Nga

Nga
KEKAISARAN JALU


__ADS_3

Keesokan harinya seluruh rakyat ADYATMA dan juga bekas rakyat PASTIKA diminta berkumpul di halaman Istana ADYATMA, untuk mendengar pengumuman dari Raja Balia.


Halaman istana penuh dengan lautan manusia dari segala golongan. Mulai dari para pejabat, orang kaya, pedagang, sampai rakyat biasa, Semua berkumpul di sana. Setelah semua berkumpul, orang yang paling dinanti di sana akhirnya keluar yaitu sang raja naga yang bijak, raja Balinda.


Raja Balinda keluar dengan pakaian biasa dan itu membuat banyak orang menjadi bingung. Melihat hal itu Balinda berkata “ wahai rakyatku, hari ini aku akan membuat pengumuman yang sangat penting. Dan lebih dari itu, pasti banyak di antara kalian yang bingung dengan pakaian yang kukenakan ini.” Sembari memegang pakaiannya. “Tujuanku mengenakan pakaian yang seperti ini adalah untuk memberikan contoh pada kalian semua, bahwa kita semua sederajat. Tak peduli apa jabatanmu, tak peduli berapa kekayaanmu, semua itu hanya pekerjaan kalian. Tapi selain itu kita semua sama, kita semua sederajat.” Tegas balinda diikuti dengan tepuk tangan dan sorakan rakyatnya. 


“ dan tujuanku meminta kalian berkumpul di sini adalah untuk memberitahukan bahwa kerajaan ADYATMA sudah tidak ada lagi, yang ada adalah kekaisaran JALU. Prinsip kekaisaran JALU adalah semua setara di mata hukum. Dan Misi kekaisaran JALU adalah mempersatukan seluruh kerajaan yang ada di daratan ini menjadi satu, di bawah satu panji yaitu kekaisaran JALU. Serta kenapa nama ADYATMA dihilangkan?, adalah untuk menandakan berakhirnya dendam di masa lalu, dan membuka lembaran baru. Sehingga dapat menciptakan persatuan yang kuat.” Ujar raja Balinda dengan penuh semangat, diikuti dengan sorak-sorai para rakyat, yang menandakan persetujuan mereka.


Hampir seluruh orang di sana setuju, dengan misi raja mereka. Acara pun diakhiri dengan makan bersama, sebagai tanda kesatuan dan persatuan. Dalam acara makan tersebut tidak ada perbedaan kasta dan kekayaan. Yang ada hanya rakyat kekaisaran JALU, bahkan raja Balinda pun turut makan bersama rakyat-rakyat kecil di acara ini.


Berita tentang berdirinya kekaisaran JALU menyebar dengan Luas. Banyak kerajaan yang menentang hal tersebut, tetapi ada pula yang  mendukung serta berniat untuk bergabung.


Daratan ini terdiri dari 4 wilayah, yaitu selatan, utara, timur dan barat. Di selatan terdapat 3 kerajaan besar yaitu ADYATMA, PASTIKA, DAN MAHOGRA. Di utara terdapat 2 negara besar yaitu AYAMA, DAN RUTOKA. Di timur sendiri punya 4 negara besar yaitu LUMERA, BROMOSI, BADRATI, CUKMI. Di barat ada 3 negara besar yaitu HUTOYA, DUROMA, dan RUKUMO. Serta banyak negara-negara kecil di berbagai wilayah.


Mendengar hal ini beberapa kerajaan membentuk aliansi untuk meruntuhkan kekaisaran JALU, yaitu MAHOGRA, AYAMA, LUMERA, CUKMI, dan RUKUMO. Sedangkan kerajaan yang setuju dengan misi kekaisaran JALU adalah BROMOSI, dan HUTOYA.


Langkah pertama yang dilakukan kerajaan BROMOSI dan HUTOYA untuk menyatakan niatnya bergabung adalah dengan berkunjungnya Raja mereka ke kekaisaran JALU. Tepatnya seminggu setelah kekaisaran JALU resmi berdiri. Kedatangan kedua raja kerajaan  tersebut, disambut dengan hangat oleh rakyat kekaisaran Jalu.


Sesampainya di istana kekaisaran JALU, mereka disambut oleh Balinda dan ke empat saudaranya. “ silahkan masuk, raja Brodi dari kerajaan BROMOSI dan raja Humari dari kerajaan HUTOYA.” Ujar Balinda dengan sopan. Kedua raja itu pun masuk ke istana dan di pandu menuju aula Istana Kaisar, dan mereka duduk satu meja dengan Balinda.


“wahai Raja Brodi, dan Humari yang aku hormati. Aku telah mengetahui niat kalian untuk bersatu dengan Kekaisaran JALU.” Ujar Balinda sebagai pembuka kata.


“ tetapi aku harus memberitahukan, bahwa dengan bergabungnya kerajaan BROMOSI dan HUTOYA maka anda akan kehilangan Jabatan kalian sebagai Raja dan di sini hukumlah yang berkuasa, dan dimata hukum semua orang setara entah itu rakyat kecil, orang kaya, pejabat negara, bahkan sang kaisar, tidak ada yang bisa melanggar hukum, semua setara!.” Lanjut Balinda.


“aku telah siap kehilangan gelar raja, jika kamu berani menjamin kekuatan Hukummu dan keadilannya.” Ujar Brodi


“ sudah menjadi tugas kaisar untuk mengawasi jalanya hukum di negaranya. Aku berani yangmenjamin bahwa hukum di sini adil tanpa pandang bulu, siapa lawannya.” Tegas Balinda 

__ADS_1


“ baiklah, aku percayakan Rakyat kerajaan BROMOSI kepadamu.” Ujar Raja Brodi sembari melepas mahkotanya.


“maaf Kaisar Balinda. Sebelum aku resmi menyerahkan rakyatku kepadamu aku ingin melihat hukum yang engkau bicarakan.” Ujar Raja Humari.


“ silahkan saja,” ujar Balinda. “ saudaraku tolong temani tamu kita berkeliling Kekaisaran.” Pinta Balinda kepada Hari. 


Hari pun menemani sang tamu, melihat serta menilai jalannya hukum di kekaisaran JALU. Memang bisa dilihat dan di rasakan bahwa rakyat Kekaisaran JALU hidup sejahtera. Seakan takjub dengan apa yang dia lihat Raja Humari pun berkata. “ sungguh aku bisa merasakan kebahagiaan semua orang di sini, apa yang sudah kalian lakukan agar bisa seperti ini?” 


Menanggapi apa yang di katakan oleh sang tamu, hari pun berkata “ semua keadaan ini bisa tercipta bukan karena kami para pejabat, kami para pejabat kekaisaran hanya mengawasi, semua ini terjadi karena kesadaran dan ketaatan seluruh elemen, kepada  hukum yang berlaku. Kami memang mengawasi, tapi kami tetap tak lepas dari kesalahan, hal yang anda lihat bisa terjadi karena seluruh elemen dalam kekaisaran ini saling berusaha melengkapi, dan mengingatkan satu sama lain.”


Mendengar jawaban dari Hari, sang Raja Humari pun sempat termenung beberapa saat. “ tuan, tolong antar saya ke Kaisar Balinda.” Pinta Raja Humari.


Sesampainya di sana Sang raja Humari, langsung tunduk kepada Kaisar Balinda, seraya berkata. “ hamba, sebagai Raja kerajaan HUTOYA. Bersedia dengan ikhlas sepenuh hati, menyerahkan dan melepas gelar hamba sebagai Raja serta Rakyat HUTOYA kepada kekaisaran JALU. Serta bersumpah setia pada kaisar.”


“aku terima tanggung jawab ini, dan menunjukmu sebagai penegak hukum di bekas Wilayah kerajaan HUTOYA.” Ujar Balinda sembari membangunkan Humari.


“engkau adalah mantan Raja di sana, tentu engkau lebih tahu tentang keadaan di sana dibandingkan yang lain. Dan juga aku melihat sikap peduli pada rakyat yang begitu besar pada dirimu, dan engkaulah yang paling pantas memegang jabatan tersebut.” Jelas kaisar Balinda.


Mendengar hal itu, Humari berterima kasih dan segera pergi ke kamarnya. Tak lama berselang datang Sarpa untuk melapor strategi yang sudah ia susun dan beberapa informasi situasi saat ini.


“ hai Sarpa, ada perkembangan apa?.” Sapa Balinda pada adiknya.


“ kakak, aku ingin melapor kondisi serta rencana selanjutnya.” Ujar Sarpa.


“katakanlah.” Balinda


Dengan wajah serius Sarpa mengeluarkan Sebuah Peta Daratan Jalu ini. Seraya berkata.“ jadi begini kakak, aku mendapat kabar bahwa MAHOGRA, AYAMA, LUMERA, CUKMI, dan RUKUMO, telah membentuk aliansi dan negara sisanya yaitu RUTOKA, BADRATI, DUROMA, BROMOSI, serta HUTOYA masih bergerak individu.” 

__ADS_1


Balinda tiba-tiba menyela. “ adiku, aku punya kabar baik. BROMOSI dan HUTOYA telah bergabung dengan kita.”


Wajah Sarpa yang tadinya serius, berubah menjadi sedikit lebih santai dan gembira.


“wow, itu kabar yang sangat menggembirakan kakak, dengan begini kita mendapatkan sebuah tambahan kekuatan untuk melawan aliansi musuh.” Ujar Sarpa.


“ adiku, lebih baik kita bahas rencana besok saja. Kamu harus lebih santai, jangan terlalu serius.” Ujar balinda.


Tiba-tiba seseorang menepuk pundak Sarpa. “ benar sekali apa kata kakak Balinda, jangan tanggung semua beban sendiri, kamu tidak sendirian.” Ujar Hari yang datang tiba-tiba.


“ setuju, malam ini kita akan minum-minum sampai pagi dan membuat kak Sarpa santai dan menikmati hidup.” Ujar Andaka yang datang dengan membawa arak.


“betul saudaraku, kau harus santai. Untuk masalah rencana, kita bicarakan bersama besok.” Ujar Hasti.


Mereka berlima pun menghabiskan waktu dengan minum sampai pagi.


Sementara itu aliansi MAHOGRA, AYAMA, LUMERA, CUKMI, RUKUMO tengah melakukan pertemuan, yang diadakan di kerajaan LUMERRA. Pertemuan tersebut di hadiri oleh masing-masing Raja dari kerajaan tersebut.


“baiklah, raja-raja terhormat sekalian. Sesuai dengan tujuan pertemuan ini, yaitu untuk meresmikan nama aliansi kita, serta membahas langkah kita selanjutnya.” Ujar Raja luru selaku raja kerajaan LUMERA serta tuan rumah dan pemimpin pertemuan tersebut.


“hmm, bagaimana jika kita menyebut nama aliasi kita dengan sebutan aliansi MALCUMO, dari singkatan Mahogra, Ayama , Lumera, Cukmi, Rukumo. Bagaimana pendapat kalian?.” Usul raja Mira selaku Raja kerajaan CUKMI.


“ ya, bagiku itu tidak terlalu penting. Yang penting kita punya satu tujuan dalam Aliansi ini.” Ujar raja Marin selaku raja kerajaan MAHOGRA.


“ya memang, sebuah nama adalah doa, serta identitas sesuatu. Tapi aku pikir idemu tidak buruk Raja Mira.” Ujar raja Ruka selaku raja kerajaan RUKUMO.


“baiklah, jika semua setuju, aku pun tak masalah. Jadi mari jawab langkah selanjutnya.” Ujar raja Ayara selaku raja kerajaan AYAMA.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan pembicaraan tersebut., dan membicarakan perihal langkah yang diambil selanjutnya.


__ADS_2