ada didalam dirinya malah semakin menjadi.
Saat Yun San berhenti tertawa mereka lalu pergi menuju asrama bagi murid khusus yang terlihat seperti rumah mewah dimana setiap rumah akan ditinggali oleh seorang murid.
Kedatangan mereka tentu membuat penghuni komplek asrama murid khusus menundukan kepala terutama saat melihat sosok Yun San.
Setelah berjalan cukup jauh, Yun San menunjukan tiga rumah tradisional gaya china namun walaupun begitu rumah itu cukup mewah pada zamanya.
__ADS_1