
setelah kembalinya Jenderal Hari, Jendera Hasti,Jenderal Andaka, Pangeran Williamn dan juga Dewi Penyihir Caroline.
untuk menyambut mereka, Kaisar Balinda serta Rakyat Kekaisaran Jalu mengadakan Perayaan.
pesta pun di adakan di seluruh kekaisaran JALU.ditengah pesta Jenderal Hari yang biasanya senang dengan pesta, terlihat merenung dan lesu sendiran. kaisar Balinda menyadari hal ini pun mengahmpiri Jenderal Hari.
"Hei, adik. pesta ini di adakan untuk mu dan yang lainnya, lalu kenapa salah satu tokoh utama pesta malah di sini dan merenung?. jika ada masalah ceritalah padaku, aku kakakmu kan?." Tegur Kaisar Balinda pada Jenderal Hari yang terlihat merenung sendirian.
"aku sedang memikirkan kata terakhir dari Bloody sang Noblese, perkataan dia terus terngiang dikepalaku." Keluh Jenderal Hari.
"hmm, memang apa yang dia katakan?." Tanya Kaisar Balinda.
"dia mengatakan sesuatu tentang Ramalan, dan berkata padaku bahwa diluar sana banyak yang lebih kuat darinya. aku takut, jika aku tak pantas lagi berada disampingmu yang berambisi untuk menjadi raja dunia ini." Curhat Jenderal Hari.
"ha ha ha, benarkah?. dunia memang luas, kita bagai katak dalam sumur saja. ha ha ha. tapi kamu sepertinya sudah berubah ya?." Ujar Kaisar Balinda pada Jenderal Hari.
"berubah apanya kak Balinda?." Tanya Jenderal Hari.
"Hari yang ku kenal tak pernah gentar oleh tantangan atau masalah yang ada di depan sana. kalau kamu ragu, apakah bisa mendapingiku dan membantuku menjadi raja dunia, maka kamu terlalu memandang rendah dirimu adikku." Ujar Kaisar Balinda.
"maksudnya kak?." Tanya Jenderal Hari.
__ADS_1
" jadi gini. apa kamu ingat, ketika aku menyatakan keinginanku untuk menyatukan daratan ini?." Tanya Kaisar Balinda pada Jenderal Hari.
"tentu saja aku ingat kak. itu masih melekat erat di pikiranku." Jawab Jenderal Hari dengan tegasnya.
"lalu bagaimana perasaanmu ketika aku mengatakan impianku dulu?." Tanya Kaisar Balinda.
"tentu saja senang, dan berapi-api." Jawab Jenderal Hari.
"lalu, apa kamu ingat perjalanan kita sampai bisa seperti ini?." tanya Kaisar Balinda kembali pada Jenderal Hari.
"Tentu saja. kita semua melewati masa senang dan sulit bersama." Seru Jenderal Hari dengan nada penuh semangat.
"ya kak, kamu benar. aku tak sendirian mendukungmu, masih ada yang lain. terima kasih kakak Balinda sudah mengingatkanku." Ujar Jenderal Hari pada Kaisar Balinda.
"Aih, kalian ini dicari-cari ternyata sedang di sini." Cetus Jenderal Andaka yang datang bersama dengan Jenderal Hasti, Ahli Strategi Sarpa, Pangeran William, Dan Dewi Penyihir Caroline.
"ha ha ha, maaf-maaf. aku habis mendengarkan curhatan hati Adik Hari." Sahut Kaisar Balinda.
"eh, ada masalah apa memangnya kak Hari." Seru Jenderal Hasti.
Kaisar Balinda pun menceritakan hal yang di bicarakan dengan Jenderal Hari tadi.
__ADS_1
Setelah selesai bercerita.
"ha ha ha ha, tak kusangka kak Hari akan gelisah karena perkataan Si Bloody itu." ledek Jenderal Andaka pada Jenderal Hari.
"emm, sebenarnya guru Jean pernah berkata tentang ramalan yang kemungkinan sam dengan yang dimaksud oleh sang Noblese Bloody." Cetus Dewi Penyihir Caroline dengan wajah ragu-ragu.
"eh, memang apa isi ramalannya?." Tanya Kaisar Balinda.
"umm, aku tak bisa mengatakannya karena akan melanggar kehendak langit. yang jelas jika kita ingin menyampai tujuan Kaisar Balinda, maka keenam orang pendukungnya harus bisa lebih menguasai Chi." Ujar Dewi Penyihir Caroline.
"eh? chi? apa itu, kaka ipar?." Tanya Jenderal Hari dengan Antusias.
"Chi adalah suatu tenaga dari alam yang bisa diubah menjadi kekuatan. aku hanya tahu dasarnya." Jelas Dewi Penyihir Caroline.
"eh, bisakah kamu ajarkan Chi pada kami?." Pinta Kaisar Balinda.
"maaf, aku tak bisa. aku sendiri hanya tau sedikit tentang Chi. jika kamu ingin belajar, guru Jean pernah mengatakan bahwa ada seorang Master Chi di sebuah pulau tak berpenghuni tak jauh disebelah tenggara dari kerajaan Jo Empire." Jelas Dewi Penyihir Caroline.
"ah....kalau begitu ayo kita kesana." Ajak Jenderal Andaka.
"eh, tunggu dulu...." Teriak Caroline.
__ADS_1