
Kekacauan terjadi diseluruh area stadium tempat berlangsungnya pertandingan oleh ribuan orang yang merupakan pasukan pemberontak dan dipimpin oleh Liu Tao.
Para penonton terlihat berlari berhamburan untuk menyelamatkan diri dari para pemberontak yang menebas siapapun tanpa pandang bulu.
Sayangnya beberapa penonton yang tidak sempat menyelamatkan diri akhirnya harus menghadapi ajalnya ditangan para pemberontak.
Namun beberapa penonton yang sudah terkepung tidak tinggal diam dan mulai menyerang balik para pemberontak dengan senjata masing-masing.
Sementara itu Kaisar dan pemilik Asosiasi Lotus sudah dievakuasi walaupun sempat menolak karena anak mereka masih berada ditengah kekacauan tersebut. Namun setelah beberapa Patriak dari aliran putih dan netral membujuk kedua orang penting tersebut, akhirnya mereka setuju untuk dievakuasi.
Beberapa Patriak yang tidak ikut mengevakuasi kedua orang penting tersebut, lalu menyerang para pemberontak bersama-sama.
Yun San dibantu dengan tiga Patriak dari sekte berbeda kini berhadapan dengan ketika Patriak dari sekte aliran hitam yang tergabung dalam rencana pemberontakan.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Yun San yang memiliki ranah jauh diatas ketiga Patriak dari sekte aliran hitam langsung menyerang mereka karena ada hal penting yang ingin dia bicarakan kepada seseorang.
Ketiga Patriak yang ikut dengan Yun San lalu membantu pria tersebut menyerang tiga Patriak dari sekte aliran hitam dan tanpa perlawanan berarti ketiga Patriak sekte aliran hitam tersebut sudah berhasil dikalahkan.
"Sungguh bodoh, hanya orang-orang kecil seperti ini berani membuat keerusuhan." Gumam Yun San seraya menyaksikan beberapa murid dari berbagai sekte yang tengah menghadapi para pemberontak.
Pandangan Yun San beralih kearah seorang pria yang menggunakan dua pedang ditengah arena dan terlihat sedang berhadapan dengan kakak dari salah satu muridnya.
Yun San sekilas tersenyum lalu melesat menyusul tiga Patriak yang sudah terlebih dahulu untuk membantu menghabisi para pemberontak dengan jumlah ribuan tersebut.
Darah terlihat mulai membasahi disekitaran bangku penonton dan membuat aroma amis menyebar diseluruh stadium. Para mayat dari kedua kubu bergelimpangan dimana-mana menyusul dengan mulai meredanya pertempuran saat ini.
Jumlah korban dari kedua belah pihak untuk sekarang sudah cukup banyak yang membuat kerugian besar diantara mereka, terutama dari pihak pemberontak yang sudah jelas kalah kualitas dan hanya menang jumlah diawal saja.
Mental dari pihak pemberontak sendiri kini sudah hampir hilang semenjak terbunuhnya tiga Patriak dari sekte aliran hitam terbesar diKekaisaran Wei.
__ADS_1
Disisi lain Velskud terlihat masih dalam posisi sebelumnya usai menghalangi rencana licik Liu Tao yang ingin membunuh adiknya sendiri.
"Cih! Mengganggu saja. Kalian bertiga, cepat habisi pria cacat itu!" Perintah Liu Tao kepada ketiga anak buahnya karena merasa kesal rencana yang ia buat selama sepuluh tahun dirusak.
Liu Tao juga melihat kondisi pasukanya yang sudah sangat menghawatirkan, dimana mereka kini menjadi alat untuk mengasah senjata dari pihak aliran putih dan netral.
Sementara itu Velskud saat ini dihadapkan dengan tiga orang yang merupakan rekan satu timnya tadi. Ia terlihat biasa saja saat harus mengahadapi tiga orang yang memiliki spesialis dibidang racun.
Bagi orang-orang mungkin racun mereka sangat mematikan namun dimata Velskud, racun hanya seperti mainan anak-anak saja mengingat salah satu kemampuan yang dia miliki.
Melihat sikap Velskud yang tampak tenang, ketiga anak buah Liu Tao menyeringai dan beberapa ide mengerikan mulai terlintas dikepala mereka masing-masing.
Wanita yang sebelumnya membuat kemenangan pertama untuk tim tujuh, terlihat maju diantara kedua rekanya dan mengeluarkan kantung kecil yang sama persis seperti saat pertandingan sebelumnya.
Kantung berisikan racun tersebut langsung dilempar kearah Velskud.
Liu Hongli, Liu Mei, Xia Que, Long Jingyi, dan Wang Tian yang melihat kantung tersebut langsung pergi meninggalkan arena untuk menyelamatkan diri.
Melihat orang yang mengacau rencana miliknya kini terselimuti asap beracun dari anak buahnya, Liu Tao menertawakan orang tersebut dan memuji kegigihanya yang tidak melarikan diri.
Anak buah dari Liu Tao sendiri juga menertawakan tindakan bodoh yang dilakukan orang tersebut karena berani menghadapi racun milik mereka secara langsung.
Sementara itu Velskud yang berada didalam asap beracun tersebut tampak tidak mengalami hal seperti lawan pertanding sebelumnya, dimana mereka semua keracunan.
Sebuah bola air Velskud ciptakan ditanganya. Bola tersebut kemudian berputar dengan cepat dan menyerap semua asap beracun yang mengelilingi tubuh Velskud.
Ketika semua asap beracun sudah berhasil diserap oleh bola air milik Velskud, bola tersebut lalu pecah dan menghilang bersamaan dengan lenyapnya asap beracun.
Beberapa orang yang melihat teknik sederhana untuk menghilangkan asap beracun dengan mudah hanya bisa terpaku begitupula Liu Tao dan anak buahnya.
__ADS_1
Melihat lawanya yang terdiam, Velskud tidak menyianyiakan kesempatan dan melesat dengan sangat cepat kearah mereka sambil memegang kedua pedang kembar Linghun ditanganya.
Craashhh!!!
Gerakan yang tidak bisa diikuti oleh mata manusia biasa Velskud lakukan dan dengan cepat memberikan luka sayatan dileher ketiga anak buah dari Liu Tao.
Tiga orang tersebut menoleh kebelakang dan melihat Velskud yang membelakangi mereka. Ketiganya bisa melihat bilah pedang setengah lingkaran tersebut meneteskan darah segar.
Merasa perasaan dingin dileher mereka, ketiga anak buah Liu Tao memegang leher masing-masing dan mendapati luka sayatan yang mengeluarkan darah segar.
Belum sempat mereka bereaksi untuk menjauh dari Velskud, kepala ketiga orang tersebut tiba-tiba terpisah dari leher mereka yang menyemburkan darah seperti air mancur, sebelum tubuh mereka ambruk.
Liu Tao yang melihat ketiga anak buahnya tewas begitu saja tanpa ia ketahui penyebabnya, lalu menatap kearah Velskud dengan ekspresi wajah terkejut sekaligus ketakutan.
Keinginan untuk melarikan diri seketika terlintas dibenak Liu Tao, namun sebelum ia sempat untuk melarikan dirisebuah fenomena aneh terjadi.
Ribuan pedang energy tampak menghiasi langit dengan mata pedang yang siap menghujam orang-orang dibawahnya.
Bukan hanya Liu Tao saja yang merasa takut melihat ribuan pedang energy menghiasi langit, tetapi semua orang juga ketakutan saat melihat ribuan pedang energy tersebut.
Takkk!!!
Suara jentikan terdengar nyaring ketika Velskud menjentikan jarinya. Begitu jentikan tersebut terdengar, ribuan pedang langsung menghujani orang-orang yang sudah Velskud tandai.
Liu Tao yang melihat beberapa pedang menuju kearahnya berniat untuk menyelamatkan diri, namun kakinya terasa lemas dan tidak menuruti apa yang dia inginkan yaitu kabur.
Jleb! Jleb! Jleb!
"Tidak!" Teriak Liu Tao sesaat sebelum belasan pedang menusuk tubuhnya dan membuat ia tewas tanpa melakukan perlawanan yang begitu berarti.
__ADS_1
Tubuh Liu Tao dan orang-orang yang sudah Velskud tandai ketika terkena pedang tersebut langsung meledak dan menjadi hujan darah disekitar stadium.