
Velskud kini sudah memasuki ibukota dan terlihat berjalan menyusul Huanran yang terlebih dahulu sampai. Saat tengah berjalan melewati jalanan ibukota yang tampak lengang setelah kejadian sebelumnya, ia melihat seorang pandai besi tua yang tengah menutup tokonya.
Mengingat hadiah yang sempat ia janjikan untuk Huanran, Velskud kemudian bergegas menghampiri pandai besi tua tersebut sebelum dia menutup tokonya.
"Permisi, apakah saya bisa membuat pesanan tuan? Saya memiliki desain benda yang akan dibuat." Kata Velskud dengan sopan seraya menunjukan secarik kertas yang terdapat desain sebuah benda.
Pak tua pandai besi yang tengah membereskan daganganya berbalik kearah belakang begitu mendengar suara pria dari sana.
Begitu melihat kebelakang, ia mendapati seorang pria berpakaian hitam yang menyodorkan secarik kertas kepada dirinya.
"Maaf tapi aku tidak bisa dan akan segera menutup tokoku. Tapi jika kamu memaksa, kamu bisa membuatnya sendiri dengan peralatanku disana." Balas pak tua sembari menunjuk kearah peralatan pandai besinya yang ada disekitar toko.
Velskud menengok kearah yang ditunjuk oleh pak tua tersebut dan melihat peralatan pandai besi disana. Tanpa berpikir panjang Velskud mengeluarkan sekantung berisikan beberapa tael emas dan memberikanya kepada pak tua tersebut, ia lalu mulai mempersiapkan alat yang dibutuhkan.
Sebuah cetakan mulai Velskud bentuk sesuai dengan pola yang dia butuhkan. Cetakan yang dibuat olehnya tidak cukup rumit mengingat waktu pembuatan harus cepat.
Setelah cetakan selesai ia buat, Velskud mempersiapkan bahan utama yaitu beberapa logam khusus yang nanti ia akan campurkan menjadi satu. Logam tersebut Velskud beli dari Sistem yang meliputi Tungsten, Osmium, Titanium, Borazon, Berlian, Lonsdaleite, Wurtzite.
Untuk mencairkan semua logam tersebut, Velskud memanaskan tungku perapian hingga suhunya mencapau 4000 derajat celcius. Membuat suhu setinggi itu didunia yang terbelakang ini sebenarnya cukup sulit, namun dengan bantuan dari Sistem hal tersebut menjadi sangat mudah.
Bantuan dari Sistem tentu saja tidak gratis dan Velskud harus membayar sepuluh ribu PS kepadanya hanya untuk memanaskan tungku. Namun karena PS miliknya sudah memiliki sembilan digit, PS sekecil ini tidak terlalu memberatkan bagi Velskud.
Semua logam tersebut akhirnya meleleh dan menjadi cairan berwarna merah. Velskud kemudian menuangkan cairan tersebut kedalam cetakan yang sudah ia buat sebelumnya.
Tidak semua cairan merah yang mendidih Velskud masukan kedalam cetakan, hanya sedikit saja yang ia perlukan untuk memenuhi cetakan tersebut.
Setelah cetakan terisi penuh, kini Velskud tinggal menunggu cairan dari campuran logam yang ia lelehkan agar mengering. Tetapi lagi-lagi Velskud menggunakan bantuan dari Sistem untuk mempercepat proses pengeringan.
Cetakan tersebut Velskud belah menjadi dua bagian setelah proses pengeringan selesai dan terlihat sebuah cincin yang masih kasar terbentuk.
Velskud mengambil cincin tersebut dan membeli tiga permata dari Sistem yang menghabiskan sepuluh juta PS miliknya. Harga yang cukup mahal namun hal ini sebanding dengan kemampuan dari setiap permata tersebut nantinya.
Sedikit cairan dari campuran logam sebelumnya Velskud gunakan sebagai perekat untuk merekatkan ketiga permata tadi dengan cincin.
__ADS_1
Setelah proses perekatan selesai, Velskud mulai memoles cincin berwarna perak tersebut hingga sangat mengkilap dan tidak membiarkan ada permukaanya yang kasar.
'Aku harap dia menyukainya.' Batin Velskud sambil menatap cincin ditanganya dengan senyuman.
( Ding! Tentu saja dia akan senang, malah seharusnya wanita itu bersyukur karena mendapat cincin buatan Host sendiri. )
Velskud tertawa lirih mendengar nada dari Sistem yang seolah kesal. Sempat ia berpikir jika Sistem sepertinya iri, namun Velskud segera membuang jauh pemikiranya tersebut dan bergegas menuju kedai tempat dimana Huanran sudah menunggu dirinya.
"Paman terimakasih sudah memperbolehkanku menggunakan alat pandai besi milikmu." Ucap Velskud sebelum ia berlari meninggalkan pak tua yang tampak diam membisu.
Raut wajah pak tua tersebut tampak tercengang setelah ia melihat bagaimana orang asing tadi membuat sebuah cincin dengan campuran beberapa logam yang dimana sangat sulit. Belum lagi tentang proses pembuatan yang hanya membutuhkan waktu sepuluh menit saja.
Pak tua tersebut kini hanya bisa diam membisu setelah melihat kejadian tidak masuk akal didepan matanya sendiri.
Disisi lain Velskud sudah tiba disebuah kedai dan menemukan Huanran yang tengah menunggunya disebuah bilik kecil tempat dimana mereka akan merayakan kesembuhan wanita tersebut.
Saat berjalan menghampiri Huanran, Velskud merasa ada yang janggal dikedai atau lebih tepatnya bisa disebut dengan restoran mewah tersebut.
Raut wajah para pelanggang dan pelayan tampak ketakutan. Ia juga sempat melihat beberapa orang yang tertancap didinding restoran.
Velskud duduk berhadapan dengan Huanran dan ia melihat beberapa hidangan yang sudah ada diatas meja.
Topi yang ia kenakan Velskud lepas dan menampilkan paras wajahnya yang sudah disembunyikan selama seharian.
"Wah, kamu memesan makanan cukup banyak Huanran." Ucap Velskud sambil menatap hidangan diatas meja dengan mata yang menyiratkan jika ia sangat lapar.
Sepasang sumpit Velskud ambil dan ia ingin mencicipi salah satu hidangan yang ada diatas meja. Namun tiba-tiba Huanran berdehem yang membuat langkah sumpit Velskud terhenti.
Tatapan Velskud yang sebelumnya tertuju kearah makanan diatas meja, kini teralihkan kepada sosok Huanran yang terlihat kesal dan meminta penjelasan darinya.
"Dari mana saja Gege?" Tanya Huanran dengan nada dingin yang membuat bulu kuduk Velskud entah kenapa menjadi merinding.
Tatapan tajam dapat Velskud lihat dari sosok Huanran yang terlihat seperti seorang istri menunggu suaminya sampai larut malam dirumah.
__ADS_1
"Kenapa kamu menatapku seperti itu Huanran? Aku sedikit tersesat tadi." Balas Velskud seraya mengarahkan sumpitnya kearah salah satu hidangan.
Takkk!!!
Sumpit milik Velskud yang hanya berjarak beberapa senti dari hidangan dihentikan oleh sumpit milik Huanran. Hal ini membuat Velskud merasa bingung terhadap sosok istrinya tersebut.
"Gege tidak bisa berbohong kepadaku, katakan yang sejujurnya." Ucap Huanran dengan mode ibu rumah tangga kepada Velskud.
Velskud yang merasa jika ia tidak mengatakan sejujurnya masalah ini akan sepanjang panjang akhirnya memutuskan bertindak.
Ia meletakan sumpitnya kembali dan menyuruh Huanran menjulurkan lenganya sambil menutup mata. Awalnya Huanran sempat ragu namun ia akhirnya mengikuti apa yang diminta oleh Velskud kepadanya.
Sebuah cincin yang Velskud buat sebelumnya ia keluarkan dari dalam inventory dan langsung mengenakanya dijari manis milik Huanran.
Huanran yang merasakan sesuatu dijarinya lalu membuka mata dan mendapati sebuah cincin kini melingkar disana hingga membuatnya terkejut.
Tatapan Huanran beralih kearah Velskud yang terlihat acuh dan sedang mencicipi salah satu hidangan diatas meja dengan ekspresi biasa saja.
Menyadari Huanran yang menatap dirinya Velskud lalu berkata, "Sebenarnya aku sedikit terlambat karena membuat cincin untuk hadiah yang sudah aku janjikan sebelumnya dijalan. Maaf jika cincin itu sedikit buruk karena aku baru pertamakali membuatnya."
Mendengar penjelasan dari suaminya, Huanran mendekap cincin tersebut dan menatap Velskud yang tengah asik mencicipi makanan.
Brukkk!!!
Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, Huanran langsung melompat kearah Velskud dan menciumnya dengan lembut. Terlihat dari sudut mata ia menitikan air mata yang menyiratkan betapa bahagianya Huanran sekarang.
Velskud yang tiba-tiba dicium langsung ambruk kebelakang dan beruntung bilik yang disewa oleh Huanran agak luas hingga membuat tidak terbentur kedinding penyekat.
Penghalang segera Velskud siapkan untuk berjaga-jaga didalam bilik tersebut dan ia segera membalas ciuman yang diawali oleh Huanran.
...****************...
Illustrasi Hadiah Huanran:
__ADS_1
Note; Gambar bukan milik Author pribadi!