
Asap tipis keluar dari mulut Velskud dikala ia sudah berhasil menyerap semua rune kuno yang masuk ke dalam tubuhnya secara paksa.
Saat Velskud membuka matanya, lambang Yin dan Yang sekilas tercipta di kedua bola matanya kemudian tak lama langsung menghilang kembali.
Velskud merasa heran dengan semua orang yang menatap kearahanya. Merasa tidak nyaman, Velskud lalu menyuruh Huanran untuk mencairkan situasi yang terasa tegang.
Merasakan hal yang sama seperti Velskud akibat tatapan semua orang kearah mereka, Huanran menyibakan tanganya untuk memberi kode kepada Lin Lin agar acara lelang di lanjutkan kembali.
Melihat kode yang diberikan oleh Huanran, Lin Lin menelan salivanya dan mengangguk. "Maaf atas kesalahan teknis yang sempat terjadi dan di mohon untuk para peserta agar duduk ke tempat masing-masing."
Seluruh peserta yang sempat berdiri cukup jauh, dengan ragu-ragu mulai duduk kembali dan untuk beberapa orang sedikit menjauh dari Velskud serta Huanran.
Sementara itu di tempat para VIP berada, mereka masih memfokuskan pandangan kearah Velskud dan beberapa di antaranya mulai merencanakan untuk merampas teknik yang di dapat olehnya.
Disisi lain Yun San dan yang lain juga memandangi sosok pria misterius tersebut dan merencanakan sesuatu terhadap orang itu.
"Teknik barusan bisa melenyapkan seorang kultivator ranah Earth Immortal dalam sekejap. Ada kemungkinan tenik tersebut bisa melenyapkan kultivator ranah di atas Earth Immortal." Ucap Yun San seraya mengelus dagunya dan menatap sosok misterius tersebut.
Liu Mei, Xia Que, Long Jingyi, dan Liu Hongli mengangguk secara bersamaan mendengar penuturan dari Yun San tentang kemungkinan yang ada.
"Kita bisa bertemu nanti dengan orang itu dan mengajaknya untuk bergabung jika dia mau. Akan sangat disayangkan kalau menjadi musuhnya." Seru Liu Mei yang di angguki oleh yang lain.
Kembali keisisi Velskud, ia merasa lebih baik saat tatapan kearahnya sudah berkurang dan melanjutkan kegiatan yaitu menunggu.
Sedangkan Huanran yang menyadari tatapan dari balik tirai tempat Yun San dan ketiga muridnya berada, kemudian balik menatap kearah mereka dengan tajam.
Melihat tatapan dari Huanran dan merasakan aura membunuh darinya, Yun San serta yang lain langsung mengalihkan pandangan mereka karena tidak ingin menyinggungnya.
Hal tersebut juga dilakukan oleh beberapa tamu VIP yang sempat dilirik oleh Huanran yang merasa terganggu dengan tatapan mereka.
"Sepertinya kamu sangat populer ya?" Tanya Huanran dengan nada seolah dirinya sedikit terusik oleh tatapan yang di arahkan kepada Velskud.
Merasa tidak ada jawaban dari pria disampingnya, Huanran kemudian menoleh kearah Velskud dan mendapati jika ia sedang tertidur.
Melihat hal tersebut membuat Huanran sedikit kesal dan merencanakan sesuatu dengan kartu hitam pemberian pria itu kepadanya.
'Kamu bilang boleh menghabiskanya bukan? Baiklah aku akan melakukanya dan lihat apa kamu tetap memberikan sejumlah emas jika ini sudah habis?' Batin Huanran seraya menutup mulutnya saat tertawa pelan.
__ADS_1
Namun sepertinya rencana dari Huanran tidak akan berbuah kemenangan jika mengingat Velskud yang merupakan seorang pewaris tahta tertinggi.
Akhirnya Lin Lin mulai melanjutkan acara lelang dan Huanran memulai aksinya dengan membelanjakan semua emas yang berada di dalam kartu hitam pemberian Velskud.
Barang-barang yang Huanran beli tidak sembarangan dan memikirkan kegunaan setiap barang yang dia beli agar bermanfaat bagi mereka berdua.
Barang yang Huanran beli seperti pill pemulih Qi, pill penguat tubuh, gingseng sepuluh ribu tahun dan beberapa teknik menyusup.
Sampai pada saat semua emas yang ada di dalam kartu miliknya habis tak tersisa, Huanran merasa sangat senang karena untuk pertamakali dalam hidupnya ia bisa berbelanja dengan sesuka hati.
Tetapi perasaan senang tersebut Huanran rasakan saat seluruh emas tersebut habis dan merasa akan menang taruhan dengan Velskud, walaupun taruhan tersebut dia buat sesuka hati tanpa persetujuan Velskud.
Huanran kemudian menggoyangkan tubuh Velskud agar dia bangun untuk melihat apakah pria tersebut benar-benar memegang perkataanya atau tidak.
Merasa ada yang menggoyangkan tubuhnya, Velskud melepas penyumbat telinga yang ia gunakan dan melihat kearah Huanran.
"Hah... Kenapa kamu membangunkanku
di saat aku sedang tidur?" Tanya Velskud dengan nada sedikit kesal sebab sebenarnya ia sedang melatih kekuatan baru di dunia jiwa.
Dengan lugu dan imut, Huanran menyodorkan kartu hitam miliknya kemudian berkata, "Ini, tadi aku membeli beberapa barang dan sekarang sudah habis..."
"Habiskan semaumu dan jangan ganggu aku saat sedang tidur." Ucap Velskud seraya memasang kembali penyumbat telinga dan tertidur.
Huanran tertawa pelan dan mengira jika kartu tersebut tidak akan ada isinya, namun saat melihat isinya membuat Huanran menelan saliva.
seratus miliar tael emas kini ada didalam kartu hitam tersebut dan membuat kedua tangan Huanran bergetar saat memegangnya.
'Aku kalah telak denganya. Walaupun penampilanya tampak biasa tetapi aku tidak menyangka jika ia memiliki kekayaan yang tidak akan pernah habis.
Hah... Aku akan menyimpan saja kartu ini sementara waktu sampai dia bangun dan aku kembalikan saja...' Batin Huanran yang memiliki ekspresi putus asa saat mendapat kekalahan.
Akibat dari pembelian yang di lakukan Huanran, beberapa pihak berencana untuk mengambil semua barang yang ia beli setelah pelelangan selesai.
Tetapi hal semacam ini tidak akan menjadi ancaman bagi Huanran yang sudah berpengalaman dengan masalah sekecil ini.
Dilain sisi Velskud juga tampak tidak menghiraukan ancaman yang akan datang mengingat jutaan bahkan miliran nyawa manusia maupun monster serta iblis yang sudah ia cabut.
__ADS_1
Kembali keatas panggung, tampak dua bilah pedang yang memiliki bentuk setengah lingkaran dengan rune kuno ditengah bilahnya kini tertancap disebuah batu.
"Barang terakhir yang Lin Lin perkenalkan adalah kedua pedang dengan nama Linghun. Nama tersebut bukan nama asli dari kedua pedang ini, melainkan nama buatan yang dibuat oleh pihak Pavilium Sakura mengingat jumlah kultivator yang tewas saat mendapatkan kedua pedang ini.
Para kultivator tersebut tewas saat menyentuh kedua pedang ini dan tubuh mereka mengering seakan jiwanya terhisap kedalam pedang kembar tersebut.
Penawaran dibuka dengan harga satu juta tael emas dan akan naik dua kali lipat setiap kenaikan harga." Kata Lin Lin seraya tersenyum manis, namun sebenarnya ia merasa sangat takut saat merasakan aura membunuh dari kedua pedang kembar tersebut.
Dengan bentuk setengah lingkaran di setiap bilah, menegaskan jika kedua pedang ini di buat untuk para assasin yang haus darah.
Para peserta dibarisan biasa tidak mau mengambil resiko dan memilih menyaksikan peserta VIP yang berniat membawa pulang kedua pedang tersebut.
Namun sama saja, para peserta VIP tampak enggan membeli kedua pedang yang masih tertanam disebuah batu dengan rune kuno.
Sampai pada saat Velskud menaikan papanya dengan harga satu juta yang membuat para peserta VIP juga memasang harga mereka mengingat kejadian sebelumnya.
Lin Lin yang sempat tidak percaya diri untuk menjual kedua pedang terkutuk tersebut menjadi senang kembali dan mulai melakukan perkejaanya.
Tetapi kesengan Lin Lin terhenti ketika mendengar seruan seseorang yang mengatakan jika omongnya tentang kedua pedang itu hanya dilebih-lebihkan saja.
Untuk membungkan mulut orang itu, Lin Lin memanggil dua kultivator ranah Celestial Immortal dan menyuruh mereka menyeret orang tersebut keatas panggung.
"Kamu ingin membuktikanya sendiri? Coba saja lakukan!" Sindir Lin Lin yang merasa orang tersebut hanya besar mulut saja.
Para peserta yang juga ingin melihat kebenaranya tampak menyoraki pria dengan gigi kelinci tersebut untuk melakukan demonstrasi.
Keringat dingin mulai membanjiri punggung orang itu saat mendapat tekanan dari berbagai sisi, ingin rasanya ia kabur namun tubuhnya ditahan oleh dua kultivator ranah Celestial Immortal.
Lin Lin menyeringai melihat kondisi pria yang sempat menjelek-jelekanya. Ia kemudian memberi perintah agar pria tersebut mau tidak mau untuk menyentuh kedua pedang terkutut itu.
"Tidak! Aku tidak berniat mengatakan hal itu tadi!" Teriak pria itu ketika dua orang kultivator yang menahanya mulai mendekatkan wajahnya kepada kedua pedang terkutut tersebut.
Begitu wajah pria tersebut menyentuh gagang pedang, teriakan keras terdengar dari mulutnya dan tak lama ia tewas dengan tubuh yang mengering.
Para peserta yang melihat kebenaran tentang pedang tersebut tidak berani untuk mengatakan apa-apa lagi dan peserta VIP juga tampak berhenti memasang harga.
Dan lelang kali ini dimenangkan oleh Velskud dengan harga lima miliar tael emas. Velskud kemudian menyuruh Huanran untuk mengambilkan pedangnya.
__ADS_1
Tidak berselang lama, Huanran kembali dan melemparkan sebuah cincin spatial kepada Velskud kemudian keduanya langsung beranjak pergi untuk kembali ke penginapan.
Para peserta yang lain juga tampak meninggalkan tempat pelelangan saat acara tersebut sudah berakhir dengan sebuah pertunjukan yang mengerikan.