
Saat hari sudah menjelang pagi, suara tapak kaki kuda terdengar menyusul kedatangan seorang pria
yang menunggangi seeokor kuda dengan laju kian melambat.
Brukkk!!!
Velskud terjatuh dari atas kuda ketika merasakan anak panah yang menembus dadanya menyerap energy Qi miliknya terus-menerus.
Hal ini membuat kondisi Velskud menjadi melemah walapun energy Qi miliknya tidak akan habis, namun beda halnya ketika anak panah tersebut juga menyerap energy jiwa miliknya.
Dengan sekali tarikan Velskud berhasil mencabut anak panah tersebut dan langsung mematahkanya sebab merasa cukup kesal dengan hal tersebut.
"Gadis itu ternyata benar-benar ingin membunuhku!" Velskud mengumpat kepada Long Jingyi yang menembaknya dengan anak panah aneh tersebut.
Bekas anak panah yang ada ditubuh Velskud berangsur-angsur menghilang. Ia kemudian duduk dan mengeluarkan sebuah peta rampasan yang ia ambil dari seorang mencurigakan semalam.
Velskud melihat beberapa lokasi yang tidak memiliki nama dilingkari oleh coretan tinta dan ada beberapa kota serta desa yang juga dilingkari oleh tinta hitam, salah satunya adalah Kota Putao.
Tatapan Velskud langsung tertuju pada desa kecil yang lokasinya tidak jauh dari Kota Putao dan kemudian Velskud menyimpan kembali peta tersebut.
Velskud kembali kuda miliknya dan langsung memacunya menuju desa yang sudah ditandai dalam peta.
Pagi hari yang sejuk kini berganti dengan teriknya sinar matahari disiang hari. Velskud turun dan membiarkan kudanya merumput dibawah pohon saat melihat desa kecil yang ia tuju.
Dengan langkah biasa Velskud berjalan menuju pos penjagaan yang dijaga beberapa anak muda. Sebuah tanda yang sama Velskud lihat dileher mereka dan membuat semuanya kini sudah jelas.
"Menyembunyikan fakta tentang kamp mereka dengan dalih sebuah desa. Cara yang cukup pintar namun pada akhirnya sia-sia saja..." Gumam Velskud seraya mengeluarkan hidden blade miliknya.
Crrraaattt!!! Brukkk!!!
Empat kepala tampak menggelinding ditanah dan genangan darah mulai tercipta. Bau amis langsung menyebar diudara hingga tercium diseluruh desa.
Beberapa anak kecil yang sedang bermain disekitar sana melihat adegan pembunuhan tersebut dengan mata
mereka sendiri.
Tatapan beberapa bocah tersebut kini tertuju kearah senjata aneh yang ada di kedua pergelangan tangan seorang pria asing dan terlihat darah menetes dari ujung mata pisaunya.
__ADS_1
Belum sempat mereka berteriak, beberapa bocah tersebut seketika harus menyusul empat pemuda sebelumnya yang sudah terlebih dahulu tewas.
"Ancaman dimasa depan harus dimusnahkan sejak dini..." Gumam Velskud dengan tatapan dingin saat melihat beberapa mayat yang ada dibelakangnya.
Velskud bukan seseorang yang akan membiarkan ancaman dimasa depan, walaupun ia harus dicap sebagai penjahat perang dan kemanusiaan hal tersebut tidak masalah baginya.
Hanya ada tiga belas rumah yang Velskud lihat dan puluhan warga kini menatap kearahnya saat membunuh beberapa orang.
Velskud menyimpan hidden blade kembali dan menyentikan jarinya yang membuat leher semua warga kini terlilit oleh benang Qi miliknya.
Taakkk!!!
Jentikan kedua berbunyi dan seketika puluhan kepala terpisah dari tubuh masing-masing hingga genangan darah mulai tercipta dimana-mana.
Melihat semua penduduk yang kini sudah tewas tanpa perlawanan berarti, Velskud bersiul dan seekor kuda berlari kearahnya kemudian ia tunggangi.
Secarik kertas berwarna merah Velskud keluarkan dari dalam saku baju dan lengsung ia lemparkan dialun-alun desa sebelum pergi menjauh.
Boooommm!!!
Asap hitam membumbung setinggi tiga kilometer. Bahkan getaran juga dapat dirasakan oleh penduduk dari desa dan kota yang ada disekitarnya.
Velskud menghentikan laju kudanya dan melihat kearah desa yang kini sudah berubah menjadi kawah sepenuhnya.
"Kertas-kertas ini sangat berbahaya, beruntung aku mengamankan semua jika tidak..." Velskud menggelengkan kepala dan memacu kudanya kembali menuju tempat berikutnya.
※※※※※
Disebuah kamar dengan segala kemewahanya, terlihat seorang pria dan wanita yang menutup tubuh mereka dengan selimut usai melewati malam panas diantara keduanya.
Brrraaakkkk!!
Pintu kamar tersebut terbuka dan seseorang dengan pakaian ninja masuk kedalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Merasa ada yang mengganggu waktu istirahatnya, pria tersebut membuka matanya dan melihat seorang mata-mata sedang berlutut.
"Beri aku penjelasan yang memuaskan, jika tidak kamu akan tahu akibatnya bukan?" Ucap pria tersebut dengan raut wajah yang kesal kearah mata-mata tersebut.
__ADS_1
Keringat dingin mulai membasahi punggung mata-mata tersebut, ia kemudian menjelaskan tentang kabar yang dibawanya kepada pria tersebut.
"Be-Begini tuan, kaki tangan anda yang ada diKota Putao sudah terbunuh oleh seorang pria asing dan salah satu kamp kini sudah rata dengan tanah..." Mata-mata tersebut menjelaskan dengan nada yang gugup.
Mata pria tersebut langsung menatap tajam mata-mata miliknya setelah mendengar penjelasan tersebut. Ia menggigit ibu jarinya tentang rencana yang dia buat kini dikacaukan oleh seseorang.
"Rencana sepuluh tahun ini tidak boleh gagal, cari orang yang melakukan semua ini dan seret dia kehadapanku.
Aku tidak ingin kata gagal dalam misi ini, apa kamu mengerti?" Ucap pria tersebut dengan nada ancaman kepada mata-mata tersebut.
Mata-mata itu mengeratkan kepalan tanganya dan mengangguk sebelum menghilang dari hadapan pria muda tersebut.
Wanita yang ada disamping pria tersebut bangun ketika mendengar perbincangan tersebut. "Apa ada yang salah sayang?"
Pria itu menengok kearah wanita disampingnya lalu berkata, "Hanya masalah yang diperbuat seekor tikus kecil dan apa kita lanjutkan saja pertarungan semalam?
Wajah wanita itu langsung memerah dan senyuman menggoda ia buat untuk pria tersebut. Beberapa menit kemudian suasana dikamar tersebut menjadi panas antara keduanya.
※※※※※
Berita tentang kejadian malam berdarah Kota Putao dan hancurnya sebuah desa kecil didekatnya, seketika menyebar luas diseluruh Kekaisaran Wei.
Lukisan tentang seorang pria dengan pakaian serba hitam kini terpajang disetiap kota dan sekte. Hadiah yang diberikan untuk kepala pria tersebut sendiri langsung berada pada urutan teratas dengan empat juta tael emas.
Pencarian tentang pria tersebut disampaikan langsung oleh perdana menteri setelah mendapatkan informasi langsung dari kenalanya melalui telepati dan orang tersebut tidak lain merupakan Yun San.
Yun San sendiri kini berada disebuah bekas ledakan siang tadi bersama Liu Mei, Xia Que, Long Jingyi, Liu Hongli dan beberapa kultivator untuk melihat keadaan desa yang sudah menjadi kawah.
Mereka semua tampak tercengang saat melihat potongan-potongan tubuh dari beberapa warga desa yang berserakan disekitar area ledakan.
Tidak ada satupun warga yang hidup untuk mereka tanyai tentang kejadian kemanusiaan didesa tersebut.
Tanpa sengaja Yun San melihat sebuah kertas peledak yang tergeletak ditanah dan tampaknya terjatuh dari pelaku pembantaian ini.
"Sepertinya orang yang sama penyerangan diKota Putao bertanggung jawab dengan kekadian ini..." Ucap Yun San seraya memperlihatkan secarik kertas berwarna hitam dengan tulisan berwarna emas dibagian tengah.
Long Jingyi yang melihat kertas peledak tersebut tampak memiliki rasa penyesalan. "Jika tembakanku tidak meleset dari jantungnya, mungkin ini tidak akan terjadi..."
__ADS_1