Nga

Nga
ADYATMA


__ADS_3

ADYATMA.


Di bumi pertiwi nan indah ini berdiri suatu kerajaan yang memiliki alam yang subur dan makmur Akan tetapi rakyat kerajaan itu hidup di dalam kesengsaraan dan kemiskinan. Korupsi terjadi dimana-mana, kelaparan pun menimpa rakyat-rakyat kecil dan perampokan, pencurian, penindasan menjadi hal yang umum di negara ini. Nama negara ini sangat berlawanan dengan kondisi negara saat ini, dan  nama negara ini adalah ADYATMA. Kata ADYATMA sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti anugerah hidup. Raja Antar selaku raja pertama sekaligus pendiri dan pemberi nama kerajaan ADYATMA yang dikenal sebagai raja yang bijak dan adil. Dibalik arti nama kerajaan ADYATMA terselip sebuah harapan sang Raja Antar, yaitu supaya kerajaan ini nantinya bisa memakmurkan rakyat dan menjadi anugerah hidup bagi rakyat negara ADYATMA.


Melihat hal yang terjadi di negara ADYATMA. Sang pangeran Balinda, putra pertama dari 2 anak raja Agra selaku raja saat itu(raja ke4) kerajaan ADYATMA, bertekad dalam hati.


 “ suatu saat , saat aku menjadi raja negara ini, entah bagaimanapun caranya akan kutumpas seluruh kejahatan dinegara ini. Akan kupimpin negara ini menuju kesejahteraan yang menyeluruh.” Tekad sang pangeran kecil yang saat itu baru berusia 10.


Balinda sering menghabiskan waktunya untuk bermain bersama rakyat biasa.


suati hari, ketika Pangeran sedang bermain dengan temannya yang hanya rakyat miskin di sebuah lapangan.


"Tuan muda, Tuan Muda. apa yang tuan muda lakukan disini? apa tuan muda bermain dengan rakyat biasa lagi?." Tegur seorang Kasim yang tiba-tiba datang menghampiri pangeran.


"iya, aku memang bermain dengan temanku yang seorang rakyat biasa!. memang kenapa? mereka juga manusia!." Bantah pangeran ciliki kita.

__ADS_1


"maaf pangeran, tapi kita itu beda kasta!. mereka hanyalah anak dari rakyat biasa, sedangkan pangeran. pangeran adalah calon pewaris tahta yang mulia raja." Ujar Kasim tersebut pada Balinda yang mencoba menghasutnya.


"kamu salah! manusia semuanya sama! setara!. yang membedakan manusia adalah baik atau buruknha sifat mereka, bukan jabatan atau kekayaam!." Bentak Balinsa kecil pada kasim tersebut.


"hm, kalo begitu maaf kalo saya bertindak kasar." Ujar Kasim yang segera menyerey Balinda kecil untuk pulang.


"tidak mau! lepaskan!." Teriak Balinda sambil meronta-ronta.


melihat temannya diperlakukan seperti itu, seorang anak pun marah dan melempar Tanah ke arah Kasim tersebut.


tak terima akan hal itu, sang kasim tadi lantas menyeret anak tersebut dan segera mengeluarkan perinta eksekusi.


pangeran pun terus menerus murung di kamar sejal hari itu.


hingga akhirnya datang sesosok orang tuan bertemu dengan seorang Jenderal bernama Bana, di sebuah loronh istana.

__ADS_1


"kenapa pangeran terlihat sedih?." Tanya Bana dengan lembutnya.


"heh, aku tak mau bicara padamu!. semua orang dewasa saja! selalu membedakan status oramg dari jabatan dan kekayaan." Ujar Balinda Kecil yang ngambek.


"pangeran, tidak semua berpikir begitu kok. aku yakin masih ada orang diluar sana yang berpikiran sama seperti pangeran, contohnya aku. asal pangeram tahu, istriku dulunya rakyat biasa lho." Jelas Bana pada Balinda kecil dengan lemah lembut.


"oh? benarkah?. tapi jika kamu orang baik, kenapa diam saja melihat para kasim berbuat jahat?." Tanya Balinda kecil dengan polosnya.


"aku pun sedih karena tidak bisa melakukan apa-apa!. makanya, suatu saat kalo pangeran Balinda menjadi raja, pangeran harus jadi pemimpin yang baik ya." Pesan Bana yang mencoba menghibur Balinda.


"iya, pasti itu!. Jenderal!, gimana kalau kamu menjadi pengawal pribadiku?. aku akan minta ayah kalo jenderal setuju." Tawar Balinda.


Bana berjalan pergi dengan memberi isyarat tanda setuju.


Balinda kecil pun segera meminta ayahnya untuk membuat Jenderal Bana menjadi pengawalnya.

__ADS_1


walau awalnya ditolak, tapi karena dukungan para kasim yang berpikir dengan menjadikan Bana seorang pengawal akan membuat mereka semakin mudah memanipulasi kekuasaan, Raja pun akhirnya setuju.


Bana akhirnya dijadikan pengawal pangeran Balinda dan terus menjaganya sengan setia.


__ADS_2