
Pertandingan antara tim satu dan dua berlangsung cukup sengit. Keduanya tampak mengadu strategi masing-masing selama pertandingan berlangsung. Tidak ada kata main-main dalam pikiran kedua tim mengingat hadiah yang ditawarkan saat berhasil lolos dan mencapai babak final.
Ekspresi para penonton yang mendukung masing-masing jagoanya dibuat panas dingin, sebab pertarungan menjadi memanas dari waktu-kewaktu.
Suara ledakan dan getaran selalu muncul selama pertarungan berlangsung. Seorang anggota dari tim satu dengan spirit bunga lotus harus didiskuilifikasi setelah keluar dari arena akibat terkena serangan oleh salah satu anggota tim dua.
Melihat salah satu dari mereka sudah terdiskuilifikasi, seluruh anggota tim satu kini hanya bisa bertahan karena hal ini saja yang dapat mereka lakukan sekarang.
Tim dua yang seluruh anggotanya berasal dari satu sekte, dan tidak seperti tim satu yang dicampur dari beberapa sekte, membuat kekompakan tim mereka jelas-jelas berbeda. Hal inilah yang membuat perbedaan kekuatan terlihat jelas.
'Sudah bisa dilihat siapa yang menang kali ini.' Batin Velskud saat melihat pertarungan diatas arena. Walaupun pertarungan tersebut sangat membosankan baginya, ia tetap menontonya dengan seksama sebab ingin melihat perkembangan para kultivator muda dimasa ini.
Tetapi bukan perkembangan yang Velskud lihat selama pertandingan, tetapi hanya penurunan kualitas yang ia saksikan dari generasi sekarang.
'Benar-benar memprihatinkan. Apa kamu dapat mengetahuin penyebabnya Sistem? Ini tidak sama seperti saat zamanku dimana banyak kultivator diatas tahap budidaya dunia abadi.'
Tanya Velskud kepada Sistem.
( Ding! Ya, kondisi para kultivator dimasa saat ini benar-benar berada diambang kehancuran bagi seorang pembudidaya Qi.
Tetapi hal ini bukan tanpa sebab dapat terjadi. Beberapa ribu tahun lalu muncul sebuah portal hitam asing yang membuat jutaan bermunculan dan mulai melakukan invansi didunia ini.
Hal tersebut yang membuat kultivator dimasa setelah Host harus meregang nyawa untuk menghentikan invansi para monster, dan invansi tersebut berakhir saat portal hitam menghilang bersamaan dengan hilangnya semua monster.
__ADS_1
Belum diketahui penyebab portal yang mengeluarkan pasukan monster dalam jumlah besar tersebut muncul dan menghilang secara tiba-tiba sampai saat ini, tetapi satu hal yang pasti tujuan mereka saat itu ingin menuju bekas lokasi istana milik Host. )
Mata Velskud yang awalnya sempat tertutup mendadak terbuka kembali begitu mendengar penjelasan dari Sistem. Yang Velskud tahu ia tidak menyimpan sesuatu barang berharga saat itu.
'Kenapa mereka ingin menuju reruntuhan istanaku? Setahuku semua barang berhargaku juga sudah hancur saat itu.' Velskud berfikir dengan keras.
Ketika Velskud sedang berfikir. Pertandingan tim satu dan dua sudah selesai, dan sesuai perhitungan tim satulah yang menjadi pemenang dalam pertandingan pertama.
Patriak Kangjian lalu memanggil dua tim berikutnya untuk bertanding diatas arena. Tim yang selanjutnya bertanding ialah tim tiga dan empat. Kedua tim kemudian mulai memasuki arena.
Namun terlihat saat Liu Mei hendak masuk kedalam arena bersama yang lain, ia memandang dengan benci seorang pria. "Kamu lihat perbandingan antara rakyat jelata sepertimu denganku." Ucap Liu Mei kepada pria yang tidak lain adalah Velskud sebelum ia pergi keatas arena.
Liu Tao yang melihat bibinya tampak kesal dengan salah satu anggota ditim miliknya, memilih untuk tidak menghiraukan begitupula dengan anak buahnya, sebab ada acara khusus yang harus mereka lakukan nantinya.
Bahkan saat pertandingan antara tim tiga melawan tim empat dimulai Velskud tidak melihatnya sama sekali, bahkan sampai pertandingan tersebut berakhir yang dimenangkan dengan mudah oleh tim tiga.
Saat kembali ketempat duduk, Liu Mei tampak melihat Velskud dengan tatapan sinis setelah memperlihatkan satu teknik miliknya yang membuat pertandingan langsung berakhir.
"Lihatlah perbedaan diantara kita." Ucap Liu Mei seraya duduk dibangkunya. Liu Hongli, Xia Que, Long Jingyi, dan satu orang di tim mereka hanya menggelengkan kepala saat mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Liu Mei.
Disisi lain Velskud masih saja berfikir dan tidak menghiraukan suara disekitarnya hingga Liu Tao menepuk punggungnya saat tim mereka dipanggil keatas arena oleh Patriak Kangjian.
Velskud akhirnya sadar dan bergegas menyusul anggota tim yang lain. Saat berjalan melewati bangku mantan rekanya, ia merasa heran dengan Liu Mei yang tersenyum sini kepadanya, namun Velskud tidak bertanya dan melanjutkan langkah menuju arena.
__ADS_1
Apa yang dilakukan oleh Velskud nyatanya malah membuat Liu Mei tambah geram. Velskud tidak tahu kesalahan yang ia perbuat kepada wanita tersebut dan memilih untuk mengabaikanya.
Disisi lain Huanran kini memiliki tatapan kosong dan tampak sudah memegang sebilah pisah ditangan kanannya. Ia kali ini benar-benar tidak tahan dengan sikap wanita itu kepada suaminya.
Tetapi tatapan kosong Huanran seketika berubah memiliki ekspresi manis dan ia juga menyembunyikan sebilah pisau ditanganya saat Velskud menengok kearah dirinya.
'Jangan berbuat aneh-aneh Huanran atau kamu tahu sendiri akibatnya.' Telepati dari Velskud sontak membuat wajah Huanran menjadi pucat. Ia tentu tidak ingin ada masalah didalam rumah tangga yang baru saja dia mulai bersama suaminya.
Akhirnya Huanran hanya bisa mengangguk dan mengurungkan niatnya. Namun ada sedikit perasaan cemburu saat melihat Velskud yang terlihat membela Liu Mei.
'Hilangkan pikiran anehmu itu, aku tidak membela siapapun disini. Tolong mengertilah Huanran.' Suara dari Velskud kembali terlintas dikepala Huanran saat ia memikirkan sesuatu yang terlalu berlebihan.
'Baik Gege, maafkan aku.' Huanran hanya bisa menundukan kepalanya dan jauh didalam lubuk hatinya ia sangat senang karena Velskud tidak seperti yang dia pikirkan akan membela Liu Mei.
Sementara itu para penonton yang berada tidak jauh dari Huanran menjadi takut dan heran, dengan perubahan ekspresi pada wanita tersebut, walaupun tidak dapat dilihat karena memakai cadar.
Para penonton disekitar Huanran tampak menjaga jarak sebab wanita tersebut mengeluarkan niat membunuh yang sangat pekat disekitarnya. Hal ini membuat beberapa pria saat hendak menggoda Huanran mengurungkan niat mereka, walaupun wanita tersebut terlihat sangat cantik meski wajahnya tertutup sebuah cadar.
Diatas arena, tim lima dan tujuh terlihat sudah dalam posisi masing-masing hanya tinggal menunggu instruksi dari Patriak Kangjian untuk memulainya.
Tim yang diikuti oleh tampak dimajukan dalam pertandingan kali ini setelah tim enam sebelumnya meminta kepada Patriak Kangjian untuk dimundurkan waktu pertandingan mereka karena suatu alasan.
Begitu pertandingan dimulai, seluruh anggota tim lima mengeluarkan spirit masing-masing sementara tim tujuh tidak mengeluatkan spirit mereka.
__ADS_1
Velskud sendiri memang belum mendapatkan spirit miliknya dan tidak dapat mengeluarkan untuk saat ini. Tetapi beda halnya dengan Liu Tao dan anak buahnya yang dapat Velskud lihat seperti memang tidak menggunakan spirit mereka.