
Velskud tersenyum dan mengalirkan sedikit Qi miliknya untuk melapisi ranting yang ia pegang. Senyuman Velskud seketika menghilang digantikan dengan ekspresi datar.
Melihat perubahan ekspresi yang diperlihatkan oleh Velskud membuat
Yun San menjadi merasa bingung dan disisi lain ia merasa jika ada yang tidak beres disana.
Wushhhh!!! Booommmm!!!
Sebuah ranting melesat melewati sisi wajah Yun San dan terus melaju dengan kecepatan tinggi yang mengakibatkan pohon-pohon dibelakang Yun San langsung hancur.
Yun San yang mendengar dentuman keras ketika pohon ditebang lalu berbalik dan mendapati jika serangan Velskud membuat puluhan pohon hancur.
"Jika tidak ingin menggunakan senjata, aku juga akan melakukanya..." Ucap Velskud seraya meregangkan tulang-tulangnya yang terasa kaku.
Untuk pertama kalinya Yun San membuat ekspresi serius dihadapan muridnya dan ia menatap datar kearah Velskud.
Yun San menjulurkan tanganya dan memberi kode kepada Velskud untuk menyerang terlebih dahulu.
Melihat kode tersebut Velskud tersenyum tipis dan seketika muncul dihadapan Yun San dengan kaki yang siap melakukan tendangan.
"Dasar bocah..." Kata Yun San ketika melihat kaki Velskud yang akan mengenai wajahnya.
Booommmm!!!
Yun San menendang perut Velskud hingga membuatnya terpental kearah danau dan terlihat terpelanting diatas air beberapa kali, sebelum Velskud bisa menyeimbangkan tubuhnya dan beridiri diatas air.
Perbedaan pengalaman dan tingkat kultivasi terlihat diantara keduanya. Jika Yun San mengeluarkan salah satu teknik andalanya, mungkin saat ini Velskud sudah menjadi bubur daging.
"Penguasaan Qi yang sangat baik, namun itu tidak akan merubah apapun disini..." Gumam Yun San yang melihat jika kaki Velskud kini dilapisi oleh Qi.
Sementara itu Velskud memuntahkan seteguk darah. Velskud tersenyum puas saat menemukan lawan yang pantas baginya dan tidak seperti orang-orang sebelumnya.
Ketika Velskud menyeka darah yang ada dibibirnya, tiba-tiba Yun San muncul dihadapanya dan langsung melakukan pukulan kebagian wajahnya.
__ADS_1
Dengan refleks yang baik, Velskud mencoba menahan pukulan tersebut dan hasilnya ia kembali terpental kebelakang dengan kecepatan tinggi.
Belum sampai disitu, Yun San kembali muncul dibelakang Velskud dan menendang punggungnya yang membuat Velskud lagi-lagi terpental.
Merasa kesal sebab dijadikan bola oleh gurunya sendiri, Velskud menyeimbangkan tubuhnya dan melilit tubuh Yun San dengan benang Qi miliknya.
"Hahaha! Kena kau pak tua!" Kata Velskud dengan puas ketika berhasil membuat Yun San terkena jebakan yang ia pasang dalam waktu singkat.
Leher, perut, tangan, dan kaki Yun San kini terlilit oleh benang Qi milik Velskud. Jika Yun San bergerak sedikit saja maka kepalanya akan terpisah dari tubuhnya menurut perkiraan Velskud.
Hal yang mengejutkan terjadi ketika Velskud melihat Yun San tersenyum tipis dan seketika benang Qi yang melilit tubuhnya terputus begitu saja.
"Sayang sekali padahal teknikmu sangat bagus muridku, namun Qi yang kamu miliki masih terlalu cair dan belum cukup kental atau cukup kuat..." Ucap Yun San seraya menggelengkan kepalanya.
Velskud mengangguk dan sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama, namun sampai sekarang Velskud belum bisa mengentalkan Qi miliknya walaupun jumlah Qi yang ia punya tidak terbatas.
Ditengah analisa yang sedang Velskud lakukan, tanpa diduga Yun San menendang perutnya dan membuat dirinya terpental ketepi danau.
"Sepertinya aku akan melatih mereka bertiga dengan keras..." Yun San menghela nafas dan melihat Velskud yang menabrak pohon dengan keras sebelum pingsan.
"Tubuh tingkat berliankah... Aku tidak menyangka jika perkembangan anak itu sangat pesat..." Gumam Yun San seraya mengeratkan kepalan tanganya.
Aura membunuh yang begitu pekat langsung Yun San rasakan dari arah belakang dan membuatnya menjadi sangat waspada.
Saat berbalik dia melihat dua sosok wanita bercadar yang menatap dirinya dengan tajam seraya melepaskan aura membunuh kepadanya.
Wajah Yun San yang sebelumnya sangat tenang dan serius saat melwan Velskud mendadak menjadi pucat dan kakinya kini bergetar hebat.
Menyadari hal yang membuat kedua wanita dihadapanya berniat membunuh dirinya Yun San dengan cepat berniat menjelaskanya.
"I-Ini salah paham, aku dan Velskud hanya latih tanding saja..." Sebelum Yun San menyelesaikan perkataanya, sebilah tebasan energy Qi kemerahan melesat kearahnya.
Booommmm!!!
__ADS_1
Melihat serangan tersebut Yun San beruntung bisa menghindarinya dan ia melihat kearah pemilik serangan tersebut yang tidak lain berasal dari Liu Mei.
"Jangan menghindarinya dan terima kematianmu pak tua!" Kata Liu Mei seraya melayangkan beberapa tebasan energy Qi kearah Yun San.
Dengan lincah Yun San menghindari serangan dari Liu Mei, namun tidak lama ia merasakan jika tubuhnya kini menjadi kaku dan tidak bisa bergerak.
Menyadari apa yang ia tengah terjadi kepada dirinya, Yun San melihat kearah Xia Que yang menatap dirinya dengan mata sepesial miliknya.
"Akui kesalahanmu jika tidak, mungkin kebutuhan Klan dan Sektemu akan berhenti pak tua..." Kata Xia Que dengan lirih namun dapat dengan jelas Yun San dengar.
Wajah Yun San tambah memucat mendengar ancaman tersebut sebab kebutuhan didalam Klan serta Sekte miliknya terancam terhenti.
"Putri Xia Que, kamu tidak bisa melakukan ini kepadaku hanya karena masalah kecil..." Kata Yun San yang memasang wajah sedihnya seperti anak kecil.
Xia Que seketika muncul dihadapan Yun San dan menempelkan bilah pedangnya keleher Yun San seraya berkata, "Aku bisa melakukan apa saja yang ku mau ketika kamu berani melukainya..."
Yun San menelan salivanya dan tidak mengira jika seorang putri orang yang sangat berpengaruh dalam kultivasi para kultivator akan berbuat seperti ini hanya karena seorang pria yan ia suka.
Tak sampai disitu, sebilah pedang kembali menempel dileher Yun San yang berasal dari Liu Mei.
Ia bisa melihat tatapan dari kedua wanita tersebut yang akan mencabik-cabiknya kapan saja.
Tak lama setelah itu teriakan kesakitan terdengar sangat nyaring dari mulut Yun San dan membuat burung-burung berterbangan dari dalam hutan.
Selama penyiksaan tersebut, Yun San hanya bisa menerimanya dengan lapang dada dan mengutuk keras muridnya satu itu.
'Sepertinya aku salah membawa muridku masuk kedalam sekte..." Batin Yun San ditengah siksaan yang terus ia terima dari kedua wanita cantik dihadapanya.
Sementara itu dilokasi Velskud yang tengah pingsan, terlihat Liu Hongli dengan wajah lebam dan tidak berbentuk mengampirinya.
Bisa Liu Hongli lihat dengan jelas bagaimana gurunya tengah disiksa jauh lebih keras dari yang ia terima hanya karena satu orang pria dihadapanya.
"Hiks! Kenapa kamu sangat beruntung saudara Velskud?" Kata Liu Hongli seraya memapah Velskud yang tengah pingsan menuju Long Jingyi yang juga masih pingsan.
__ADS_1
Liu Hongli beberapa kali mendengar gurunya meminta tolong kepadanya dari siksaan yang tidak layak ditonton dan memilih mendoakan nasib dari gurunya tersebut.