Next Journey With My Sistem

Next Journey With My Sistem
Malam Berdarah


__ADS_3

Merasa ada yang membuntutinya, orang asing tersebut melempar cakram miliknya dan langsung melempar cakram tersebut kearah belakang seraya ia berbalik.


Traaaanggg!!!


Dua buah cakram miliknya seketika ditangkis menggunakan sebilah pisau, oleh seseorang dengan pakaian serbaa hitam yang mengejarnya.


"Siapa kamu..." Belum sempat ia menyelesaikan perkataanya, orang tersebut seketika muncul dibelakang dirinya dan langsung menusuk lehernya menggunakan sebuah pisau.


Crrrraaattt!!!


Velskud menarik hidden bladenya kembali dari leher orang asing yang sudah ia bunuh. Kemudian Velskud mulai menggeledah pakaian orang tersebut hingga menemukan secarik kertas berisikan sebuah pesan.


Senyuman tipis terukir diwajah Velskud usai membaca pesan yang dibawa oleh orang asing tersebut kepada seseorang dan jelas jika itu bukan hal baik.


Velskud memeriksa leher orang asing tersebut dan melihat tanda yang sama dengan sekelompok orang waktu itu saat berada diKota Wu.


Ia kemudian memejamkan matanya untuk mengingat kembali para pemilik tanda berlambang kelopak bunga mawar dan membuatnya terkejut.


"Ternyata begitu alasan kenapa warga disini tampak terlihat seperti warga biasanya..." Gumam Velskud setelah melihat kilas balik para pemiliki lambang kelopak bunga mawar tersebut.


Pandangan Velskud kemudian beralih kearah para prajurit yang tengah melakukan patroli rutin ditengah kerumunan warga.


Sebuah lambang yang sama terlihat dileher para prajurit dan membuat


kilas balik yang Velskud lihat terbukti sangat akurat.


Velskud menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskanya. Ia kemudian menjatuhkan tubuhnya dan muncul dihadapan dua orang prajurit yang ada dijalan utama.


Crrraaattt!!!


Sebelum dua prajurit tersebut berbicara, Velskud menusuk leher mereka dengan hiden blade miliknya dan membuat kedua prajurit tewas seketika.


Brrruuukkk!!!


Para warga yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak histeris dan lari berhamburan agar tidak terkena dampaknya sekaligus menyalamatkan diri .


Empat orang prajurit yang melihat kedua rekan mereka tewas langsung menarik senjata masing-masing. Namun belum sempat menyerang, Velskud melesat dengan sangat cepat dan menyayat setiap leher mereka hingga tewas.

__ADS_1


Setelah membunuh enam prajurit, Velskud tidak berhenti sampai disitu saja dan mencari keberadaan para prajurit, yang sebenarnya anggota dari sekelompok orang asing yang sudah pernah ia bunuh.


Penyisiran untuk mencari keberadaan seluruh prajurit Velskud lakukan dari jalan utama, gang, bar, hingga rumah bordil tempat paling banyak terdapat para prajurit berada.


Teriakan ketakutan dan ledakan mulai terdengar diseluruh penjuru Kota Putao setiap kali Velskud membunuh seluruh prajurit yang lengah maupun siaga.


Velskud bahkan tidak ragu membunuh prajurit yang tengah makan malam bersama keluarganya dan ia membunuh mereka semua tanpa pandang bulu.


Bercak darah mulai menghiasi pakaian dan pisau yang Velskud gunakan. Total sudah lebih dari seribu prajurit yang ia bunuh dan hanya satu tempat lagi untuk mengakhiri malam berdarah diKota Putao.


Velskud kini memandang sebuah komplek yang terdapat bangunan-bangunan mewah dan penjagaan super ketat, ia bahkan melihat beberapa kultivator sewaan mengelilingi satu bangunan yang sangat mencolok.


Srrriiinggg!!!


Hidden blade Velskud keluarkan dari tempat persembunyianya yang terletak pada alat dipergelangan kedua tanganya, untuk mencabut beberapa nyawa lagi.


Tanpa perlawanan sedikitpun, Velskud melesat dan menghilang kemudian membunuh seluruh prajurit serta kultivator yang disewa.


Karena Velskud menghilangkan keberadaan, penyerangan tersebut alhasil menjadi pembantaian sepihak yang dilakukan olehnya.


Brraaakkk!!!


Velskud menendang pintu yang cukup besar tersebut hingga hancur dan melihat beberapa kultivator sewaan yang menghadang jalanya.


Hidden blade yang sudah berlumuran darah kembali Velskud keluarkan dan kali ini ia melapisinya dengan Qi sebab targetnya merupakan sekumpulan kultivator.


Namun bagi Velskud sekumpulan kultivator tersebut bukanlah masalah sebab sebelum sampai disana, ia sudah membunuh puluhan kultivator sewaan seperti mereka.


Craashhhh!!! Crrraaaattt!!


Darah mulai menyiprat dimana-mana dengan teriakan melengking sebelum para kultivator sewaan tersebut meregang nyawanya.


Ketika seluruh kultivator sewaan sudah tewas, Velskud langsung menyisir setiap ruangan pada bangunan bergaya china kuno tersebut dan membunuh setiap orang yang ia lihat.


Sampai saat dimana ia menemukan seorang wanita yang memeluk putranya yang masih kecil disalah satu ruangan dan terlihat ketakutan ketika melihat Velskud.


Sebelum wanita tersebut memohon agar setidaknya putranya dilepaskan, Velskud langsung menebas mereka saat melihat tanda yang terdapat dileher keduanya.

__ADS_1


Velskud menatap kedua mayat tersebut dengan dingin dan kejadian ini mengingatkanya kembali tentang hal yang sama saat perang dulu.


"Hidup bahagia diatas teror yang kalian buat, jangan salahkan aku melakukanya..." Gumam Velskud seraya meninggalkan ruangan tersebut menuju ruangan terakhir.


Setiap Velskud melangkah, suara sepatu yang ia kenakan terdengar menggema dilorong tersebut dan membuat orang yang mendengarnya menjadi sangat waspada.


Brakkkk!!!


Velskud menendang pintu ruangan terakhir hingga hancur dan menemukan seorang pria tambun yang memakai perhiasan emas tengah dilindungi oleh lima orang kultivator.


Senyuman tipis kembali terukir diwajah Velskud dari balik masker yang ia pakai, saat melihat lima orang kultivator yang ia kenal.


Disisi lain lima kultivator yang tiba disana sebelum kekacauan terjadi untuk mengkonfirmasi misi yang mereka ambil. Mereka melihat seorang dengan pakaian serba hitam yang berlumuran darah.


"Siapa kamu dan apa kamu tahu akibat perbuatanmu ini?" Ucap salah satu pria yang tidak lain merupakan Liu Hongli.


Walaupun kakinya bergetar hebat, Liu Hongli tetap mencoba berdiri kokoh diatas rasa takutnya saat melihat orang yang membuat kekacauan diKota Putao.


Velskud tidak menjawab pertanyaan dari Liu Hongli dan mengarahkan yang sudah bercampur darah ribuan orang kearah pria tambun yang merupakan walikota Putao.


Melihat hal tersebut, mereka memasang sikap waspada sebab belum tahu senjata yang digunakan oleh Velskud saat ini.


Swuushhhh!!! Traaaanggg!!!


Yun San yang melihat sebilah pisau melesat langsung menangkisnya dan berkata, "Senjata mainan seperti itu tidak ada gunanya dihadapan kami."


Velskud tersenyum tipis dan didetik berikutnya hal yang mengejutkan terjadi dimana bilah pisau tersebut memantul pada sebuah patung logam dan menusuk tepat dileher walikota.


Jleebbb!!! Brukkk!!!


Mata walikota tersebut membelalak sebelum ia tewas dan tubuhnya langsung ambruk kelantai yang membuat Yun San terkejut.


Yun San tidak mengetahui jika orang tersebut merupakan sosok yang sedang dicari oleh wanita disampingnya, sebab ia tidak merasakan auranya dan perlengkapan yang digunakan sudah dimodifikasi oleh Velskud.


Melihat Yun San, Liu Mei, Xia Que, Long Jingyi, dan Liu Hongli yang masih terpaku melihat bagaiaman walikota tewas. Velskud langsung melesat pergi melewati jendela.


Menyadari orang berpakaian serba hitam yang pergi, Xia Que berlari kearah jendela untuk mengejar namun ia tidak melihat sosok tersebut disekitar bangunan.

__ADS_1


__ADS_2