
Yun San yang sedang meminum teh ketika mendengar suara seseorang menghantam pintu kamarnya, Yun San langsung menyemburkan teh yang sedang ia minum.
"Siapa pagi-pagi seperti ini membuat keributan?" Gumam Velskud dengan kesal seraya meletakan cangkir teh miliknya diatas meja.
Kemudian Yun San berjalan menuju pintu kamarnya dan begitu terbuka ia menemukan Velskud yang tergeletak dilantai seraya menatap wajahnya.
Melihat bercak darah yang ada didagu dan juga bibir Velskud, Yun San menjadi terkejut dan membantu Velskud untuk duduk sambil memeriksa keadaanya.
"Hei, apa kamu baik-baik saja muridku?" Tanya Yun San yang terlihat khawatir sebab muridnya itu batuk darah beberapakali.
Velskud mengangguk dan memberi isyarat kepada Yun San jika dirinya baik-baik saja. "Aku baik-baik saja, lagipula ini hanya luka kecil guru..."
Setelah memberitahu kondisinya kepada Yun San, Velskud menoleh kearah wanita yang bisa dengan jelas terlihat sedang menutup tubuhnya menggunakan selimut.
Merasa heran dengan sesuatu yang dilihat oleh muridnya itu, Yun San kemudian menatap kearah yang Velskud tuju dan melihat seorang wanita cantik disana tengah menutupi tubuhnya menggunakan selimut.
Sontak hal ini membuat Yun San terkejut sebab ia mengenali wanita cantik yang tengah duduk diranjang milik muridnya tersebut.
Wanita yang sekarang tengah dicari-cari keberadaanya diseluruh penjuru daratan Kekaisaran Wei, kini ia melihatnya didepan mata.
Yun San sekilas melihat wanita cantik itu hanya mengenakan piyama berwarna ungu, sebelum menutupi tubuh indahnya.
"Apa yang kamu lakukan kepadanya muridku?" Tanya Yun San dengan raut ketidak percayaan karena mengira Velskud yang menculik wanita tersebut dan melakukan hal tidak sepantasnya.
Mendengar perkataan dari Yun San membuat Velskud langsung mencoba untuk menyangkalnya, namun hal ini tampaknya percuma ketika Yun San mendapati baju Velskud yang sobek dibagian depan.
Yun San kemudian membawa Velskud menghadap wanita cantik yang ia kira sudah dilecehkan oleh Velskud dan membungkukan badanya serta membungkukan badan milik Velskud.
Karena tidak ingin hubungan dengan penyuplai kebutuhan Klan dan Sekte yang ia pimpin sekarang menjadi hancur, Yun San berinisiatif untuk meminta maaf kepada sosok wanita cantik tersebut.
__ADS_1
"Putri Xia Que, saya meminta maaf atas perlakuan tidak pantas yang dilakukan oleh muridku Velskud..." Ucap Yun San seraya membungkukan sedikit badanya.
Mendengar permintaan maaf dari seorang pria berambut putih tersebut, Xia Que sempat bingung sebab ia yang merasa bersalah karena menghempaskan pemuda bernama Velskud tersebut hingga terluka.
Xia Que tentu mengenali pria berambut putih dihadapanya karena sudah beberapakali bertemu saat menemani orang tuanya yang membahas tentang bisnis mereka.
Senyuman tipis terukir diwajah cantiknya saat melihat Velskud menatapnya dengan tajam untuk memperjelas situasi sebenarnya yang terjadi disana kepada Yun San.
Dengan keahlian bersandiwara yang tidak diragukan lagi, Xia Que mulai menitikan air matanya dan menangis terisak-isak.
"Hiks! Iya tidak apa-apa paman Yun..." Ucap Xia Que yang tengah menangis terisak seraya menyeka air matanya yang mengalir dipipi.
Melihat Xia Que yang menangis membuat Yun San berfikir keras untuk menenangkanya. Yun San kemudian melihat kearah Velskud agar membantu dirinya.
Karena merasa dirinya bersalah, Velskud menggelengkan kepala dan menatap dengan tajam kearah Xia Que yang hal ini membuat tangisan Xia Que menjadi-jadi.
Takkk!!!
Dari balik pintu kamar muncul Liu Hongli dan Long Jingyi yang mendengar tangisan dari Xia Que. Mata mereka membelalak lebar ketika melihat seorang wanita yang tidak asing tengah menangis diatas ranjang milik Velskud.
"Maaf, sebenarnya apa yang sedang terjadi disini guru?" Tanya Liu Hongli kepada Yun San yang tengah berfikir keras untuk masalah ini.
Yun San yang mendengar pertanyaan dari Liu Hongli lalu menoleh kebelakang dan menemukan kedua muridnya yang lain disana.
Ia kemudian menjelaskan apa yang terjadi disana kepada Liu Hongli dan Long Jingyi. Setelah penjelasan tersebut berakhir, keduanya lalu menatap Velskud dengan tatapan yang tidak percaya atas perbuatanya kepada Xia Que.
"Aku tidak menyangka jika kamu melakukan hal itu, saudara Velskud." Kata Liu Hongli seraya melihat kearah Velskud dengan tatapan sedikit jijik.
Sedangkan Long Jingyi tidak sepenuhnya percaya dengan penjelasab dari Yun San dan yakin jika Velskud tidak akan melakukan hal gila seperti itu.
__ADS_1
Velskud yang melihat tatapan dari guru dan juga kedua rekanya langsung mencoba untuk membela diri sebab pikiran mereka tentangnya itu salah.
"Hei ini tidak benar! Nona, bisa kamu jelaskan yang sebenarnya terjadi kepada mereka?" Kata Velskud seraya menatap tajam kearah Xia Que untuk mengintimidasinya.
Melihat tatapan tajam dari Velskud bukanya membuat Xia Que takut, melainkan ia akan memanfaatkan situasi ini sebaik mungkin.
"Hiks! Apa yang bisa dijelaskan tentang kejadian semalam diantara kita?" Balas Xia Que seraya menangis terisak seakan-akan dirinya menjadi korban walaupun memang benar, namun dalam hal lain.
Tatapan tajam langsung terarah kepada Yun San serta Liu Hongli, bahkan Long Jingyi juga terlihat termakan sandiwara yang dilakukan oleh Xia Que.
Kini empat pasang mata mengarah kepadanya. Velskud yang bersikukuh tidak melakukan hal tidak senonoh kepada wanita cantik itu, lalu memberikan secarik kertas kepada Yun San.
Yun San menerima surat tersebut dan mulai membacanya. Terlihat jelas raut wajahnya tampak lega.
Namun dengan sandiwara yang dilakukan oleh Xia Que dan bukti baju Velskud yang sobek, membuat Yun San masih berfikir hal yang sama
"Kamu tetap harus bertanggung jawab Velskud dengan apa yang kamu perbuat kepada Putri Xia Que..." Ucap Yun San seraya menepuk pundak Velskud.
Merasa tidak ada orang yang mempercayainya, Velskud tidak ambil pusing dan tanpa beban melangkah meninggalkan kamarnya menuju bar penginapan.
Melihat kepergian Velskud membuat keempat orang yang ada dikamar itupun merasa tidak percaya dengan Velskud yang tidak ingin bertanggung jawab dengan perbuatanya.
"Hiks! Sepertinya tidak ada alasan lagi untuk aku hidup." Ucap Xia Que yang terlihat melepas ikat rambut miliknya dan ingin menusuk lehernya sendiri untuk mengakhiri hidup.
Dengan sigap Long Jingyi menghentikan hal gila yang ingin dilakukan oleh Xia Que untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Walaupun Long Jingyi menghentikan tindakan dari Xia Que, namun darah terlihat mengalir dari leher Xia Que saat ujung pengikat rambut sedikit menusuknya.
"Nona Que, anda tidak seharusnya melakukan hal ini dan biarkan guru membuat saudaraku tadi bertanggung jawab." Ucap Long Jingyi yang merasa kasihan dengan keadaan Xia Que yang terlihat sedang frustasi.
__ADS_1
Yun San mengangguk dan akan membuat Velskud bertanggung jawab, sementara Liu Hongli juga terlihat akan membantunya.
Melihat reaksi dari ketiga orang dihadapanya, Xia Que tersenyum tipis dan hanya mengangguk tanda ia menyutujui usulan dari Long Jingyi.