
Setelah menghilang dari kerumunan sebelumnya, Velskud berlari melewati atap-atap rumah untuk menghindari pengejaran yang dilakukan oleh para gadis sebelumnya.
Velskud mengedarkan panca indranya untuk mencari keberadaan Yun San dan yang lain, hingga akhirnya lokasi mereka sudah Velskud ketahui dan ia langsung menuju kesana.
Sebuah penginapan sudah Velskud datangi yang mana terdapat guru dan rekanya didalam. Tanpa berlama-lama Velskud masuk kedalam dan disuguhkan dengan area bar milik penginapan.
Pandangan Velskud menyisir tempat itu dan menemukan tiga orang yang ia cari sedang memakan pesanan mereka disudut ruangan.
Waktu Velskud sedang berjalan menghampiri Yun San dan yang lain, seseorang terlihat duduk namun ia menjulurkan kakinya seakan menghadang Velskud untuk lewat.
Melihat seseorang menghadangnya, Velskud tersenyum tipis dan lewat begitu saja. Saat lewat, Velskud sengaja menginjak kaki orang itu hingga suara retakan terdengar nyaring didalam bar.
Krakkk!!!
Salah satu kaki orang yang menghadang Velskud terlihat patah dan dia berteriak kesakitan sambil memegangi kakinya yang sudah patah.
"Arggggh! Sialan, berani-beraninya kamu mematahkan kakiku! Apa kamu tidak tahu siapa aku sialan!" Teriak pria yang kakinya dipatahkan oleh Velskud.
Velskud terlihat tidak menghiraukan pria yang berteriak kepadanya dan berjalan dengan santai menuju guru serta kedua rekanya.
Srrriiiinnggg!!!
Sebuah jarum melesat kearah Velskud dan dengan mudah ia tangkap dengan dua jari saja. Velskud melihat jarum yang dilesatkan kearahnya dan melihat jika jarum itu terdapat racun mematikan.
"Pria sialan! Berani-beraninya kamu melukai kekasihku!" Teriak seorang wanita yang terlihat membantu kekasihnya.
Wanita itu tidak lain yang melesatkan jarum kearah Velskud dan berniat untuk membunuhnya karena sudah melukai pria sebelumnya.
Velskud berbalik dan melihat seorang wanita tengah menatapnya serta membawa beberapa jarum disela-sela jari untuk menyerangnya.
Kraakkk!!!
"Kamu harusnya berhati-hati dengan benda tajam seperti ini nona..." Kata Velskud seraya mematahkan jarum yang digunakan oleh wanita itu untuk menyerangnya.
Wanita itu terlihat kesal dan berdecih lalu melesatkan delapan jarum beracun kearah Velskud dengan kecepatan yang lebih dari sebelumnya.
__ADS_1
Serangan jarum beracun wanita itu dengan mudah Velskud tangkap dan langsung ia simpan kedalam saku pakaianya sebagai koleksi.
Tatapan Velskud yang sebelumnya biasa saja kini berubah menjadi dingin kepada wanita itu. Kemudian Velskud menjentikan jarinya dan muncul benang-benang Qi keemasan yang melilit tangan, kaki, badan, serta leher gadis itu.
Tubuh gadis itu kini terangkat keatas dan terjerat oleh benang-benang Qi yang Velskud ciptakan semalam saat sedang berlatih didalam dunia jiwa miliknya dengan susah payah.
Benang-benang Qi terlihat membuat tubuh wanita itu sedikit mengeluarkan darah dan ia bahkan merasakan perih yang luar biasa.
"To-Tolong lepaskan aku tuan, aku akan melakukan apa saja..." Wanita itu tampak memohon agar Velskud melepaskan benang-benang Qi yang melilit tubuhnya.
Velskud tersenyum tipis dan menarik sehelai benang Qi yang ada dihadapanya dengan jari telunjuk seraya berkata, "Kalau begitu matilah..."
"Eh?" Seketika benang-benang Qi yang melilit tubuhnya menguat dan membuat wanita itu tewas dengan mata terbuka yang mengeluarkan air mata.
Brukkk!!!
Setelah wanita itu tewas, Velskud menghilangkan benang-benang Qi miliknya dan membuat mayat wanita itu jatuh lalu dipeluk oleh kekasihnya.
"Tidak-tidak jangan tinggalkan aku sayang..." Kata seorang pria yang memeluk kekasihnya dengan erat seraya menitikan air mata.
Tatapan marah bercampur benci ia arahkan kepada Velskud yang terlihat tidak memiliki perasaan menyesal karena sudah membunuh kekasihnya.
"Aku akan menyiksamu sampai mati sialan!" Teriak pria itu seraya berlari tertatih-tatih kearah Velskud dengan sebilah pedang ditanganya.
Velskud menghindari serangan pertama pria itu dengan satu langkah saja dan ia balik menendangnya hingga pria itu terhempas kemudian menabrak meja makan yang sudah ditinggal pengunjung sebelumnya.
Brukkk!!!
"Uhuk! Sialan!" Pria itu tampak mengerang diatas meja seraya memegangi dada karena beberapa tulang rusuknya patah.
Dengan tekad untuk membalaskan dendam kekasihnya yang sudah tewas, pria itu bangkit dengan tubuh gemetaran dan berjalan memghampiri Velskud.
"Matilah!!!" Teriak pemuda itu seraya mengangkat pedangnya untuk menebas Velskud yang terlihat diam tidak bergeming sama sekali.
Jlebbbb!!!
__ADS_1
Sebuah tangan terlihat menembus dada pria itu dan menggenggam benda yang terus berdenyut. Mata pria itu melebar dan ia memuntahkan seteguk darah sebelum akhirnya tewas dengan tubuh bersandar pada Velskud.
"Di kehidupan selanjutnya semoga kamu menajalaninya dengan baik bersama kekasihmu..." Bisik Velskud kepada pria itu didetik-detik terakhirnya.
Velskud lalu menarik tanganya dari tubuh pria itu dan membuatnya ambruk dengan darah yang mulai mengalir membasahi lantai.
Para pengunjung yang melihat kejadian ini terlihat diam membisu dan tidak menyangka akan melihat kejadian dimana sepasang kekasih tewas dihari perayaan seperti ini.
Mereka lalu melihat kearah Velskud yang masih berdiri dan menggenggam sebuah benda berdenyut ditanganya. Hal ini membuat para pengunjung menelan saliva mereka.
Sementara para pelayan yang juga terlihat tercengang langsung membersihkan kekacauan tersebut dan membawa mayat sepasang kekasih dari tempat itu.
Velskud dengan santai lalu menghampiri Yun San dan yang lain lalu duduk dengan mereka tanpa merasakan perasaan bersalah.
Yun San yang sebelumnya melihat bagaiama Velskud membunuh terlihat curiga dengan kemampuanya, namun untuk saat ini dia tidak ingin membicarakan hal itu dan menunggu waktu yang tepat.
Sementara Liu Hongli dan Long Jingyi yang baru pertamakali melihat pembunuhan menjadi mual terutama saat melihat benda berdenyut yang Velskud genggam saat ini.
"Bi-Bisa kamu jauhkan benda yang kamu dari kami saudara?" Ucap Liu Hongli yang tidak tahan melihat benda ditangan Velskud.
Velskud mengangguk dan mulai memakan benda yang ia pegang seperti memakan buah apel dan menikmati setiap darah yang keluar seperti meminum jus.
Melihat Velskud yang menikmati benda ditanganya membuat Liu Hongli dan Long Jingyi langsung mual lalu pergi menuju kamar mandi. Bahkan sosok Yun San juga terlihat mual, namun ia menahanya agar tidak muntah.
"Kenapa kamu memakanya Velskud?" Tanya Yun San yang entah mengapa menjasi canggung ketika melihat bagaimana Velskud menikmati makananya.
Velskud mengangkat sebelah alisnya dan melihat kearah Yun San dengan mulut bersimbah darah.
"Ini enak, apa kamu mau guru?" Balas Velskud seraya menyodorkan benda ditanganya yang hanya terisa separuh dan mengeluarkan darah.
Dengan cepat Yun San menolak tawaran dari Velskud dan menyuruhnya untuk menghabiskan sendiri dengan alasan sudah kenyang setelah memakan pesananya tadi.
Velskud dengan wajah polos dan tidak berdosa melanjutkan memakan benda yang ada ditanganya seperti cemilan dan menikmati setiap gigitan.
Para pengunjung yang juga melihat bagaimana Velskud memakan benda itu
__ADS_1
menjadi mual bahkan beberapa pengunjung langsung muntah ditempat.
Tentu saja mereka tidak melihat wajah Velskud yang tertutup dan jika para pengunjung tahu, maka mereka tidak akan menyangka.