
Acara perayaan atas kesembuhan Huanran berjalan dengan lancar walaupun sempat terjadi situasi canggung diantara keduanya, dimana Huanran selalu menatap Velskud dengan curiga sebab ada hal yang disembunyikan oleh suaminya tersebut.
"Aku tanya sekali lagi, apa ada hal yang Gege sembunyikan dariku?" Tanya Huanran selepas ia selesai menyantap makanan miliknya.
Begitu mendengar pertanyaan Huanran, Velskud meletakan sumpit dan menyeka noda makanan dimulutnya kemudian menatap sosok Huanran dihadapanya.
"Apa yang kamu bicarakan? Jangan berpikir yang tidak-tidak, lebih baik kita segera membayar semua ini dan pergi."
Balas Velskud yang mencoba mengalihkan pembicaraan diantara mereka berdua.
Huanran menghela nafas dan mengangguk lalu melangkah keluar seraya berkata, "Baiklah, aku yang akan membayar semuanya sesuai perkataanku tadi."
"Baguslah." Timpal Velskud yang membuat sebelah alis Huanran berkedut. Ia tidak menyangkan jika suaminya akan benar-benar membiarkan dirinya membayar semua makanan yang mereka makan berdua.
Huanran menggigit bibirnya dan memakai cadar kembali lalu bergegas pergi menuju kasir meninggalkan Velskud sendirian disana.
Saat Huanran sudah pergi, senyuman yang Velskud buat menghilang. Pria itu tampak melihat kembali tangan kirinya yang kini dibalut oleh perban dan tampak menahan rasa sakit.
"Kenapa wanita itu bisa dengan cerobohnya memiliki teknik yang dapat melukai dirinya sendiri." Gumam Velskud sambil melihat perban yang ada ditelapak tanganya mulai menghitam akibat terkena darah dari luka sayatan.
Velskud mengepalkan tanganya dan melangkah keluar dari bilik tersebut.
Pandangan Velskud menyisir area sekitarnya untuk menemukan Huanran dan saat melihat sosok istrinya, ia berjalan menghampirinya.
Langkah Velskud tiba-tiba terhenti saat seorang pria berpakaian ala bangsawan menghentikanya dengan membawa beberapa pria kekar dibelakangnya.
"Hei! Wanitamu sebelumnya sudah menyakiti salah satu anak buahku, aku ingin konpensasi atas perbuatanya darimu!" Ucap bangsawan dengan nada keras kepada Velskud yang jelas-jelas berada tepat dihadapanya.
Velskud yang awalnya menatap lantai lalu mengangkat wajahnya dan melihat kearah seorang pria tambun dihadapanya. Dua orang pria kekar seperti seorang pengawal dan satu pria kurus dengan wajah babak belur juga Velskud lihat dibelakang pria tambun.
__ADS_1
"Konpensasi apa yang kamu inginkan?"
Velskud bertanya dengan nada malas. Ia tentu tidak ingin membuang waktu dengan sekumpulan orang marah dihadapanya setelah dia mengisi perutnya.
Mendengar perkataan dari Velskud, bangsawan tersebut menoleh kearah Huanran yang sedang membayar makanan sebelumnya, sambil menatap tubuh menggoda wanita tersebut dengan mesum.
Bangsawan tersebut tersenyum dan menjilat bibirnya seraya berkata,
"Berikan wanitamu kepadaku dan masalah ini tidak akan aku perpanjang lagi."
Mendengar perkataan bangsawan dihadapanya, Velskud tersenyum tipis dan memberikan pukulan mentah kepadanya hingga membuat bangsawan tersebut terpental dan menabrak meja salah satu pelanggan hingga hancur.
Empat orang pria yang merupakan anak buah bangsawan tersebut saat melihat tuanya tiba-tiba terpental sontak kaget sebab tidak melihat gerakan Velskud.
Para pengunjung dan pelayan yang mendengar suara keributan langsung melihatnya sambil menjaga jarak agar tidak terlibat mengingat siapa pria tambun itu.
Dengan gerakan cepat Velskud melumpuhkan keempat anak buah bangsawan sebelumnya dengan membuat mereka pingsan kemudian menghilang dan muncul diatas tubuh pria tambun tetsebut.
"Maaf, tapi bisakah kamu mengulangi perkataanmu barusan? Aku tidak terlalu memperhatikan tadi."
Seteguk darah keluar dari mulut pria tambun dan darah juga tampak mengalir dari hidungnya yang terlihat sudah patah akibat terkena tinju mentah milik Velskud.
"Sialan! Apa kamu tidak tahu siapa..." Sebelum bangsawan tersebut menyelesaikan perkataanya, sebuah tinju mentah kembali Velskud layangkan kepadanya.
Tinjuan yang Velskud layangkan tidak hanya sekali melainkan berulangkali tanpa henti, hingga membuat wajah pria tambun itu dipenuhi oleh bercak darahnya sendiri.
Bercak darah mulai membasahi tangan kanan yang Velskud gunakan untuk memberi pelajaran kepada pria tambun itu. Bercak darah bahkan mengenai pakaian dan area topeng yang Velskud kenakan.
Orang-orang yang melihat kejadian tersebut tidak dapat melakukan apapun termasuk Huanran sekalipun. Huanran tidak mengetahui apa yang membuat suaminya tampak kesal dan jelas mustahil baginya untuk menghentikan aksi Velskud.
__ADS_1
Namun aksi Velskud dapat dihentikan ketika suara seorang pria menyuruhnya untuk berhenti menghajar pria tambun yang ingin melecehkan istrinya walaupun jelas sangat mustahil.
"Hentikan itu segera atau kamu akan menjadi musuh Kekaisaran Wei!" Seru Liu Hongli yang baru saja datang bersama tiga orang wanita dan seorang pria, setelah mendengar informasi dari seorang prajurit tentang kejadian ini.
Velskud menghentikan aksinya dan bangkit dari atas perut pria tambun dibawahnya. Namun bukanya benar-benar berhenti atas ancaman dari Liu Hongli, Velskud justru menginjak milik pria tambun tersebut hingga terdengar suara telur pecah dan teriakan kencang dari pemiliknya.
Melihat ancamanya tidak berhasil, Liu Hongli memerintahkan beberapa prajurit yang ada diluar restaurant untuk mengepung sosok misterius tersebut.
Tombak dari para prajurit diacungkan kearah leher Velskud dan dapat menusuknya kapan saja jika pria itu melakukan gerakan sedikitpun.
"Hahaha! Bangsawan zaman sekarang memang benar-benar hina, menggunakan kedudukanya untuk mengancam warga sipil." Velskud menyeringai dan melirik Liu Hongli yang tampak kesal kepadanya.
Liu Hongli yang tersulut emosinya ingin menyerang pria asing itu namun tiba-tiba dihentikan oleh Yun San.
"Ingat, dia yang sudah menolong kita saat kericuhan terjadi diarena." Yun San mencoba mengingatkan Liu Hongli agar tidak gegabah menyerang pria asing disana.
Liu Hongli terpaksa meredam emosinya saat diingatkan oleh Yun San, namun emosinya kembali tersulut begitupula dengan Liu Mei, Xia Que, dan Long Jingyi saat pria asing tersebut berbicar kembali.
"Anak-anak manja seperti kalian tidak akan tahu bagaimana rasanya hidup susah seperti para rakyat jelata, seharusnya kalian bersyukur dan bukanya menyombongkan diri." Ucap Velskud yang melanjutkan perkataanya tadi.
Setelah mengatakan hal tersebut, Velskud tiba-tiba menghilang dan muncul dihadapan Liu Mei yang sebelumnya menghinanya saat diarena.
"Tutup mulutmu dan berhentilah mengatakan hal yang omong kosong." Ucap Velskud seraya melangkah keluar restaurant melangkahi empat lima orang yang tidak asing baginya.
Huanran yang melihat suaminya pergi segera menyusulnya, namun ketika hendak melewati kelima orang tersebut ia berhenti sejenak.
"Pria tua disana, seharusnya kamu mengajari hal dasar seperti tata krama kepada muridmu sebelum membawa mereka kedunia luar. Jika bukan kenalan dari suamiku maka nama kalian akan terukir dibatu nisan esok hari. " Kata Huanran seraya melangkah pergi.
Yun San yang mendengar ucapan wanita bercadar termenung sebelum akhirnya sadar siapa pria asing sebelumnya, sedangkan keempat muridnya belum mengerti.
__ADS_1
Ketika Yun San hendak menyusul mereka, kakinya tiba-tiba terasa sangat berat dan tidak mau bergerak sesuai kehendaknya. Ia melihat kearah wanita sebelumnya dan sadar jika dia yang membuatnya tidak dapat bergerak, bahkan sebuah isyarat ia terima agar tidak membicarakan kebenaran untuk saat ini.