Next Journey With My Sistem

Next Journey With My Sistem
Pemilihan Kelompok


__ADS_3

Genderang yang terdapat dibeberapa sisi arena mulai ditabuh. Suasana yang awalnya begitu ramai mendadak menjadi sunyi didalam arena pertandingan tersebut.


Begitu suara genderang berhenti, seorang pria tiba-tiba muncul ditengah arena dan dengan sekali lihat dapat dipastikan ia bukanlah kultivator biasa.


Pria yang tampak memiliki usia empat puluh tahun tersebut mulai memperkenalkan dirinya sebagai wasit dalam pertandingan kali ini. Tetapi semua orang tahu siapa pria itu sebenarnya yang tidak lain adalah Patriak Kangjian dari Kuil Cahaya.


Tidak ada yang meragukan jika Patriak Kangjian menjadi wasit dipertandingan ini, mengingat ia berasal dari aliran netral yang tidak memihak pada siapapun. Walaupun beberapa murid dari Kuil Cahaya juga mengikuti pertandingan kali ini, ia akan tetap adil saat menjadi wasit.


Patriak Kangjian kemudian menyapa para penonton dan peserta yang hadir, lalu dilanjut menyapa para petinggi dari beberapa sekte yang hadir. Sampai ia akhirnya menyapa Kaisar yang terlihat duduk bersebelahan bersama pemilik


Asosiasi Lotus.


Setelah menyapa penonton dan tokoh penting diKekaisaran Wei, Patriak Kangjian mulai memberitahu peraturan yang harus dipatuhi oleh semua peserta.


Peraturan tersebut meliputi tidak boleh saling membunuh sesama peserta baik disengaja atau tidak, tidak diperbolehkan bermain curang, dan peserta akan didiskuilifikasi saat keluar dari arena.


"Baik kita mulai saja pertandingan kali ini. Pertandingan pertama yaitu babak penyisihan. Semua peserta harap membuat beberapa kelompok berisikan lima orang, dan hanya empat kelompok yang dapat melanjutkan kebabak selanjutnya." Seru Patriak Kangjian kepada seluruh peserta.


Para peserta langsung membuat dan mencari anggota masing-masing. Mereka tentu saja langsung menawarkan diri untuk membuat kelompok bersama Xia Que, Liu Mei, Long Jingyi, dan Liu Hongli.


Velskud yang duduk disamping Liu Hongli tentu saja terdesak dan dipaksa keluar dari sekelompok peserta tersebut. Ia tentu saja kesal karena mendapat perlakuan tidak mengenakan seperti itu.


Namun Velskud memilih untuk menyingkir dari sana karena suara yang sangat berisik. Dia sekarang hanya duduk sendirian disudut bangku peserta.


Dari sana Velskud melihat peserta yang mengerumuni empat orang tersebut mulai menjauh saat ada satu peserta ditunjuk menjadi anggota mereka.


Peserta yang tidak mendapatkan kesempatan bergabung dengan mereka memutuskan membentuk kelompoknya masing-masing.

__ADS_1


Velskud sendiri terlihat tidak mencari atau bergabung dengan peserta lain dan memilih duduk sambil menunggu adanya kelompok yang mengundang dirinya.


Benar saja, terlihat seorang pria mendekati Velskud dan mengajaknya untuk bergabung dengan kelompok yang ia baru saja ia bentuk.


"Tuan, saya lihat kamu belum bergabung dengan kelompok manapun. Bagaimana jika kamu bergabung dengan kelompok miliku?" Ucap pria yang menawarkan kepada Velskud dengan ramah.


Velskud membuka mata dan melihat orang yang menawarinya untuk bergabung. Saat Velskud melihat sosok pria tersebut, suara Huanran terlintas dikepalanya.


'Gege, pria itu yang kita cari selama ini.'


Ucap Huanran yang melakukan telepati kepada Velskud saat melihat sosok pria tersebut.


Velskud yang mendengar suara telepati dari Huanran kemudian melihat kearah istrinya tersebut yang terlihat memiliki ekspresi dan tatapan dendam kepada pria dihadapanya.


'Aku mengerti, tapi hilangkan ekspresi dan tatapan yang terlihat menakutkan itu darimu.' Balas Velskud yang membuat Huanran segera kembali terlihat normal.


Melihat ajakan dari targetnya sendiri untuk bergabung, Velskud hanya mengangguk dan diajak bertemu dengan anggota yang lain.


Pria yang mengajak Velskud tidak lain merupakan Kakak dari Liu Hongli dan ia memiliki nama Liu Tao. Dari penampilan dia terlihat cukup tampan dan terlihat ramah, namun bagi beberapa orang semua itu palsu.


Liu Tao sebenarnya ingin menduduki posisi sebagai putra mahkota karena ia merasa yang paling tua, tetapi mengingat dia anak dari selir Kaisar dan tidak seperti Liu Hongli yang merupakan putra dari permaisuri, tampaknya hal tersebut sia-sia saja.


Ia mulai memperkenalkan dirinya kepada Velskud dan ia juga memperkenalkan tiga orang yang juga ada didalam kelompok tersebut.


Velskud hanya mengangguk dan saat diminta untuk memperkenalkan diri, ia hanya menunjuk tenggorokanya saja yang membuat Liu Tao dan anak buahnya salah mengartikan dan mengira Velskud tidak dapat bicara.


Mengira Velskud yang tidak dapat bicara, Liu Tao dan anak buahnya tampak tidak mempermasalahkan hal tersebut. Mereka terlihat tetap ramah kepada Velskud dan tidak menjelekan dirinya.

__ADS_1


Setelah semua peserta membuat kelompok masing-masing, Patriak Kangjian memberikan nomor urut disetiap kelompok.


Kelompok yang Velskud ikuti mendapatkan nomor urut tujuh sementara untuk Liu Hongli dan kelompoknya mendapat nomor urut tiga.


Patriak Kangjian kemudian memanggil kelompok dengan nomor satu dan dua untuk memasuki arena. Kedua kelompok yang dipanggil tersebut lalu memasuki arena dan mendapat dukungan dari para penonton.


Untuk kelompok satu terlihat dipimpin oleh seorang biksu muda Kuil Cahaya dan memiliki anggota yang berasal dari dua sekte berbeda yaitu, Sekte Naga Emas dan Sekte Bunga Lotus.


Sementara kelompok dua memiliki seorang ketua yang berasal dari Sekte Bulan Sabit begitu pula dengan para anggotanya. Mereka terlihat sudah merencanakan untuk membuat kelompok yang berasal dari satu Sekte saja dan enggan mencampurnya dengan peserta berbeda Sekte.


Kedua kelompok mulai membentuk formasi masing-masing dan mengeluarkan spirit dibelakang mereka dalam berbagai bentuk. Namun bentuk yang paling banyak berasal dari kelompok dua, dimana mereka mengambil satu bentuk spirit yang sama yaitu Cicada.


Sementara kelompok satu memiliki bentuk spirit yang bervariasi seperti, Naga, Belalang Sembah, Bunga Lotus, Bunga Mawar, dan Seekor Singa.


Sebelum pertandingan dimulai, Patriak Kangjian mengingatkan kembali tentang peraturan sebelumnya kepada kedua kelompok yang akan bertanding.


"Pertandingan pertama antara kelompok satu dan dua dimulai!" Seru Patriak Kangjian seraya sedikit menjauh


dari arena tempat pertandingan akan berlangsung.


Beberapa petugas mulai mengaktifkan array yang membuat kubah transparan dan mengelilingi arena pertarungan untuk melindungi para penonton.


Aura kultivasi yang lebih besar mulai dilepaskan oleh kedua kelompok untuk mengintimidasi satu sama lain dan memiliki fungis agar mental lawan turun.


Bentrokan aura antara kedua kelompok bisa dirasakan oleh orang-orang yang berada diluar arena. Semua penonton mulai mengomentari ranah dari peserta yang berada diatas arena, dan untuk pihak dari masing-masing sekte mulai menyombongkan diri mereka.


Sementara untuk Velskud yang mengetahui ranah dari para peserta diatas arena, hanya menggelengkan kepala sebab rata-rata masih berada diranah awal.

__ADS_1


Sedangkan untuk para peserta yang duduk menunggu giliran bertanding, Velskud juga melihat hal sama namun ada beberapa peserta yang ia sendiri tidak ketahui ranah kultivasinya yaitu Liu Tao dan anak buahnya, Liu Mei serta Xia Que.


'Sepertinya mereka menyembunyikan ranah masing-masing, sama seperti Huanran. Tetapi kultivator dimasa sekarang tampaknya belum ada yang melebihi tahap dunia abadi.' Batin Velskud saat memeriksa tanah kultivasi semua orang disana.


__ADS_2