
Velskud dan Huanran berencana untuk kembali ke penginapan sepertinya harus menunda terlebih dahulu setelah di hadang belasan kultivator bahkan bisa lebih dari itu.
Dengan malas Velskud melihat semua kultivator yang menghadang dirinya dan Huanran. Senyuman tipis terlukis di wajah saat melihat Yun San dan yang lain juga hadir.
Melihat hal tersebut, Velskud membisikan sesuatu kepada Huanran yang tengah kesal karena harus menunda waktu tidurnya.
Huanran mengangguk dengan pesan yang di berikan oleh Velskud kepadanya dan langsung melirik kearah kultivator yang mengelilingi keduanya dari berbagai sisi.
"Tidak enak rasanya jika membicarakan hal sensitive di dalam kota, mari ikuti kami." Ucap Huanran dengan anggun dan seketika menghilang bersama Velskud.
Melihat Velskud dan Huanran yang sudah pergi, para kultivator tersebut langsung menyusul mereka ke tempat yang sedikit jauh dari kota.
Setibanya di tempat yang cukup luas. Velskud dan Huanran kembali dikelilingi oleh para kultivator yang mereka rasa seperti hama mengganggu.
"Cepat serahkan barang yang sudah kamu beli sebelumnya nona, atau hal buruk akan terjadi kepadamu dan juga kekasihmu itu!" Teriak seorang pria kekar dan botak seraya menjilat bibir bagian bawahnya.
Mendengar perkataan pria botak tersebut, Huanran memegang gagang pedangnya yang ada di pinggang dan seketika kepala pria botak tersebut terlepas dari tubuhnya.
Potongan pada leher pria botak tersebut begitu sempurna sampai-sampai tidak mengeluarkan darah saat kepalanya terpisah dari tubuh.
"Berengsek! Siapa yang dia kira kekasihku?" Umpat Huanran yang memasang wajah dingin dan tidak memiliki ekspresi sedikitpun.
Para kultivator yang tidak bisa mengikuti tebasan milik Huanran menjadi sedikit waspada dan mulai menjaga jarak sambil memasang posisi bertahan.
Velskud yang mendengar umpatan dari Huanran kemudian tertawa lirih sambil menutup mulutnya karena melihat reaksi dari wanita tersebut.
Mendengar jika Velskud menertawakan dirinya, Huanran menggembungkan pipinya kearah Velskud kemudian mengalihkan pandangan sebab kesal terhadapnya.
Kemudian Velskud menghentikan tawanya dan mengeluarkan dua pedang kembar yang masih tertancap disebuah batu dengan rune kuno.
Hal tersebut membuat para kultivator yang melihatnya tambah waspada saat mengingat kembali kejadian dimana seorang kultivator di serap sampai habis energy kehidupanya.
Velskud meregangkan jari-jari tanganya dan dengan tangan kosong memegang kedua gagang pedang tersebut hingga fenomena aneh lainnya muncul.
Langit malam seketika bergemuruh dan awan hitam mulai memutari daerah tersebut di selingi dengan petir yang saling bersahutan.
Fenomena aneh tersebut membuat para kultivator kembali menjauh, bahkan Huanran juga menjaga jarak saat merasakan aura membunuh yang keluar dari pedang kembar tersebut.
Semua orang yang hadir ditempat itu sangat terkejut saat melihat Velskud dapat memegang gagang kedua pedang tersebut dan tidak mengalami sesuatu yang buruk.
Blaaarrr!!!
Petir hitam menyambar pedang Linghun dengan sangat kerasa hingga membuat rune kuno pada batu tempat dimana pedang tersebut menancap langsung bercahaya.
Asap kehitaman keluar dari pedang Linghun dan masuk kedalam tubuh Velskud seperti sebuah jiwa yang menemukan tubuh baru.
"Hahaha! Aku kembali!" Suara serak terdengar dari mulut Velskud dan sangat berbeda dengan suara asli miliknya.
Mata merah darah menyala dengan terang saat Velskud membuka matanya dan aura membunuh yang begitu pekat mulai keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
Sosok yang merasuki tubuh Velskud tertawa dengan lantang kemudian tatapanya langsung tertuju kearah semua kultivator yang hadir.
Yun San yang menyadari ada hal buruk akan terjadi langsung menyobek secarik kertas dan membawa semua muridnya pergi sangat jauh. Beberapa kultivator juga melakukan hal yang sama dengan Yun San dan beberapa kultivator tidak melakukanya.
Srinnngggg!!! Craaassshh!!!
Seketika seluruh tubuh kultivator yang masih berada ditempat tersebut meledak seperti gelembung saat Velskud menarik pedang Linghun.
Tatapan Velskud kemudian beralih kearah Huanran yang tampak dapat menahan seranganya dan membuat sosok dalam tubuh Velskud menyeringai.
Booommmm!!!
Velskud tiba-tiba muncul dihadapan Huanran dan menyerang dengan pedang Linghun namun serangan tersebut dapat ditahan olehnya.
Namun karena kekuatan dan kelicikan sosok yang merasuki tubuh Velskud. Ia kemudian mencekik leher Huanran dan membanting tubuh ketanah.
Huanran sontak merasa sesak dan berusaha melepaskan tangan Velskud dari lehernya yang terasa akan patah tidak lama lagi.
Mata merah terang Velskud sedikit meredup dan cekikan pada Huanran menjadi melonggar yang membuat wanita tersebut dapat menghirup nafas kembali.
"Bunuh aku!" Ucap Velskud sembari memegang kepalanya yang terasa sangat pusing dan teramat sakit.
Huanran yang mendengarnya tentu saja ingin menolak, namun saat sosok yang merasuki Velskud kembali membuat Huanran langsung menendang tubuh Velskud agar menjauh darinya.
"Arrggghhh! Kembalilah tidur sialan!"
Teriak sosok tersebut kepada Velskud yang melakukan perlawanan.
Velskud yang melihat Huanran menerjang kearahnya tidak tinggal diam dan balik menerjang kearah wanita tersebut dengan ekspresi datar.
Srinnngggg!!! Jleebbbb!!!
Didetik-detik terakhir Velskud berhasil mengambil kendali atas tubuhnya dan melepaskan pedang Linghun hingga membuat pedang milik Huanran menembus jantungnya.
Velskud memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya dan ia tersenyum.
"Uhuk! Kamu berhasil melakukanya Huanran..." Ucap Velskud sebelum tubuhnya ambruk ketanah.
Huanran yang mendengar perkataan dari Velskud langsung mencabut pedangnya dari dada pria tersebut dan saat melihat darah pada bilah pedang miliknya, ia menitikan air mata.
Tatapan Huanran kemudian tertuju kearah pedang Linghun yang berada cukup jauh dari mereka dan membuat mata Huanran terbuka lebar.
"Tidak-Tidak! Jangan tinggalkan aku!" Ucap Huanran seraya memangku kepala Velskud yang kini ia bisa melihat jelas paras pemuda tersebut.
Air mata Huanran menetes kewajah Velskud saat melihat bekas tusukan pedang miliknya, mulai membuat dada Velskud berasap hitam dan membusuk.
Regenerasi yang dimiliki Velskud tampak tidak bekerja saat menerima tususkan pedang dari Huanran dan membuat pria tersebut benar-benar akan menemui ajalnya.
"Kamu jangan menangis, aku baik-baik saja..." Ucap Velskud dengan suara lirih seraya menyeka air mata pada pipi Huanran.
__ADS_1
"Bagaimana kamu bisa mengatakan baik-baik saja di saat seperti ini!" Balas Huanran sembari menekan dada Velskud untuk menghentikan pendarahanya.
Melihat kepedulian wanita tersebut, Velskud mengingat sosok gadis kecil yang selalu ia ajak bermain di taman hiburan saat berada di bumi dulu.
"Kamu sudah besar rupanya Kana..." Sebelum Velskud melanjutkan perkataanya, ia sudah kehilangan kesadaran dan tangan untuk menyeka air mata pada wajah Huanran jatuh.
Tatapan Huanran menjadi kosong saat mendengar nama dirinya dulu di ucapkan oleh Velskud. Ingatan yang sudah ia lupakan kini mulai kembali dan Huanran mengerang kesakitan.
Setelah mencerna semua ingatan di dua kehidupan sebelumnya, Huanran memeluk Velskud yang sudah tidak bernafas dengan erat.
"Kenapa? Kenapa kamu lagi-lagi meninggalkanku lagi Kakak Velskud? Kenapa!" Ucap Huanran ditengah guyuran hujan yang mulai turung dengan deras.
Di kehidupan pertamanya Huanran merupakan calon permaisuri dari seorang Kaisar. Keduanya saling mencintai sampai sang Kaisar membuatkan sebuah gelang giok khusus untuk dirinya.
Kaisar tersebut tidak lain merupakan sosok pria yang kini terbujur kaku dipelukanya dan beberapa hari sebelum pernikahan mereka, hal yang tidak diinginkan terjadi.
Seorang Jenderal kepercayaan Kaisar memberontak bersama dengan anak buahnya untuk merebut tahta yang membuat sang Kaisar terpojok.
Hal yang terkahir Kaisar lakukan sebelum tewas, ia yang kebetulan tengah berbincang dengan Huanran langsung membiusnya dan menyuruh seorang pelayan wanita membawanya pergi sejauh mungkin.
Saat itulah Kaisar tersenyum terakhir kalinya dan melakukan teknik terlarang yang membuat Kekaisaran dengan kejayaan pada masanya hancur seketika.
Jenderal dan pasukanya juga tewas, namun sebelum tewas Jenderal tersebut memindahkan jiwanya kedalam pedang yang dikenal dengan nama Linghun.
Beberapa hari berselang setelah kehancuran Kekaisaran Shui dan sang calon permaisuri yang tidak rela ditinggal pergi oleh kekasihnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Dikehidupan kedua, Huanran bertemu dengan kekasihnya tersebut namun pria tersebut tampak melupakan tentang kehidupan pertama mereka.
Namun Huanran tambah kecewa saat melihat dirinya menjadi anak dari kakak pria yang ia suka dan yang lebih mengecewakan dia masih kanak-kanak sementara kekasihnya dulu sudah dewasa.
Hal teragis kembali terjadi dimana Huanran harus merelakan kepergian kekasih lamanya yang melakukan sebuah misi bunuh diri.
Tetapi lagi-lagi ia menyusul kepergianya saat penyakit yang ia derita tidak dapat disembuhkan dan berujung kematian.
Tetapi ada hal yang sangat mengejutkan dikehidupan keduanya dan membuat Huanran sempat kehilangan ingatan tentang dua kehidupan akibat hal tersebut.
Kini dikehidupan ketiga ia kembali secara tidak terduga dengan sosok yang selama ini dirindukan, tetapi lagi-lagi harus tewas dan dialah yang mencabut nyawa pria tersebut.
"Aku tidak rela! Kenapa langit seperti menentang kami untuk bersatu!?" Teriak Huanran dibawah guyuran hujan yang semakin lebat.
Disisi lain sosok yang merasuki Velskud tampak kebingungan saat mengetahui dirinya berada disebuah tempat sangat gelap tanpa adannya sumber cahaya.
Sepasang mata reptil berwarna emas dengan ukuran sangat besar terlihat dan membuat sosok yang merasuki Velskud terkejut hingga bergidik.
Sebuah mulut dengan gigi-gigi tajam terbuka dan menghisap sosok hitam yang tidak lain mantan Jenderal Dinasti Shui Kuno.
"Tidak!" Teriak Jenderal tersebut untuk terakhir kalinya sebelum ia benar-benar menghilang ditelan oleh sosok reptil raksasa tersebut.
Kembali kepada Velskud, luka pada dadanya tiba-tiba bersinar keemasan dan langsung sembuh. Nafas Velskud kembali lagi dan detak jantungnya juga.
__ADS_1
Velskud membuka matanya dan melihat Huanran yang masih menangis sembari memeluk tubuhnya dengan erat.