
Saat ini Velskud sudah keluar dari jalan yang dipenuhi pepohonan dan sedang berjalan melewati jalur perdagangan menuju ibukota untuk menggagalkan rencana kudeta.
Velskud tentu melakukanya karena suatu alasan menyangkut wanita yang sekarang menggandeng tanganya dengan erat dan setiap saat selalu bersenandung.
Tak berselang lama, Velskud melihat rombongan kereta kuda yang memiliki lambang Kekaisaran tengah dicegat oleh sekumpulan bandit gunung.
Saat ingin membantu rombongan tersebut, Huanran menahan tangan Velskud yang membuat pria tersebut menghentikan langkahnya.
"Biarkan saja mereka Gege." Ucap Huanran seraya melihat kearah rombongan kereta kuda Kekaisaran dengan tatapan dan ekspresi yang dingin.
Velskud yang merasakan perubahan sikap Huanran dari ceria menjadi dingin tidak tahu alasan wanita tersebut melakukanya dan hanya bisa melihat dengan heran.
"Baiklah, tetapi rubahlah ekspresimu itu. Kamu jadi terlihat seperti ikan asin."
Velskud sedikit tersenyum dan mencubit pipi Huanran.
Mendengar perkataan dari Velskud, Huanran menggembungkan pipinya dan mencubit perut Velskud sekilas.
"Itu tidak lucu sama sekali." Ucap Huanran seraya menyembunyikan wajah tersipunya dan merangkul lengan Velskud.
Velskud tersenyum dan menggelengkan kepala kemudian hendak berjalan melewati area pertarungan yang sedang terjadi tanpa keinginan untuk ikut campur.
Namun ketika melewati rombongan kereta kuda Kekaisaran yang terlibat masalah dengan bandit gunung. Langkah Velskud dan Huanran terhenti saat seorang bandit mencegat mereka.
"Kamu berdua berhenti disana dan serahkan harta benda kalian..." Belum sempat bandit berbadan kurus tersebut selesai bicara, seutas benang Qi langsung melilitnya.
Craashhh!!!
Darah menyembur deras dikala benang Qi tersebut melilit leher sang bandit dengan lebih kuat lagi hingga membuat kepalanya terpisah dari anggota badan.
"Mengganggu saja." Ucap Velskud sambil menatap mayat bandit tersebut dengan ekspresi dan tatapan datar.
Beberapa bandit yang melihat rekanya tewas dihadapan kedua orang asing langsung berniat menyerang mereka berdua untuk membalas dendam.
Velskud menghela nafas saat melihat sekumpulan bandit berlari kearahnya dengan membawa berbagai senjata ditangan mereka.
Belasan nyawa melayang ketika Velskud mengeluarkan benang Qi miliknya dan membuat para bandit yang hendak menyerang langsung tewas, dengan kondisi tubuh terbelah menjadi beberapa bagian.
__ADS_1
Pintu sebuah kereta kuda yang terlihat lebih mewah dari lainnya terbuka dan seorang wanita keluar dari sana dengan ekspresi bahagia sebab melihat seseorang membantu rombonganya.
"Tuan, terimakasih sudah membantu rombongan kami." Ucap wanita tersebut seraya sedikit membungkuk kearah Velskud dan Huanran.
Velskud hanya mengangguk dan melihat kearah Huanran yang menggenggam tanganya lebih erat lagi, bahkan aura membunuh keluar dari tubuh Huanran.
Huanran mengibaskan salah satu lenganya dan ratusan kupu-kupu berwarna hitam langsung muncul kemudian hinggap dileher setiap orang yang ada disana, baik itu anggota rombongan kereta kuda Kekaisaran maupun beberapa bandit uang masih tersisa.
Semua orang yang dihinggapi oleh kupu-kupu milik Huanran seketika tewas dengan tubuh mengering usai energy kehidupan dan jiwa mereka sudah dihisap.
Kini hanya menyisakan wanita sebelumnya yang memiliki raut wajah ketakutan, setelah melihat kejadian mengerikan dengan kedua matanya secara langsung.
Huanran berjalan mendekat kearah wanita tersebut yang terkulai ditanah dan terlihat ketakutan saat Huanran berjalan kearahnya.
"Siapa kamu? Berhenti disitu sekarang juga! Apa kamu tidak tahu siapa aku? Aku bilang berhenti!" Teriak wanita tersebut yang benar-benar terlihat ketakutan.
Saat sudah berada tepat dihadapan wanita tersebut, Huanran merendahkan tubuhnya dan menjambak rambut wanita itu dengan kuat.
Huanran melepaskan topi yang ia gunakan dan tersenyum tipis seraya berkata, "Apa kamu tidak mengingatku jalang sialan?"
Wanita tersebut kaget melihat wajah yang sangat ia kenali namun terlambat baginya untuk meminta maaf saat Huanran langsung menyerap energy kehidupan dan jiwa miliknya.
Tubuh wanita tersebut yang tampak mengering tergeletak begitu saja ditanah. Huanran tersenyum tipis setelah membunuh wanita itu dengan tanganya sendiri.
Setelah puas melihat mayat wanita tersebut, Huanran yang sebelumnya tersenyum penuh kepuasan langsung merubah ekspresinya menjadi ceria dan berlari kemudian merangkul lengan Velskud.
Disisi lain sudut bibir Velskud berkedut melihat mayat-mayat bergeletakan dimana-mana dan tampak mengering akibat teknik dari wanita yang tampak lugu disisinya.
"Siapa wanita yang kamu bunuh itu?" Tanya Velskud seraya melihat kearah mayat wanita yang tampak mengering akibat ulah Huanran.
Huanran mendongak keatas dan menatap Velskud dengan ekspresi lugu.
"Um, dia jalang milik orang yang akan melakukan kudeta dan aku memiliki sedikit masalah dengan wanita itu."
Velskud mengelus dagunya sambil mengangguk dan memikirkan sesuatu untuk mengisi kebosanan serta rasa jenuh selama perjalanan.
Ia melepaskan rangkulan dari Huanran dan meletakan kedua tanganya dibahu wanita tersebut seraya menatapnya dalam-dalam.
__ADS_1
Pipi Huanran menjadi merona ketika melihat tatapan yang sangat intens dari Velskud. Tubuh Huanran seketika menjadi gemetar dan ia tidak mampu berpikir dengan jernih saat ini.
Hanya ada pikiran tentang melakukan adegan panas antara dirinya dengan Velskud didalam otaknya sekarang.
"Gege, jika ingin melakukan 'itu' lebih baik ditempat tertutup. Aku tidak ingin dilihat orang lain saat melakukan untuk pertamakalinya." Ucap Huanran dengan lirih seperti suara seekor nyamuk.
Salah satu alis Velskud terangkat saat mendengar perkataan Huanran yang cukup membuatnya kebingungan karena tidak mengerti maksud wanita tersebut.
"Hah? Apa yang kamu bicarakan? Aku hanya ingin berlatih tanding denganmu, itu saja tidak lebih." Kata Velskud sambil mengeluarkan pedang milik Huanran yang ia simpan sejak kemarin.
Bagaikan sudah melayang sangat tinggi, pikiran Huanran langsung dihempaskan begitu saja ketanah dan membuatnya sangat terpukul.
Huanran seketika menjadi kesal kemudian berdecih dan berjalan menjaga jarak dari Velskud untuk melakukan latih tanding.
Saat Velskud ingin mengembalikan pedang milik Huanran, wanita itu enggan menerimanya setelah mengingat jika ia sempat menusuk Velskud menggunakan pedang tersebut kemarin.
"Sebelum mulai, aku ingin membuat taruhan dimana yang menang dapat meminta satu permintaan bagaimana?"
Tanya Huanran yang diangguki oleh Velskud.
Huanran tersenyum tipis dan merencanakan sesuatu yang akan dia minta saat menang melawan Velskud dalam pertandingan ini.
Sementara Velskud yang melihat senyuman tipis dari Huanran memiliki firasat buruk tentang hal tersebut, namun karena rasa ingin tahu yang besar Velskud mengabaikanya.
Ribuan kupu-kupu seketika muncul dan terbang kearah Velskud. Tidak ingin tinggal diam, Velskud menggunkan benang Qi untuk menghalau serangga terbang tersebut darinya.
Mata Velskud terbuka lebar ketika melihat saat kupu-kupu itu mati langsung membelah dirinya menjadi dua, dan siklus tersebut terus berulang-ulang hingga jumlahnya kini sangat banyak.
"Gege semangat!" Seru Huanran yang melihat usaha Velskud untuk menghilangkan kupu-kupu miliknya namun justru gagal.
Velskud mengeratkan giginya dan seketika menghilang dari tempat dia berdiri sebelumnya kemudian muncul dibelakang Huanran.
"Kamu sudah kalah Huanran." Kata Velskud yang terlihat menyentuh tengkuk milik Huanran dengan dua jari.
Tetapi perkataan Velskud terbantahkan saat tubuh Huanran lenyap menjadi ratusan kupu-kupu dan tiba-tiba muncul dibelakang dirinya.
"Bukan aku yang kalah tetapi Gege."
__ADS_1
Ucap Huanran seraya memeluk Velskud dengan erat dan tertawa dengan girang seakan mendapatkan hal yang ia inginkan sebelumnya.