
Di suatu kamar yang penuh dengan kemewahan. Tampak tiga wanita yang memiliki ekspresi panik serta kebingungan dengan perubahan pada diri ketiganya.
Wajah yang sebelumnya begitu cantik kini tampak menua seperti wanita berumur lima puluh tahunan dan hal tersebut membuat ketiganya panik.
"Apa yang terjadi dengan wajah kita?"
Ucap seorang wanita yang tidak lain merupakan Mei Yin kepada kedua saudarinya.
"Aku juga tidak tahu, apa karena pill yang kemarin kita konsumsi?" Timpal Ana yang saat ini memeriksa perubahan pada dirinya dari balik cermin.
"Mungkin benar karena pill itu dan sepertinya ada hal yang menghilang dariku tapi entah apa itu." Balas Roxy yang mencoba sebuah skill namun tidak juga berhasil.
Merasa malu dengan paras yang tampak menua. Mei Yin mencoba menggunakan skill Creation untuk membuat pill pemulihan, tetapi skill tersebut tidak bisa ia gunakan.
Ana juga mencoba menggunakan sebuah skill untuk memulihkan dirinya, tetapi nampak gagal walaupun sudah di coba beberapa kali.
Ketiga wanita tersebut belum mengetahui apa yang sedang terjadi kepada mereka dan ketiganya juga melupakan sesuatu namun tidak dapat mengingatnya.
※※※※※
Disisi lain terlihat sepasang kekasih yang tengah beristirahat setelah melakukan perjalanan selama setengah hari untuk menuju suatu tempat.
Terlihat kekasih dari sang pria meminta ijin kepadanya untuk mencari beberapa buah-buahan yang dapat mereka konsumsi di sekitaran sungai.
Kini hanya menyisakan sang pria yang tidak lain merupakan Velskud ditempat tersebut. Velskud mengeluarkan sebuah foto dan terdapat dirinya serta mantan istrinya didalam foto tersebut.
Velskud kemudian melemparkan foto tersebut diperapian yang sedang digunakan untuk membakar dua ekor kelinci yang akan menjadi makan siang dirinya dan Huanran.
Cincin yang selama ini dipakai oleh Velskud akhirnya ia lepas dan merematnya hingga hancur kemudian membuang pecahan cincin tersebut ke perapian.
Satu foto lagi Velskud keluarkan dan terdapat foto dirinya yang tengah tidur dengan kedua putrinya yaitu Liya serta Miya di atas ranjang.
"Liya, Miya, dan tiga saudari kalian. Papa pasti akan membuat mereka menerima hal lebih menyakitkan dari yang sudah kalian rasakan." Gumam Velskud seraya mengepalkan satu tanganya dengan erat.
__ADS_1
Velskud mengangkat wajah kelangit dan tersenyum namun bukan senyuman kebahagian yang terlihat melainkan senyuman yang menyiratkan kesedihan serta penyesalan.
"Aku benar-benar orang tua yang sangat buruk ketika hanya melihat putrinya tewas tanpa bisa berbuat apa-apa dan mengingkari janji untuk melindungi mereka." Tanpa sadar Velskud mengeluarkan air mata dan menyalahkan dirinya sendiri.
Di lain sisi, Huanran terlihat sangat senang dan terlihat membawa keranjang kecil berisikan buah-buahan serta seikat bunga.
"Hihihi, aku tidak sabar melihat reaksi Gege saat menerima bunga dariku nanti." Huanran tersenyum dan terlihat membayangkan ekspresi dari Velskud.
Beberapa saat kemudian Huanran sudah berada dekat dengan Velskud dan berniat untuk mengejutkanya, tetapi setelah melihat pria tersebut tengah bersedih, Huanran mengurungkan niatnya.
Keranjang berisikan buah-buahan dan seikat bunga Huanran jatuhkan begitu saja kemudian berlari menuju kearah pria yang tengah meratapi kepergian putri-putrinya.
Begitu sampai Huanran langsung mendekap Velskud dari belakang dan menutup mata pria tersebut menggunakan sebelah tangan.
"Keluarkan saja semuanya dan jangan menahanya lagi. Aku tahu kamu sudah menahanya untuk waktu yang sangat lama." Ucap Huanran seraya memberi kehangatan kepada Velskud dengan pelukan.
Velskud berteriak melepaskan untuk mengungkapkan semua perasaan yang selama ini dia rasakan. Suara teriakan Velskud membuat tanah sedikit bergunjang dan hewan-hewan yang mendengarnya di buat ketakutan.
"Kalian semua yang ada disana akan menerima akibatnya, siapapun itu aku tidak akan melepaskan kalian semua!"
Huanran yang ada disana hanya bisa memberi kehangatan kepada pria tersebut hingga pada saat Velskud mulai tenang dan tertidur dalam pelukanya.
Setelah Velskud tertidur, Huanran memangku kepala pria tersebut dan membersihkan sisa-sisa darah yang ada disekitar mata serta wajah Velskud.
Mata Huanran tertuju kearah kertas mengkilap yang ada ditangan Velskud.
Huanran kemudian mengambil kertas tersebut dan melihat jika itu sebuah foto yang terdapat Velskud serta putrinya.
"Mereka sangat menggemaskan tetapi harus tewas ditangan orang tuanya sendiri..." Gumam Huanran yang tidak tega saat melihat kejadian sebelumnya.
Sesekali Huanran tersenyum saat melihat foto yang dimana Velskud dan kedua putrinya memakai semacam filter saat mengambil foto tersebut.
Selama lebih dari satu jam Huanran memandangi wajah Velskud yang tengah tertidur dan sesekali ia menyingkap rambut milik pria itu.
__ADS_1
Velskud membuka matanya dan mendapati jika menjadikan paha Huanran sebagai bantal pribadi
saat tidur siang.
Tetapi bukan hal itu yang membuat Velskud terkejut. Tetapi ketika Huanran mendekatkan wajah dan tiba-tiba mencium bibirnya serta menghisapnya untuk sesaat.
"Apa tidur siangmu nyenyak Yang Mulia?" Kata Huanran seraya tersenyum manis kearah Velskud dan terlihat jika ia mencoba menggodanya.
Pipi Velskud menampilkan sedikit rona kemerahan dan pria tersebut langsung menutup mulutnya yang habis dicium oleh Huanran.
"Apa yang kamu lakukan Huanran? Kenapa tiba-tiba melakukanya?" Tanya Velskud yang merasa terkejut dengan keberanian Huanran.
Huanran menyilangkan kedua jari telunjuk dan menempelkanya dimulutnya seraya memiringkan kepala saat melihat kearah Velskud.
"Tentu saja memberikan ciuman pertama kepada suamiku. Aku sedikit iri dengan mereka yang sudah merebut ciuman dan pengalaman pertama darimu." Balas Huanran dengan menampilkan ekspresi kekecewaan.
Velskud tertawa canggung dan mencoba untuk menyingkir dari paha Huanran tetapi wanita itu justru mendekap kepalanya dengan erat.
"Jadi kapan kamu akan menjadikan milikmu seutuhnya Gege?" Tanya Huanran yang terlihat wajahnya menggelap.
Merasa sesak dan mencium aroma yang sangat familiar milik seorang wanita dari Huanran, wajah Velskud semakin memerah dan pikiranya mulai berfantasy dengan liar.
Tetapi karena tidak ingin dikendalikan oleh nafsunya sendiri, Velskud melepaskan dekapan Huanran kepada dirinya dengan sedikit usaha.
"Dengar, tujuan pertama saat kita bertemu untuk menggagalkan kudeta dan bukan melakukan hal itu. Begini saja kita bisa melakukanya setelah menikah dan masalah kudeta selesai, apa kamu setuju?" Velskud mencoba membuat wanita yang sudah mencapai puncak untuk menahan diri saat ini.
Dengan lemas Huanran mengangguk dan menatap Velskud dalam-dalam.
"Baik aku setuju, tapi jika kamu menipuku maka aku akan memberitahu kepada ayah."
Mata Velskud terbuka lebar saat mendengar perkataan terakhir dari Huanran. Ia merasa terkejut jika wanita itu akan mengadukan dirinya kepada kakaknya sendiri.
"Huanran, apa yang kamu maksud..." Sebelum Velskud menyelesaikan perkataanya, Huanran menyumpal mulut Velskud dengan seekor kelinci yang sudah dibakar sebelumnya.
__ADS_1
Huanran kemudian mencium pipi Velskud dan berbisik kepadanya,
"Jika kamu ingin tahu maka buat aku seutuhnya menjadi milikmu Gege..."