Next Journey With My Sistem

Next Journey With My Sistem
Seribu Anak Panah


__ADS_3

Tiga jam sebelum terjadi pembantaian terhadap seluruh keluarga Walikota Putao dan prajurit serta kultivator sewaan.


Yun San, Liu Mei, Xia Que, Long Jingyi, serta Liu Hongli sedang membahas kembali tentang misi yang mereka ambil dan menghilangnya salah satu anggota diantara mereka.


"Kita tanyakan terlebih dulu tentang misi yang tercantum disini untuk menentukan benar atau tidaknya." Ucap Yun San sembari mengeluarkan kertas misi diatas meja makan.


"Itu ada benarnya juga. Bisa saja misi ini dikirim oleh seseorang yang ingin bermain-main dan lebih baik menanyakan terlebih dulu kepada walikota..." Balas Liu Hongli yang ingin terlihat sedikit berguna.


Liu Mei serta Long Jingyi mengangguk dan merasa hal tersebut perlu dilakukan. Jika benar ada seseorang yang membuat misi tidak benar maka mereka akan mencarinya.


Sementara itu Xia Que masih terlihat murung dan menatap bulan dari balik jendela yang ada didekatnya. Ia kini membayangkan wajah seseorang yang sekarang sudah menghilang.


Puukkk!!!


Lamunan Xia Que seketika sirna saat Liu Mei menepuk pundaknya. "Kenapa? Apa kamu masih memikirkan pria itu? Untuk apa kamu terus memikirkan pria yang jelas-jelas seperti bintang itu?"


Srrriiinggg!!!


"Jangan campuri urusanku!" Xia Que terlihat mengarahkan pedang miliknya kearah leher Liu Mei.


Liu Mei tertawa dan menatap mata Xia Que dalam-dalam. "Biar aku beritahu, walapun terlihat jika pria itu seperti orang baik, namun didalamnya ia sama seperti binatang yang lain ..."


Mata Xia Que seketika berubah menjadi beberapa warna dan bagian bilah pedang miliknya kini menempel dileher Liu Mei.


Melihat ketegangan yang sedang terjadi, Yun San langsung memisahkan kedua wanita tersebut dan membujuk Xia Que agar menenangkan dirinya.


Yun San sulit percaya jika Liu Mei akan mengatakan hal semacam itu. 'Gadis kecil ini! Aku akan melaporkanya saat berkunjung ke Ibukota setelah ini.'


Xia Que berdecih kesal dan menyimpan kembali pedang miliknya kedalam cincin spatial kemudian duduk agak menjauh dari Liu Mei.


Sementara itu Liu Mei menjadi bisa bernafas lega setelah Yun San menengahi keduanya dan ia merasa ada yang salah dengan ucapanya hingga membuat Xia Que benar-benar akan menikam lehernya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk menuju kediaman walikota dan membicarakan tentang misi tersebut yang dikatakan tidak benar oleh walikota.


Sampai pada saat kekacauan terjadi mereka masih ada didalam ruangan tersebut dan melindungi walikota sebab masih ada yang diberitahukan olehnya kepada mereka.

__ADS_1


※※※※※


Kembali setelah kejadian saat walikota terbunuh oleh orang asing yang tanpa mereka duga. Yun San, Liu Mei, Xia Que, Long Jingyi, dan Liu Hongli kemudian kondisi yang terjadi dikediaman walikota.


Saat menyusuri kediaman walikota, kelimnya melihat mayat-mayat bergelimpangan dimana-mana dengan cara terbunuh yang sama yaitu kepala terpenggal.


Mata mereka membelalak saat melihat istri dan anak dari walikota juga terbunuh disalah satu ruangan luka tusuk dileher mereka.


"Orang yang melakukan ini semua benar-benar melakukan kejahatan besar!" Ucap Long Jingyi saat melihat anak walikota yang tidak luput dari pembantaian.


Yun San, Liu Mei, Xia Que, dan Liu Hongli mengeratkan kepalan tangan mereka sebab sebelumnya hanya fokus melindungi walikota saja.


Namun ditengah rasa penyesalan tersebut Yun San merasakan hal yang janggal dan begitu mengetahuinya langsung berteriak, "Semuanya keluar dari bangunan ini!"


※※※※※


Disisi lain kini Velskud berada didepan gerbang kediaman walikota dan tersenyum tipis kemudian bergumam,


"Selamat tinggal semua..."


Ledakan beruntun terjadi disetiap bangunan yang Velskud singgahi dan seketika menghancurkan setiap bangunan didalam komplek perumahan tersebut.


Kertas peledak yang Velskud curi dari gudang harta milik keluarga walikota tampaknya meledak dengan sempurna dalam percobaan pertama yang ia lakukan.


Semua kertas peledak tersebut Velskud tempel dibeberapa titik saat melakukan penyisisran terhadap orang-orang yang tinggal dikomplek perumahan tersebut.


Nyala api dengan cepat membakar apa saja yang ada didekatnya dan asap hitan tebal membumbung tinggi kelangit hingga hujan yang mulai turunpun tidak dapat memadamkanya.


Melihat rencananya berjalan dengan lancar, Velskud berjalan meninggalkan tempat tersebut namun muncul lima orang yang menghadang jalanya.


"Berhenti disitu sekarang juga!" Ucap Yun San dengan tegas seraya mengeluarkan spirit miliknya yang merupakan burung Heron berwarna putih.


Velskud menghentikan langkahnya dan melihat Yun San dengan yang lain mencegatnya untuk pergi. Ia menyadari tidak ada jalan baginya untuk pergi dari mereka, namun bukan berarti tidak mungkin.


Dari balik pakaian yang ia kenakan, Velskud meraih secarik kertas berwarna hitam dengan tulisan berwarna emas.

__ADS_1


Velskud kemudian melemparkan kertas tersebut dihadapan Yun San yang membuatnya langsung melindungi mereka semua dengan menggunakan sayap dari spirit miliknya.


Boooommm!!!


Ledakan cukup besar terjadi ketika kertas peledak menyentuh tanah dan asap tebal langsung menyelimuti mereka semua.


Saat asap mulai menutupi pandangan, Velskud berlari menuju kearah seekor kuda dan menungganginya kemudian pergi dari tempat tersebut secepat mungkin.


Yun San yang mendengar suara kaki kuda langsung menghilangkan kepulan asap menggunakan sayap dari spirit burung Heron miliknya.


Begitu asap menghilang Yun San tidak menemukan sosok pria misterius disana, namun Long Jingyi melihat jika pria tersebut menunggangi kuda dengan cepat melewati jalan utama.


Melihat hal tersebut Long Jingyi tidak menyianyiakan kesempatan dan mengeluarkan sebuah busur yang merupakan artefak turun-temurun.


Long Jingyi lalu menarik tali pada busur hingga sebuah anak panah terbentuk dan ia langsung menembakanya kearah pria yang mencoba kabur tersebut.


Swuushhhh!!!


Anak panah dengan kecepatan lebih dari kecepatan suara melesat dengan sangat cepat dan punggung pria tersebut dari jarak dua ratus meter.


Jleebbb!!!


Sebuah anak panah menusuk punggung Velskud bahkan sampai menembus dadanya. Velskud tersentak menerima serangan tersebut namun tidak ada waktu baginya untuk berhenti dan tetap memacu kuda yang ia tunggangi.


Melihat pria yang terkena panah miliknya namun masih sanggup untuk pergi, Long Jingyi mengeratkan pegangan pada busurnya sebab gagal membuat pria tersebut lumpuh.


Yun San dan yang lain tidak ada waktu untuk mengejar pria tersebut sebab api masih membakar kediaman dari walikota.


Mereka hanya bisa melihat pria misterius tersebut memacu kudanya dari kejauhan namun tidak bisa mengejar untuk sekarang.


"Aku tidak tahu siapa kamu, tapi jika kita bertemu lagi maka seribu anak panahku akan bersarang dibadanmu..." Gumam Long Jingyi yang menatap punggung pria tersebut dari kejauhan dengan tatapan penuh kebencian.


Tak hanya Long Jingyi yang memiliki tatapan penuh kebencian kepada pria tersebut, tapi mereka semua juga melihat pria tersebut dengan tatapan penuh kebencian setelah apa yang dia perbuat.


Lelaki atau perempuan, yang muda sampai tua tidak luput dari pembantaian dimalam tersebut dengan sasaran utama keluarga walikota.

__ADS_1


Hal inilah yang membuat Yun San, Liu Mei, Xia Que, Long Jingyi, dan Liu Hongli tidak akan bisa melupakan kejadian dimalam ini.


__ADS_2