Next Journey With My Sistem

Next Journey With My Sistem
Rekan


__ADS_3

Rasa pusing yang begitu hebat kembali menyerang kepala Velskud dan membuat tubuhnya sempoyongan kebelakang. Keringat dingin mulai keluar dari area sekitar wajah dan punggung Velskud.


Empat orang kultivator yang ada dihadapan Velskud mulai mendekatinya dengan menarik pedang mereka masing-masing dan siap menebas kepala miliknya.


Salah satu diantara mereka menendang Velskud hingga jatuh tersungkur. Tawa menghiasi disetiap langkah keempat kultivator saat menghampiri Velskud.


Srrriiinnggg!!! Brrruuukkk!!


Saat sedang tertawa tiba-tiba leher keempat kultivator tersebut mendapat sayatan pedang dan tak lama berselang kepala mereka menggelinding ditanah.


Darah menyembur dari leher keempat kultivator dengan deras sebelum tubuh mereka ambruk ketanah dan membuat kubangan darah.


Velskud yang melihat kejadian tersebut cukup tercengang dan melihat seseorang berpakaian hitam memegang sebilah pedang yang digunakan untuk memenggal kepala keempat kultivator.


Sosok itu menghampiri Velskud dengan perlahan dan membuatnya menjadi waspada. Namun begitu ia mendekat Velskud mulai kehilangan kesadaran dan pingsan.


※※※※※


Esok harinya Velskud terlihat tengah tertidur dibawah pohon. Seorang dengan pakaian serba hitam dan mengenakan tudung menghampiri kearahnya.


Orang tersebut kemudian duduk dan berniat membangungkan Velskud. Namun rasa penasaran tentang sosok dibalik pakaian serba hitam dan tertutup membuat orang tersebut berniat melihat wajah Velskud.


Velskud tiba-tiba terbangun saat merasakan ada orang yang ingin menyentuh dirinya. Ia membuka matanya dan kontak matapun terjadi diantara mereka.


Sepasang mata berwarna ungu dapat Velskud lihat sedangkan orang asing tersebut melihat sepasang mata berwarna biru sapphire milik Velskud.


Kesunyian diantara mereka tidak berlangsung lama saat Velskud mencekik leher orang asing tersebut dan mendorongnya kebelakang.


Kini Velskud berada diatas tubuh orang asing tersebut sembari mencekik leher dan menondongkan sebilah pisau tepat kearah wajah yang terhalang tudung berwarna hitam.


Orang asing tersebut mencoba melepaskan cekikan Velskud kepadanya dan meronta-ronta agar Velskud menjauh darinya.


Wuuussshhhh!!!


Hembusan angin yang cukup kencang membuat tudung milik orang asing tersibak dan menampilkan wajah seorang wanita dengan kecantikan tidak tertandingi oleh wanita manapun.

__ADS_1


Velskud yang melihat wajah wanita itu tidak membuatnya goyah dan tetap melancarkan aksinya.


"Uhuk! Lepaskan aku!" Wanita tersebut merintih kesakitan dan memohon agar Velskud menyingkirkan tanganya dari lehernya.


Namun Velskud tampak tidak bergeming sampai akhirnya dengan tiba-tiba ia ambruk disamping wanita asing yang tidak dikenalinya.


Wanita tersebut menarik nafas dalam-dalam usai terbebas dari Velskud dan ia menemukan pria itu kembali pingsan tanpa dia tahu penyebabnya.


"Uhuk! Dasar sialan!" Umpat wanita cantik tersebut sambil memegangi lehernya yang masih terasa sedikit sakit usai ditahan oleh Velskud.


Dengan kesal ia menyeret Velskud dan mengikat tubuhnya dibawah pohon. Tidak lupa wanita tersebut melucuti pisau-pisau yang tertata rapih dipinggang Velskud.


Setelah melucuti seluruh senjata yang dimiliki Velskud, ia lalu meninggalkanya sendiri untuk menangkap beberapa ikan disungai.


Tidak berselang lama Velskud kembali sadar begitu mencium bau ikan yang sedang dibakar oleh wanita asing dan cantik tersebut.


Menyadari Velskud yang sudah bangun, wanita tersebut menoleh kearahnya dan menawarkan salah satu ikan yang ia bakar kepadanya.


"Apa kamu mau?" Tanya wanita tersebut sembari mengarahkan setusuk ikan bakar kepada Velskud.


Velskud menelan salivanya begitu melihat ikan bakar yang dalam pandanganya ikan tersebut berbicara dan terus menyuruh Velskud untuk memakan dirinya.


Melihat kelakuan pria aneh tersebut, wanita itu menggelengkan dan menghela nafasnya. "Terserah jika kamu mau atau tidak, aku bisa menghabiskanya sendiri...."


Velskud yang mendengarnya tersenyum tipis dan berfikir jika wanita tersebut bisa menghabiskan satu ekor ikan dengan ukuran dua kali lipat dari tubuhnya sendirian, belum lagi dengan sepuluh ekor ikan berukuran sedang.


Namun pikiran Velskud terbantahkan saat wanita tersebut bisa menghabiskan semua ikan yang ada hanya dalam beberapa menit sendirian.


'Gila! Apa perut wanita itu sebuah black hole? Ini tidak mungkin...' Sebelum Velskud menyelesaikan umpatanya ia melihat wanita tersebut melihat kearahnya.


"Sayang sekali ini sudah habis, tapi aku masih saja merasa lapar..." Ucap wanita tersebut seraya melihat kearah Velskud dengan tatapan kelaparaan.


Velskud berusaha keras untuk melepaskan tali yang mengikat tubuhnya karena tidak ingin menjadi sarapan pagi untuk wanita itu.


Usaha Velskud nyatanya tidak membuahkan hasil yang membuatnya semakin panik ketika wanita tersebut mulai mendekat kearahnya.

__ADS_1


Deggg!!!


Velskud merasakan jantungnya berhenti seketika saat melihat kini wanita tersebut tepat duduk disebelah yang membuat Velskud semakin waspada.


"Tujuan kita sama, apa aku boleh bergabung denganmu?" Kata wanita tersebut yang membuat ketegangan diantara mereka seketika hancur.


Mendengar perkataan wanita tersebut membuat Velskud menjadi bingung dan merasa curiga sebab ia melihat jika wanita ini merupakan ketua dari orang-orang yang mengejarnya semalam.


Velskud memilih untuk bungkam dan tidak menjawab pertanyaan wanita disebelahnya. Mau bagaimanapun wanita tersebut sangat mencurigakan baginya.


Melihat Velskud yang tidak bergeming sedikitpun, ia kemudian mengeluarkan beberapa kepala manusia dihadapan Velskud yang dibunuhnya semalam.


"Empat orang kultivator yang tadi malam akan membunuhmu dan enam anak buahku, ini masih belum dengan kultivator lainnya yang kamu biarkan pergi dan target sebenarnya kamu cari diKota Dongjie..." Ucap wanita tersebut dengan nada polos seraya menyentuh salah satu dari sepuluh kepala tersebut menggunakan ranting.


Benar, Velskud bisa melihat kepala orang-orang yang ditemuinya selama penyerangan tadi malam namun ia masih meragukan wanita tersebut.


Velskud melirik wanita disebelahnya dan tidak merasakan niat jahat darinya ditambah tatapan penuh kebencian terhadap seseorang terlihat jelas dimata wanita tersebut.


"Ada alasan khusus kenapa aku ingin bergabung denganmu dan kamu juga pasti membutuhkan informasi tentang dalang dari semua itu dariku, sebab aku merupakan tangan kanannya langsung..." Sambung wanita tersebut seraya mengepalkan tanganya dengan kuat.


Kini Velskud benar-benar tidak mengerti dengan wanita disebelahnya, namun sekilas ia dapat mengetahui jika wanita tersebut tampak memiliki dendam yang mendalam kepada atasanya.


"Velskud..." Ucap Velskud sekilas yang sudah mempercayai wanita tersebut jika tidak akan menghianati atau menjebak dirinya.


Wanita tersebut tersentak saat mendengar jika Velskud merespon perkataanya sebab dari semalam ia hanya mendengar beberapa kalimat yang terucap dari mulutnya.


"Aku kira kamu tidak dapat bicara dan nama Velskud terdengar tidak asing bukan?" Balas wanita tersebut yang terlihat mencoba mengingat nama Velskud namun tidak menemukan jawabanya.


Mendengar perkataan wanita tersebut membuat Velskud menjadi kesal sekaligus waspada namun kewaspadaanya seketika hilang saat melihat wanita itu tampak kesulitan mengingat sesuatu.


"Argh! Aku tidak bisa mengingatnya. Ngomong-ngomong aku Huanran dan kita akan menjadi rekan untuk kedepanya!" Ucap Huanran seraya tersenyum manis kearah Velskud.


※※※※※


Ilustrasi Huanran;

__ADS_1



Nt; Gambar bukan milik author pribadi


__ADS_2