
Kaisar Balinda dan Pangeran William akhir sampai ke tempat Roger si penghianat.
"ha ha ha. akhirnya sampai juga kalian, aku sudah hampir bosan menunggu. kamu pasti kaisar Balinda kan?, hm mm. sayang sekali, seorang yang berbakat sepertimu harus menjadi musuh ku, begini saja. aku beri kamu kesempatan, menyerahlah dan tarik mundur pasukanmu. maka aku tak akan membunuhmu, bagaimana?." Ujar Roger sambil berdiri dari singgasana miliknya.
"ha ha ha. maaf sepertinya aku harus menolak tawaranmu. aku Balinda, kaisar dari kekaisaran JALU tak akan pernah menarik kata-kataku dan janji yang telah kuucap, walau harus kehilangan nyawaku." Tanggap Balinda sembari mengeluarkan Pedang Kembar Conary.
"Ha ha ha ha. baiklah kalau kamu memang ingin mati." ujar Roger si penghianat sembari belari menuju kaisar Balinda.
"aku memang akan mati, tapi bukan sekarang atau pun ditanganmu." Seru Kaisar Balinda sembari berlari menuju Roger si penghianat.
"Crankkk." "crankkkk." bunyi pedang kedua raja dan kaisar ini beradu. bunyi nya sangat keras sampai seluruh perang berhenti sejenak karena banyak yang terkejut.
sementara itu, Hari Sang Jenderal Singa. sedang bergegas dan ingin membantu kakaknya, kaisar Balinda.
"Sial, semoga kakak masih baik-baik saja. tunggu aku kakaku." ujar Jenderal Hari dalam hati.
kembali lagi dalam pertarungan antara Roger melawan Kaisar Balinda. pertarungan mereka berdua begitu sengit dan berimbang. keduanya sama-sama hanya mengalami luka-luka kecil setelah beradu 300 gerakan.
akhirnya pertarungan mulai menemukan titik terang setelah Kaisar Balinda berhasil menggores punggung Roger dengan cukup dalam.
"sebenarnya...aku tak ingin menggunakan ini sekarang, tapi kamu memaksa aku....ARGHHHHHHGH." Setelah berkata seperti ini, roger pun berubah bentuk.
wujudnya menjadi tinggi besar, tangannya tiba-tiba tumbuh cakar. Badannya dipenuhi oleh bulu-bulu. giginya menjadi taring telinganya lancip dan memanjang.
"mahluk apa ini?." Seru Kaisar Balinda.
"ini... sialll. Jadi ini tujuanmu membunuh nona penyihi Jean?." Seru Pangeran William.
"Hei, mahluk apa ini sebenarnya? kenapa bisa seperti ini!." Ujar Balinda.
"Kaisar, wajar kalau kamu tidak tahu. ini adalah wujud manusia setengah serigala, mahluk legenda dari leluhur kami, atau sering disebut werewolf. dahulu kala, ada suku didaerah ini yang suka memakan darah manusia. mitosnya karena murka tuhan, mereka dikutuk menjadi mahluk buas yaitu werewolf ini. tapi suatu hari guru,guru dari guru,guru nyonya jean menyegel suku itu dan segel itu diturunkan turun temurun oleh muridnya. dan ada rumor yang berebar bila membunuh penyihir yang menyimpan segel itu lalu meminum darah penyihir itu, dia akan berubah menjadi werewolf dan mendapat kekuatan suku werewolf." Jelas Pangeran William.
"jadi dengan kata lain, ini adalah kekuatan terkutuk. benarkan?." Tanya Kaisar Balinda pada Pangeran William.
__ADS_1
"iya sih, bisa dibilang begitu. tapi apa hubungannya?." Tanya Pangeran william yang bingung oleh Kaisar Balinda.
"hmm. asal kau tahu, kebenaran tak akan pernah kalah oleh kejahatan. jadi, selama aku merasa dijalan yang benar , kenapa harus takut?." Jelas Kaisar Balinda pada Pangeran William.
"hei, apa kalian sudah selesai bicaranya?. kalau belum silahkan lanjutkan, karena aku takut ini akan jadi kali terakhir kalian bisa mengobrol. ha ha ha ha. Auu uu uuu." Ujar Roger yang sedang dalam wujud werewolf.
"ha ha ha. majulah kamu setan, aku tak takut padamu." seru Kaisar Balinda pada Roger.
Kaisar Balinda pun menyerang Roger yang sedang dalam wujud werewolf itu,tapi luka serangannya langsung sembuh total.
"apaan ini, seranganku berhasil masuk dalam. tapi kenapa dia tak terluka sama sekali!?." ujar Balinda terheran-heran.
"itu adalah kekuatan suku werewolf, mereka mempunyai kemampuan regenerasi yang super cepat." Jelas Pangeran William pada Kaisar Balinda.
"ha ha ha. gimana? sudah mau menyerah karena takut?. ha haha." Ledek Roger pada kaisar Balinda.
"sial, peduli setan. akan kuserang kamu sampai batas regerasimu." Ucap Kaisar Balinda.
sementara itu di tempat Jenderal Hari. Jenderal Hari yang tengah berusaha sekuat tenaga pergu ketempat Kaisar Balinda secepatnya.
"Jenderal Hari." suara memanggil misterius.
Jenderal Hari pun kaget dan berhenti.
"Siapa itu? tunjukan dirimu!." Seru Hari.
"aku adalah Jean sang penyihir." Ujar suara yang mengaku Jean.
"hm. hentikan omong kosong kamu. aku sudah dengar kalau Jean sang penyihir sudah mati." Seru Jenderal Hari.
"kita tak punya waktu berdebat. saudaramu sedang dalam bahaya, kamu tunggu disini. sebentar lagi muridku Caroline akan datang kesini." Pinta Suara jean pada Jenderal Hari.
"aku tau, makanya aku sedang buru-buru ingin menolongnya." Ujar Jenderal Hari.
__ADS_1
"haihh. yang akan kamu lawan adalah mahluk yang diluar akal manusia. sekuat apapun kamu, kamu tak akan bisa menang melawannya." Ujar Suara Jean.
Jenderal Hari pun menurut dan menunggu penyihir Caroline.
beberapa saat kemudian penyihir Caroline pun tiba.
"ini, lapisi darah ini ke mata golok besarmu itu." Ujar penyihir Caroline.
"apa ini?." tanya Jenderal Hari sembari menunjuk ke botol darah yang diberikan Penyihir Caroline.
"sudah, sekarang bukan waktunya tanya-tanya. Kaisar Balinda yang tampanku sedang dalam bahaya! cepat bantu dia, tapi jangan lupa lapisi darah ini ke mata golok besarmu itu." Seru penyihir Caroline pada Jenderal Hari.
"hmm. baik kakak ipar." ujar Jenderal Hari. mendengar hal itu, wajah Penyihir Caroline pun merah merona.
" sudahlah cepat pergi!." suruh penyihir Caroline.
Jenderal Hari pun bergegas menuju tempat Kaisar Balinda berada.
sementara itu, pertarungan antara Kaisar Balinda melawan Roger yang sedang dalam wujud manusia serigala berjalan timpang sebelah.
Sang Kaisar Balinda memang berhasipll melukainya tapi roger selalu bisa pulih seperti semula dengan sangat cepat.
sementara itu Balinda beberapa kali terluka cukup parah dan dalam oleh serangan balik Roger.
"ughh, siall. tenagaku hampir habis, apa ini akhir dari kisah dan mimpiku." Keluh Kaisar Balinda.
Balinda yang tengah hampir putus asa. tiba-tiba Jenderal Hari datang dan tanpa pandang bulu menebas kepala Roger yang sedang dalam bentuk manusia setengh serigala tersebut dengan senjatanya yang telah dilumiri darah yang diberikan oleh penyihir Caroline tadi.
benar saja Roger tewas dan tak beregenerasi lagi. belum sempat merayakannya, tubuh roger bersinar terang dan mengagetkan seluruh orang yang ada disana.
mayat roger pun berubah menjadi seorang wanita Cantik jelita.
"Terima kasih, para pahlawan dari Kekaisaran JALU." ujar wanita misterius tersebut.
__ADS_1