Next Journey With My Sistem

Next Journey With My Sistem
Gadis Dengan Sifat Yandere


__ADS_3

Disisi lain Huanran yang telah selesai membersihkan diri keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya tengah memandangi sesuatu dari balik jendela sembari meminum secangkir kopi.


Pandangan Huanran beralih mencari sarapan yang ia kira sudah disiapkan oleh Velskud untuknya. Namun dia tidak menemukan satupun makanan diatas meja.


Huanran yang merasa sudah ditipu lalu menghampiri Velskud. "Gege, mana sarapanku?" Ucap Huanran seraya menarik-narik pakaian suaminya.


Untuk kedua kalinya Velskud tersedak saat meminum kopi. Namun kali ini akibat Huanran yang tiba-tiba mengejutkan dirinya dari belakang.


Velskud meletakan cangkir kopinya dijendela dan mencubit pipi Huanran.


"Tentu saja kamu yang harus menyiapkanya. Bukankah kamu istriku sekarang Huanran?" Kata Velskud sembari memainkan pipi Huanran.


Wajah Huanran sempat menjadi kesal namun mengingat ia sudah menjadi seoeang istri, raut wajahnya langsung tersipu dan kembali ceria kembali. Huanran mengangguk kepada Velskud dan mengenakan cadarnya kemudian pergi untuk memesan makanan.


( Ding! Bukanya Host bisa membeli makanan dari Sistem dan tidak perlu merepotkan nona Huanran? )


Mendengar perkataan dari Sistem, Velskud berpura-pura tidak mendengarnya dan meminum kopinya kembali, karena ia baru ingat akan hal itu sebab terlalu fokus melihat kerumunan kultivator dijalanan.


Saat Velskud sedang bersantai sembari menunggu Huanran. Tiba-tiba ia mendengar suara dentingan pedang dan melihat beberapa kultivator terlempar keluar dari pintu masuk dengan tubuh yang tidak utuh.


Velskud dapat melihat jelas kondisi para kultivator tersebut dari jendela yang memperlihatkan suasana jalan utama.


Ia juga melihat orang-orang mulai mengerumuni mayat para kultivator tersebut dan membawa mereka pergi.


"Apa yang sebenarnya terjadi dibawah sana? Apa ini ulah Huanran?" Gumam Velskud yang merasa kejadian ini ada sangkut pautnya dengan Huanran.


Tetapi pemikiran Velskud seperti terbantahkan saat melihat Huanran masuk kedalam kamar dengan membawa senampan makanan, dan tidak terlihat ada goresan dipakaianya.


Kondisi Huanran tampak baik-baik saja


dan memiliki ekspresi yang tampak begitu tenang seperti tidak mengetahui apa-apa dengan kejadian sebelumnya.


"Gege kemarilah kita makan bersama."


Ajak Huanran sembari menyiapkan makanan yang ia bawa diatas meja dengan hati-hati.

__ADS_1


Velskud akhirnya memutuskan untuk tidak berfikir lebih lanjut karena hal ini juga bukan urusanya dan ia kemudian menghampiri Huanran yang sudah menunggunya.


Saat duduk dikursinya, Velskud melihat beberapa makanan dimeja dan dua arak yang dipesan oleh Huanran untuk mereka berdua. Begitu melihat arak tersebut Velskud mengambil milik Huanran dan menghabiskanya segera.


Velskud kemudian membuat gumpalan air dijari telunjuk dan mengisi gelas milik Huanran dengan air tersebut lalu memberikanya kembali.


Melihat hal yang dilakukan Velskud, Huanran tersenyum canggung karena tidak sengaja memesan arak tersebut sebab memiliki urusan kecil sebelumnya.


Huanran dapat melihat tatapan tajam dari Velskud yang seakan siap untuk mencabik-cabik dirinya. Hal tersebut membuat Huanran menelan salivanya dan tertunduk sembari memakan makananya.


'Ini semua gara-gara mereka membuat Gege marah kepadaku!' Batin Huanran dengan kesal saat menghadapi situsi dimana ia mendapat tatapan tajam dari Velskud.


"Jelaskan." Kata Velskud dengan lirih namun bagi Huanran suara tersebut seperti terompet yang memanggil nyawanya untuk segera dicabut.


Huanran meletakan alat makanya dan menceritakan apa yang terjadi hingga ia membeli arak untuk dirinya padahal sudah dikecam oleh Velskud.


"I-itu, sewaktu aku memesan sarapan untuk kita berdua. Sekelompok pria menggodaku dan karena tidak nyaman aku memberi pelajaran kepada mereka. Tetapi karena aku kesal membuatku tidak sengaja memesan minuman semalam." Ucap Huanran sembari menundukan kepala dan meremas pakaiannya.


Huanran terlihat ketakutan jika Velskud akan marah dan kecewa lalu meninggalkanya karena ia mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya.


Melihat respon dari Velskud terlihat acuh yang sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, Huanran malah salah mengartikanya dan mengira pria tersebut benar-benar membencinya.


Huanran tiba-tiba saja menangis dan meratapi nasibnya karena mengira akan segera ditinggalkan Velskud saat baru saja menjalin ikatan sebagai suami istri.


Disisi lain Velskud yang tengah sarapan tentu saja kaget dan merasa bingung dengan istrinya. Ia lalu membawa Huanran kedalam pangkuanya dan merasa khawatir.


Huanran tiba-tiba memeluknya erat dan menangis dengan kencang. "Gege, aku minta maaf. Hukum aku saja tapi jangan pergi meninggalkanku."


Mendengar perkataan dari Huanran membuat Velskud menyimpulkan jika istrinya tersebut mengira ia akan meninggalkanya hanya gara-gara salah memesan minuman.


Velskud hanya bisa tertawa saat ini dan membuat Huanran justru menangis semakin kencang sambil mengeratkan pelukan kepadanya.


Karena merasa jika tangisan Huanran akan terdengar oleh orang lain dan ia dituduh melakukan hal-hal aneh. Velskud kemudian menenangkan Huanran dan mengatakan jika ia tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Tetapi Huanran justru tidak percaya dan membuat Velskud langsung membungkam mulut wanita tersebut dengan sebuah ciuman.

__ADS_1


Huanran mengerjapkan matanya dan berhenti menangis. Ia terkejut jika Velskud akan menciumnya tiba-tiba. Huanran memejamkan mata dan merangkul leher Velskud seraya menikmati ciuman yang sedang berlangusng.


Tidak berselang lama ciuman tersebut Velskud akhiri saat Huanran sudah cukup tenang dan tidak menangis seperti sebelumnya.


"Sudah tenang?" Tanya Velskud sembari menyeka sisa air mata diwajah Huanran.


Huanran mengangguk dan berkata, "Bisakah Gege menyuapiku makan?"


Terlihat jika Huanran tampak ragu-ragu meminta hal tersebut kepada Velskud.


Velskud mencubit pipi Huanran dan mulai menyuapi istrinya yang manja tersebut sembari memangkunya ketika sedang sarapan.


Beberapa saat berlalu dan keduanya sudah menghabiskan semua hidangan diatas meja. Saat ingin pergi, langkah Velskud dihentikan oleh Huanran yang memintanya untuk menggendongnya.


"Kenapa kamu jadi manja seperti ini?" Velskud mendesah namun tetap menggendong Huanran menuju meja resepsionis untuk pergi dari penginapan tersebut.


"Memangnya kenapa? Lagipula aku hanya manja dengan Gege saja." Balas Huanran sembari mencium pipi Velskud beberapa saat.


Velskud menggelengkan kepala dan mememakai topinya begitu halnya dengan Huanran yang mengenakan cadarnya kembali, kemudian beranjak dari kamar tersebut.


Saat turun kelantai satu, Velskud mendapati tatapan semua orang kearahnya namun hanya mengabaikan mereka karena menganggap tidak terlalu penting.


"Nona, saya ingin membayar sewa kamar semalam dan membayar sedikit kerusakan yang terjadi disana." Ucap Velskud dengan nada yang halus.


Huanran yang tidak nyaman dan merasa cemburu saat mendengar nada Velskud kepada resepsionis tersebut, lalu menatap kearah resepsionis itu dengan tatapan dingin.


Melihat wanita bercadar yang digendong oleh pria asing dihadapanya, resepsionis tersebut tertawa canggung dan menolak Velskud untuk membayarnya.


"A-Anda tidak perlu membayarnya tuan, sebab hari ini merupakan hari jadi penginapan." Balas resepsionis yang berdalih setelah mengingat kejadian Huanran sebelumnya. Ia tentunya tidak ingin berurusan dengan wanita yang begitu mengerikan, namun anehnya sangat lunak dengan pria asing tersebut.


Velskud sempat bingung dengan ucapan yang disampaikan oleh resepsionis tersebut, tetapi ia lalu pergi dan mengucapkan terimakasih.


"Sepertinya ada yang aneh, bukankah begitu Huanran?" Tanya Velskud seraya berjalan meninggalkan penginapan.


"Entahlah." Balas Huanran sambil tersenyum dan memeluk Velskud yang tengah menggendongnya menuju kesuatu tempat.

__ADS_1


__ADS_2