
Seorang wanita dengan potongan rambut sebahu dari tim tujuh maju beberapa langkah dan membuat tim lima serta para penonton diluar arena menjadi kebingungan. Velskud sendiri hanya membuka sebelah matanya dan melihat apa yang akan dilakukan wanita tersebut.
Wanita itu terlihat mengeluarkan sebuah kantung kecil dari sakunya dan melemparkan kantung tersebut kearah tim lima yang sudah bersiap untuk menyerang mereka.
Melihat kantung kecil yang dilemparkan oleh wanita dari tim tujuh, seluruh anggota tim lima terlihat menyayangkan tindakan sia-sia tersebut.
Senyuman tipis terukir diwajah wanita tadi ketika melihat kebodohan dari lawanya. Saat kantung tersebut menyentuh tanah, asap putih keluar dari dalamnya dan langsung mengelilingi semua anggota tim lima.
Tim lima yang berada didalam asap aneh tersebut mendadak berteriak kesakitan dan meminta tolong berulang kali bahkan menyuarakan untuk menyerah.
Patriak Kangjian yang mendengarnya langsung bertindak dan menghilangkan asap putih tersebut dengan menyibakan tongkat miliknya, hingga menciptakan hembusan angin yang cukup kuat.
Saat asap tersebut menghilang, seluruh penonton dan peserta lain dapat menyaksikan kondisi tubuh dari seluruh anggota tim lima yang begitu memprihatinkan.
Tubuh mereka tampak melepuh seperti terbakar oleh bara api yang sangat panas dan terlihat darah mengalir dari mata, hidung, telinga. Kelima peserta tersebut juga mengalami batuk-batuk dan dapat dipastikan jika itu bukan batuk biasa, sebab setiap kali mereka batuk maka akan ada darah yang keluar dari mulut kelima peserta tersebut.
Patriak Kangjian segera memanggil bantuan dari para alkemis untuk mengobati seluruh anggota tim lima, yang tampak mengalami keracunan akibat menghirup asap putih sebelumnya.
Setelah semua anggota tim lima dibawa oleh para alkemis meninggalkan arena, Patriak Kangjian lalu menghampiri tim tujuh yang dimana akibat salah satu anggota mereka, seluruh anggota tim lima menjadi dalam bahaya.
"Apa kalian siap menghadapi konsekuensi akibat membahayakan nyawa peserta lain?" Tanya Patriak Kangjian dengan tatapan ketidak sukaan kepada tim tujuh.
Liu Tao yang mendengarnya tertawa beberapa saat sebelum membalas perkataan Patriak Kangjian. "Konsekuensi apa? Lagipula kami tidak melanggar aturan pertandingan yang dimana tidak boleh membunuh lawan." Balas Liu Tao.
Patriak Kangjian tampak tidak bisa berkata apa-apa lagi. Memang benar apa yang diucapkan oleh Liu Tao, namun ia tidak suka saat salah satu anggota dari tim tujuh menggunakan racun dalam pertandingan.
Tetapi karena tidak menyalahi aturan pertandingan, Patriak Kangjian akhirnya tetap mengumumkan tim tujuh sebagai pemenang dalam pertandingan kali ini.
Seluruh penonton tampak menyoraki dan memaki tim tujuh yang mereka anggap sudah melakukan hal curang namun dapat memenangkan pertandingan ini.
Peserta lain juga tampak tidak suka dengan kemenangan dari tim tujuh dan melakukan protes kepada Patriak Kangjian yang tentu saja tidak digubris oleh wasit tersebut.
__ADS_1
Sementara tim tujuh yang mendapat kecaman dari semua orang hanya mengabaikan mereka dan berjalan dengan santai kembali kebangku peserta.
Tatapan dari para peserta menatap dengan tajam kepada tim tujuh yang baru saja kembali. Mereka lagi-lagi melontarkan kata-kata pedas kearah lima orang tersebut.
Velskud disisi lain langsung menyumbat telinganya menggunakan kapas dan membiarkan orang-orang mencanci dirinya serta anggota tim tujuh yang lain.
'Sebenarnya ini arena pertandingan atau kebun binatang?' Batin Velskud saat tadi mendengar teriakan semua orang kepadanya dan anggota yang lain.
Disisi lain Liu Mei terlihat semakin menjadi-jadi dan menyindir tim tujuh khususnya untuk salah satu anggota yang sempat membuat dirinya sangat kesal.
Xia Que, Liu Hongli, Long Jingyi, dan salah satu anggota lain yang bernama Wang Tian juga kini terlihat setuju dengan ucapan dari Liu Mei kepada seluruh anggota tim tujuh.
Huanran yang melihat penghinaan dari semua orang termasuk salah satu wanita dibangku peserta terlihat begitu geram. Jika Velskud mengijinkan dirinya untuk bertindak maka dengan senang hati Huanran akan melakukanya.
'Kenapa Gege begitu pemaaf kepada mereka? Semua orang yang ada disini seharusnya bersyukur, jika tidak...' Batin Huanran seraya mengepalkan tanganya dengan kuat hingga berdarah dan menatap tajam kearah salah satu peserta wanita disana.
Patriak Kangjian yang melihat kegaduhan tersebut langsung mengeluarkan aura kultivasinya untuk menenangkan para penonton dan peserta yang lain.
Hal ini membuat Patriak Kangjian menghela nafas dan memanggil tim sembilan untuk menggantikan tim enam, namun lagi-lagi tim tersebut juga mengundurkan diri.
Hingga pada akhirnya tim sepuluh yang bertanding dengan tim delapan dalam pertandingan babak penyisihan kali ini, dan memutuskan siapa diantara mereka yang masuk dalam empat besar.
Tim delapan dan tim sepuluh memasuki arena pertandingan dengan sambutan baik dari para penonton yang ingin menyaksikan kembali jalanya duel antar tim kali ini.
Para penonton sedikit menyayangkan dengan dua tim yang sebelumnya mengundurkan diri tanpa alasan dan mereka juga kecewa dengan lolosnya tim tujuh tadi.
Namun para penonton tidak dapat melakukan protes kepada Patriak Kangjian setelah merasakan aura darinya dan hanya bisa menonton pertandingan kali ini.
Terlihat diatas arena, tim delapan dan tim sepuluh mulai memposisikan anggota masing-masing serta mengeluarkan spirit mereka.
Pertandingan akhirnya antara kedua tim tersebut dimulai saat Patriak Kangjian menyuruh mereka untuk bertanding.
__ADS_1
Ketika para penonton dan peserta menyaksikan pertandingan yang ada diatas arena saat ini, disisi lain Velskud terlihat sedang memperhatikan pergerakan beberapa orang yang mencurigakan baginya.
Bukan hanya satu atau dua orang saja yang Velskud curigai, melainkan ratusan bahkan ribuan orang yang ada dibangku penonton. Mereka tampak membaur bersama penonton lain, namun ada gerak-gerik yang mencurigakan.
Velskud juga mencurigai beberapa orang dibangku VIP tempat para petinggi setiap sekte berada dan dua tim yang sempat mengundurkan diri tanpa alasan.
'Sistem, berapa jumlah mereka saat ini?'
Tanya Velskud yang dimaksudkan untuk melihat jumlah pasti dari orang-orang mencurigakan tersebut.
( Ding! Mereka berjumlah sekitar delapan ribu orang dan tampaknya menunggu perintah dari seseorang. Sepertinya akan ada serangan kejutan Host! )
'Ya kamu benar dan aku sudah tahu siapa orang yang memimpin mereka, termasuk beberapa orang dibangku VIP.' Balas Velskud seraya melirik kearah Liu Tao yang kini duduk disebelahnya.
Dapat Velskud jika pria disebelahnya tersebut tersenyum tipis dan beberapa kali melirik kearah Kaisar. Sampai akhirnya Velskud mendapat kesimpulan jika pemberontakan akan segera dimulai pada hari ini.
Velskud langsung menyebarkan indra miliknya dan menemukan ribuan orang mendekati wilayah ibukota dalam jarak dua kilometer.
'Huanran, aku tahu kamu mengetahui rencana Liu Tao. Kenapa tidak memberitahuku jika hari inilah penyerangan akan dilakukan?' Tanya Velskud melewati telepati.
'Aku semalam ingin memberitahu Gege, tetapi Gege terlalu bersemangat saat malam pertama kita dan aku jadi lupa.' Balas Huanran yang ingin melakukan pembelaan.
Velskud menghela nafas dan melihat kearah istrinya dibangku penonton yang saat ini terlihat kesal. Ia juga terkejut melihat Huanran yang langsung membuang muka saat tatapan mereka bertemu.
'Baik ini salahku. Sekarang aku ingin kamu mengurus orang-orang yang akan segera tiba di Ibukota, apa kamu bisa?' Tanya Velskud dengan nada menantang kepada Huanran.
'Tentu saja itu hal yang mudah. Jangan samakan aku dengan para wanita lemah itu, istrimu ini bisa melakukan dengan cepat.' Balas Huanran dengan percaya diri.
Huanran segera menghilang dari bangku penonton untuk mencegah bala bantuan yang dipanggil oleh Liu Tao. Tetapi suara Velskud terlintas didalam kepalanya saat dalam perjalanan, 'Setelah masalah ini selesai aku akan memberi sesuatu kepadamu Huanran.'
Mendengar hal tersebut jelas membuat Huanran menjadi senang dan mempercepat perjalanan untuk menghapus bala bantuan milik Liu Tao.
__ADS_1