
Siluet manusia dari berbagai arah mulai bermunculan setelah mendengar perkataan Velskud yang membuat mereka sangat terkejut karena dapat mengetahui keberadaan mereka.
Trranggg!!! Trranggg!!! Trranggg!!!
Beberapa anak panah dan juga senjata rahasia menghujani kearah Velskud namun dengan mudah ia menangkisnya tanpa luka goresan sedikitpun.
Srrriinnggg!!! Boooommm!!!
Seorang pria kekar tiba-tiba muncul dihadapan Velskud dan langsung melakukan tebasan menggunakan pedang berukuran besar kepadanya.
Velskud yang melihat serangan tersebut berusaha untuk menahanya namun lagi-lagi karena perbedaan kekuatan ia hanya bisa menangkis sesaat dan menghindar kebelakang.
Jalan tempat dimana sebelumnya Velskud berada kini sudah membentuk sebuah kawah berdiameter sepuluh meter akibat terkena serangan dari pria kekar yang ingin membunuhnya.
"Wah-wah... Ternyata tikus kecil ini bisa menangkis seranganku, namun sepertinya tidak juga." Ucap pria kekar tersebut saat melihat bilah pisau milik Velskud tiba-tiba retak dan hancur.
Velskud memaklumi senjata miliknya yang hanya berupa senjata biasa dan tidak seperti pedang besar milik pria tersebut yang merupakan senjata artefak.
Ia tidak menyangka jika tujuanya kali dapat diketahui oleh mereka dan hanya ada satu kemungkinan yang Velskud pikirkan yaitu pergerakanya sudah diselidiki oleh pihak terkait.
Velskud mengedarkan pandanganya keatas bangunan dan gang-gang kecil dimana ia menyadari jika dirinya sudah dikepung oleh mereka.
Satu banding seribu dan kekuatan yang ia miliki hanya bisa menandingi beberapa kultivator saja saat ini, itu belum termasuk dengan dua ribu pasukan yang juga seorang kultivator.
Entah itu merupakan kultivator aliran putih maupun hitam. Hanya satu yang pasti dalam benak Velskud yaitu jika mereka berniat membunuhnya maka dia juga akan bertindak sama.
"Nak, bukanya sekarang kamu menyadari posisimu saat ini? Sekarang ucapkan kata-kata terakhir sebelum kamu terlambat!" Ucap pria kekar tersebut sembari tertawa.
Velskud menghela nafas dan memejamkan matanya. Kini tidak jalan lain baginya untuk mundur dan memang ia tidak memiliki kesempatan dihadapan para kultivator yang mengepungnya dari berbagai sisi.
"Kematian selalu menyertai kalian semua..." Velskud membuka mata dan menarik dua bilah pisau dari pingganya kemudian menghilang.
Melihat target mereka menghilang. Para kultivator tersebut langsung mengedarkan pandangan kesegala arah untuk mencari keberadaanya.
Brrruukkk!!! Brrruukkk!!! Brrruukkk!!!
__ADS_1
Puluhan kultivator yang memiliki basis kultivasi dibawah maupun sedikit diatas Velskud, mulai berjatuhan dan tewas dari atap perumahan dengan luka sayatan dileher mereka.
Korban terus berjatuhan dan mereka tidak tahu bagaimana memgatasinya dikarenakan tidak dapat merasakan aura kehadiran dari target dan gerakanya yang begitu cepat.
"Waspada, jangan biarkan tikus terus mengacau dan bunuh dia segera!" Pria kekar tersebut memberi instruksi kepada kultivator yang lain agar lebih berhati-hati.
Beberapa kultivator yang memiliki aliras sama seperti pria kekar tersebut tanpa berpikir panjang langsung mematuhinya, sementara untuk kultivator dengan aliran putih nampak enggan namun tetap mengikuti perkataanya.
Walapun mereka sudah sangat waspada bahkan mengeluarkan spirit masing-masing, nyatanya korban justru semakin banyak yang jatuh tanpa dapat mereka atasi lagi.
Beberapa kultivator yang sebelumnya hanya ingin mencoba keberuntungan mereka, dengan penangkapan salah satu orang yang paling dicari oleh Kekaisaran Wei langsung berubah pikrian dan mulai berhamburan pergi dari Kota Dongjie.
Velskud yang melihat para kultivator berbondong-bondong pergi dari medan pertarungan tidak berniat mengejar mereka, akibat ia sudah hampir mencapai batas usai menggunakan salah satu teknik ciptaanya saat berada didunia jiwa.
Teknik tersebut Velskud tidak sengaja ciptakan saat berlatih didunia jiwa miliknya, dimana teknik tersebut akan membuat kekuatan fisiknya mencapai batas tertinggi.
Namun tekinik ini memiliki resiko saat ia mencoba pertamakali dimana Velskud jatuh pingsan, karena energy Qi yang dimilikinya akan terserap dengan tidak wajar untuk membuat teknik ini bisa bekerja.
Kini hanya tersisa Velskud dengan lima kultivator yang belum menyerah untuk mendapatkan hadiah utama dari pihak Kekaisaran Wei.
Menyadari kondisi Velskud saat ini, pria kekar sebelumnya tersenyum tipis dan berkata, "Hahaha! Aku merasa takjub dengan teknik yang kamu gunakan, tapi sekali lagi tidak ada teknik yang benar-benar sempurna!"
"Kamu terlalu banyak bicara pak tua!" Ucap seorang pemuda dengan pakaian serba putih yang terlihat sedikit terganggu dengan pria kekar tersebut.
Mendengar perkataan pemuda berpakaian serba putih tersebut, pria kekar sebelumnya langsung naik pitam dan menantangnya.
"Apa kamu menantangku bocah sialan!?" Ucap pria kekar tersebut seraya mengeluarkan aura miliknya untuk mengintimidasi pemuda didekatnya.
Pemuda tersebut tertawa dan mengeluarkan aura miliknya juga lalu berkata, "Huh! Kamu bisa mengartikanya seperti itu dan tujuan lain aku kesini juga untuk menghabisi orang-orang seperti kamu!"
Ledakan aura terjadi diantara kedua pria yang berbeda usia dan aliran tersebut. Namun aura tersebut menghilang disaat seorang pria memukul kepala mereka.
"Cukup! Tujuan kita saat ini sama dan urusan dibelakang bisa kalian lakukan jika urusan dengan orang tersebut selesai!" Seorang pria yang berasal dari aliran netral menengahi keduanya.
Pemuda dan pria kekar yang sempat akan bertikai satu sama lain berdecih dengan kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa dihadapan pria tersebut.
__ADS_1
Disisi lain tujuh orang yang sebelumnya mengejar Velskud hanya memperhatikan mereka dari salah satu atap perumahan dan belum memiliki niat untuk bergabung.
"Hahaha! Mereka semua benar-benar bodoh, dengan begini kita tidak perlu turun tangan lagi ketua!" Ucap salah satu diantara mereka.
Mendengar ucapan dari anak buahnya, ketua tersebut tersenyum tipis dibalik tudung yang ia kenakan. Ia bisa melihat orang yang selama ini dia dan anak buahnya cari tampak akan pingsan kapan saja.
Ia menyerahkan enam pill kepada anak buahnya dan dengan senang hati mereka terima tanpa ada rasa curiga kepada dirinya.
※※※※※
Kembali kesisi Velskud, kini ia merasa kepalanya mengalami pusing yang hebat dan tidak lama lagi dia akan pingsan.
Craasshhh!!!
Velskud menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah untuk mengembalikan kesadaranya yang hampir hilang dan tidak akan membiarkan rencana selama ini gagal.
Ia mencabut pedang milik salah satu kultivator yang dia bunuh dan menerjang kearah lima kultivator dihadapanya.
Karena kecepatan Velskud kini sudah menjadi lambat akibat mencapai batas maksimalnya untuk saat ini, pria kekar yang melihat Velskud tersenyum tipis.
Trraanggg!!!
Sebuah tebasan Velskud layangkan kepada pria kekar tersebut dan ia kini berada dibelakangnya. Velskud tiba-tiba merasakan tanganya kesemutan, setelah mencoba menebas pria kekar yang seperti ia mencoba menebas sebuah batu terkeras.
"Hahaha! Apa hanya itu saja?" Ucap pria kekar tersebut yang ingin memprovokasi Velskud setelah mencoba menyerangnya.
Velskud tidak dengan mudah terpancing oleh provokasi itu dan ia menyiapkan dua pisau dengan menyematkan dua lembar kertas peledak.
Dengan cepat Velskud melesat kembali kearah pria kekar yang tampak tidak bergeming setelah menerima serangan dari Velskud sebelumnya.
Craasshhh!!! Boooommm!!!
Tanpa pria kekar itu sangka, Velskud menusuk kedua matanya dengan dua pisau tajam dan tak lama ledakan cukup besar terjadi, hingga membuat pria kekar tersebut tewas dengan bagian kepala yang hancur.
Nafas Velskud semakin memburu, namun masih ada empat orang lagi yang tampak memasang wajah intimidasi kearahnya setelah ia membunuh salah satu diantara
__ADS_1
mereka.