
Satu minggu setelah malam berdarah yang terjadi diKota Putao dan hancurnya satu desa. Dua desa dalam satu minggu ini juga dikabarkan hancur dan tidak ada saksi mata yang dibiarkan hidup oleh pelakunya.
Hal ini membuat dua pihak berbeda dengan gencar mencari keberadaan pelaku kekacauan yang menyebabkan teror dimana-mana.
Kepala pelaku kini dihargai empat kali lipat dari sebelumnya dan ada tambahan hadiah berupa manual praktik tingkat menengah yang membuat para kultivator berbondong-bondong mencari pelaku tersebut.
Entah itu dari aliran putih maupun hitam, kini tujuan mereka sama yaitu untuk mencari keberadaan orang yang kini lukisanya sudah tersebar luas.
※※※※※
Daerah yang berada disebelah timur Kekaisaran Wei. Seorang pria dengan kuda hitamnya kini menerjang badai salju yang menerpa daerah perbukitan tersebut.
Badai salju tersebut cukup tebal yang menyebabkan pandangan dari penunggang kuda itu menjadi sangat minim belum lagi dengan kondisinya yang sangat kelelahan.
Brrruuukkk!!!
Kuda yang ia tunggangi tiba-tiba ambruk dan membuatnya terjatuh diatas salju. Ia menggoyangkan tubuh kuda miliknya namun tidak ada respon sama sekali.
"Ini jalan yang sangat ekstrim tapi tidak ada pilihan lain..." Gumam pria tersebut yang tidak lain merupakan Velskud.
Dengan tenaga yang sudah diambang batas, Velskud bangkit dan melanjutkan perjalananya dengan berjalan kaki menerjang badai salju yang sangat tebal.
Velskud merasakan jika kakinya kini bergetar hebat dan tidak lama berselang ia terjatuh lalu terguling beberapa meter kebelakang.
Nafas Velskud yang memburu menciptakan sedikit uap dari mulut dan hidungnya. Velskud kini merasakan kantung yang luar biasa hingga tak lama kemudian ia tertidur diatas tumpukan salju.
Velskud saat ini berada di alam bawah sadarnya. Tempat dimana hanya ada kegelapan sepanjang mata memandang.
Tidak ada seorangpun disana kecuali dirinya saat ini.
Tidak lama berselang sepasang mata reptil yang memiliki warna keemasan muncul dan menatap sosok kehadiran Velskud disana.
Dalam pandangan Velskud ia melihat sepasang mata reptil yang seakan dirinya hanya sebutir debu dihadapan pemilik mata tersebut.
__ADS_1
Besar, kata tersebut mewakili ukuran dari mata yang sedang menatap Velskud. Keagungan dan kekuasaan tiada batas juga terpancar dari sepasang mata itu.
Namun seketika pandangan Velskud menjadi kabur dan akhirnya ia terbangun dari tidurnya.
Badai salju kini juga sudah berhenti dan hanya menyisakan tumpukan salju yang melapisi daerah perbukitan tersebut.
Velskud kemudian bangkit dan melanjutkan kembali perjalananya menuju sebuah kota tempat target berikutnya berada.
"Mata itu... Entah kenapa aku merasa ada ikatan denganya..." Gumam Velskud saat mengingat kembali sepasang mata yang dia lihat saat berada dialam bawah sadarnya.
※※※※※
Hari saat ini sudah menjelang malam, Velskud sekarang tengah menghangatkan tubuhnya disamping perapian sembari menunggu seekor kelinci yang ia bakar matang.
Sebuah peta Velskud bentangkan diatas tanah dan menampilkan beberapa nama desa serta kota yang kini menjadi tujuanya, untuk mencari jawaban dari orang-orang dengan tanda dileher mereka.
"Berikutnya adalah Kota Dongjie..." Gumam Velskud sembari menyilang nama kota tersebut dengan arang dari kayu perapian.
Suasana yang terasa sunyi tiba-tiba menjadi penuh ketegangan saat Velskud merasakan beberapa kehadiran kultivator dengan ranah diatasnya, tengah melesat kearah dirinya.
Tujuh orang dengan pakaian serba hitam muncul disekitar perapian yang sebelumnya sudah Velskud matikan. Ketujuh orang tersebut terlihat mencari keberadaan Velskud yang menjadi target mereka.
"Sial! Sepertinya orang itu menyadari kedatangan kita ketua!" Ucap salah satu orang dari mereka.
Ketua yang dimaksud oleh orang tersebut tidak membalas perkataan dari anak buahnya dan berjalan mendekati bekas perapian.
Pandangan ketua itu kini tertuju kearah seekor kelinci yang sepertinya sedang dibakar oleh pemiliknya. Ia kemudian mengambil kelinci tersebut dan menyentuhnya.
"Ini masih panas. Kita lanjutkan pencarian, aku yakin dia tidak jauh dari sini." Ucap seseorang yang bertindak sebagai ketua kepada anak buahnya sebelum menghilang.
"Baik!" Ucap anak buah dari orang tersebut dan menghilang menyusul kepergianya.
Setelah kepergian tujuh orang asing tersebut, Velskud memastikan kembali apa benar mereka sudah pergi atau belum. Saat dirasa aman akhinya Velskud keluar dari persembunyianya.
__ADS_1
"Orang sialan... Aku belum makan selama dua hari dan dia dengan mudahnya mencuri makananku..." Velskud menutup wajahnya dengan sebelah tangan dan tertawa menyeramkan.
Aura membunuh keluar dari tubuh Velskud dan menyebar secara perlahan disekitarnya tanpa terkendali.
Pohon dan beberapa hewan yang terkena aura membunuh dari Velskud seketika menjadi layu serta mati.
Sebelum hal tersebut menyebar luas, Velskud menenangkan dirinya dan menarik kembali aura membunuh yang sempat keluar tanpa kendali dari dalam tubuhnya.
"Siapapun orang itu tidak akan aku biarkan lepas dengan mudah..." Gumam Velskud seraya berjalan dengan tertatih-tatih menuju Kota Dongjie.
Udara yang begitu dingin sangat Velskud rasakan dan membuat dirinya benar-benar kedinginan dengan hanya menggunakan pakaian yang ia gunakan saat ini.
Percuma bagi Velskud untuk mencari ranting atau kayu disekitar sana sebab pasti hasilnya nihil karena semua basah mengingat hujan salju yang kini mulai turun kembali.
Tidak hanya kedinginan tapi Velskud juga merasa lapar. Walapun pada dasarnya ia sudah menjadi seorang immortal yang tidak akan mati, namun tubuhnya masih memerlukan makanan dan belum bisa menyerap sari pati energy.
Setelah berjalan beberapa waktu, Velskud bisa melihat papan bertuliskan Kota Dongjie yang terpampang jelas diatas gerbang masuk.
Dengan hati-hati Velskud ingin menyelinap masuk namun sebuah penghalang dapat ia lihat menyelimuti seluruh kota seperti kubah.
Mau tidak mau Velskud mencoba keberuntunganya dengan melewati pintu gerbang dan ketika ia mendorongnya sesuatu hal mengganjal pikiranya.
"Mencurigakan, tidak ada satupun penjaga yang terlihat dan pintu gerbang tidak terkunci bahkan dijagapun tidak..." Gumam Velskud seraya memasuki Kota Dongjie dengan hati-hati.
Kecurigaan Velskud bertambah saat melewati jalan utama, ia tidak melihat satupun aktifitas yang terjadi dan kota tersebut terasa sangat sunyi seperti tidak ada penduduk sama sekali.
Velskud mencoba berfikir positif mengingat hari yang saat ini sudah larut malam dan penduduk pasti akan beristirahat.
Tapi tetap saja Velskud bagaimanapun tetap curiga dengan tidak adanya penjaga yang bertugas untuk berpatroli dan mengawasi gerbang kota.
Velskud menghentikan langkahnya dan mengedarkan indra miliknya untuk mengetahui keberadaan para warga maupun seseorang yang dirasa mencurigakan.
Sebuah gambaran terlintas diotak Velskud. Ia melihat jika semua warga tampak bersembunyi dan saat ini berada diruang bawah tanah yang terdapat disetiap rumah.
__ADS_1
Senyuman tipis terlukis diwajahnya dan Velskud mengeluarkan hidden blade seraya berkata, "Aku sangat tersanjung sudah ditunggu oleh dua ribu pasukan dan seribu kultivator!"