
Setelah meraih kemenangan, Kekaisaran JALU kembali berjalan sepertu biasa. Jenderal Hari dan Jenderal Andaka kembali pergi dan berkelana diseluruh negeri.
waktu demi waktu pun berlalu, tak terasa 2 tahun sudah dilewati.
disebuah gurun.
"ha ha ha ha. Seperti yang di harapkan dari seorang manusia yang berhasil membunuh Roger si manusia setengah serigala dan Yama si siluman Rubah. Tak butuh waktu lama untuk merasakan kehadiranku." Cetus seseorang misterius.
"siapa kamu?. mau apa kamu membuntutiku?." Ujar Jenderal Hari.
"ha ha ha. kamu akan tahu jika saatnya tiba." Ujar Pria tersebut yang telah terluka parah karena Tebasan Golok Balakosa Jenderal Hari.
"sudahlah. akan kubawa saja kamu ke istana untuk diintrogasi." Seru Jenderal Hari.
"Ha ha ha, sayang sekali. kamu tak punya kesempatan untuk itu. selamat tinggal." Ujar Pria misterius tersebut, yang tiba-tiba berubah menjadi sosok kelelawar.
Jenderal Hari kaget melihat hal tersebut. ia tak bisa apa-apa selain melihat musuhnya pergi, kelelawar tersebut terbang semakin tinggi.
"ha ha ha. lihatlah. kamu tidak akan bisa menangkapku, jika aku sudah berubah dan terbang ke angkasa. ha ha ha .. ughhhh." Sang Kelelawar yang mengoceh tiba-tiba terjatuh terkena anak panah.
Jenderal Hari pun kaget, dan melihat ke sekeliling.
"hei, kakak. cepat kejar kelelawar jadi-jadian itu. jangan hanya bengong saja, aku akan mengawasi dari jauh. jikalau dia masih mau kabur lagi akan aku panah dia nanti." Seru Jenderal Andaka.
Jenderal Hari pun berlari menuju ke arah si kelelawar jatuh. lalu dia menangkap sang kelelawar yang terluka dibagian sayapnya dan membawanya.
"Adik, ayo kembali ke istana dan bawa mahluk ini kesana. biar Kakak Balinda bisa melihatnya." Ajak Jenderal Hari Pada Jenderal Andaka.
"hm ya, baiklah. hmmmm. ngomong-ngomong, bagaimana kamu bisa bertarung dengan mahluk ini,ketika aku tinggal pergi mencari arak dan makanan?." Tanya Jenderal Andaka pada Jenderal Hari.
"yahh. waktu kamu sedang pergi mencari makanan dan araka, aku merasakan suatu aura yang terus mengawasiku. dan aku pun berpura-pura tidur, tak lama kemudian. aku merasakan dia mendekat, ketika aku mengintip sedikit aku melihat orang ini terus mengawasiku. ketika dia dalam jangkauan Golok ku aku pun menyerangnya. kejadian selanjutnya, aku tahu sendiri." Jelas Jenderal Hari, yang menceritakan kejadian tadi pada Jenderal Andaka.
Sementara itu di dalam istana.
Sang Dewi Penyihir Caroline, merasakan aura pertarungan antara Jenderal Hari dengan Manusia Kelelawar tersebut pun melakukan sihirnya dan melihat apa yang terjadi. Dewi Penyihir Caroline pergi mencari Kaisar Balinda untuk melaporkannya.
"Kaisar tampan, Kaisar Tampan." Teriak Dewi Penyihir Caroline, seluruh istana pun tertawa mendengar teriakan dari Dewi Penyihir Caroline yang sedang mencari Balinda.
Diruangan Kaisar Balinda sedang duduk dan mengobrol dengan kedua saudaranya, Jenderal Hasti dan Ahli strategi Sarpa.
"hei, dengar. kakak ipar yang sedang mencari kak Balinda, seperti ayam betina saja yang sedang bertelur." Ledek Ahli Strategi Sarpa pada Kaisar Balinda.
"ha ha ha. benar sekali, suara satu orang tapi dapat membuat ramai satu istana. . ha ha ha." Sahut Jenderal Hasti.
__ADS_1
"sialan kalian. jangan meledekku terus." Cetus Kaisat Balinda yang kesal dengan ejekan kedua saudara angkatnya itu.
"bruakk." suara pintu terbuka dengan kencang.
"hahhhh. hahhh. hahhhh. disini kalian ternyata." Ujar Dewi Penyihir Caroline sambik terengah-engah.
"ada apa dewi penyihir?." Tanya Kaisar Balinda.
"Jenderal Hari telah bertarung dengan salah satu Vampire." Seru Dewi Penyihir Caroline.
mendengar hal ini, Kaisar dan kedua saudaranya pun kaget dan cemas.
"ap.. apa?. lalu bagaimana dengan kak Hari dan adik Andaka?." Tanya Jenderal Hasti dengan sangat cemas.
"ha ha ha. tenang saja, mereka berhasil menang dan baik-baik saja. sekarang mereka sedang dalam perjalanan menuju kemari sembari membawa musuh." Jelas Dewi Penyihir Caroline.
"oh?. syukurlah. sekarang kita hanya tinggal menunggu kedatangan dua saudara kita itu." ujar Ahli strategi Sarpam
"hmm. ngomong-ngomonh, mahluk apa itu yang kamu sebut Vampir?." Tanya Jenderal Hasti pada Dewi penyihir Caroline.
"Vampie adalah mahluk yang suka meminum darah, terutama darah manusia, lalu manusia yang digigit Vampire akan menjadi vampire. dia tak bertambah tua dan memiliki jangka hidup yang tak terbatas. mereka suka hidup berkelompok dan dipimpin oleh seorang Vampire keturunan asli atau sering dipanggil noblese. noblese adalah vampire yang sangat kuat, cara membunuhnya hanya satu yaitu dengan menusuk tepat dijantungnya dengan Sesuatu terbuat dari perak." Jelas Dewi Penyihir Caroline.
"lalu, bagaimana bisa kak hari dan adim Sarpa bisa mengalahkan Vampire itu? kan senjata mereka bukan terbuat dari perak." Tanya Ahli strategi Sarpa.
"ohhhh. tolong jelaskan perbedaan Vampire berdarah murni dan yang tidak?." Pinta Kaisar Balinda.
"Vampir berdarah murni umunya sangatlah kuat dan dia memang terlahir menjadi Vampir. seperti yang kukatakan tadi, mereka hanya bisa dibunuh dan dilukai oleh Perak yang ditusuk tepat dijantungnya. sedangkan Vampire berdarah campuran, dulunya adalah manusia yang digigit oleh Vampire dan jauh lebib lemah jika dibandingkan oleh Noblese atau Vampire berdarah murni, juga bisa dilukai oleh dengan segala senjata tetapi hanya bisa dibunuh jika jantungnya dilukai." Jelas Penyihir Caroline.
keesokan harinya. Jenderal Hari dan Jenderal Andaka pun tiba, dengan membawa seekor kelelawar.
"selamat datang adik-adikku. aku dengar kalian bertarung melawan Vampire, bagaimanan keadaan kalian?." Sambu Kaisar Balinda.
"kami baik-baik saja kak. ngomong-ngomong, apa itu Vampire?." Tanya Jenderal Hari.
"mahluk yang dibawa oleh adik Andaka, dia adalah apa yang disebut Vampire." Jelas Balinda.
"wow, kakak berpengetahuan luas. tapi apa kakak yakin ini adalah Vampire?. selain bisa berubah menjadi kelelawar , dia sangatlah lemah." Ujar Jenderal Hari.
"ha ha ha. mari-mari masuk dulu, untuk lebih jelasnya biar penyihir Caroline yang menjelaskan." Ajak Kaisar Balinda.
mereka pun masuk ke dalam istana dan menemui Dewu Penyihir Caroline.
Dewu penyihir pun menjelaskan apa itu vampire, kepada Jenderal Hari dan Jenderal Andaka.
__ADS_1
sementara itu, Vampire yang malang itu. harus mengalami siksaan sihir intrograsi milik Dewi Penyihir Caroline.
"Argghhhhh. Ampun, tolong berhenti." Teriak Vampire itu setelah disiksa cukuo lama.
"ampun... baiklah, aku akan menjawab pertanyaanmu." Uca Vampire tersebut.
"wes ewes ewes babals angine." Dewi penyihir Caroline membaca mantar sihir.
"Baiklah, aku sudah membaca mantra deteksi kebohongan. jikalau kamu berbohong, kamu akan merasakan sakit yang lebih mengerika dari ini. mengerti?." Ancam Dewi Penyihir.
"baiklah, aku mengerti. ampunnn." Seru vampire tersebut.
"Jelaskan, siapa kamu? mengapa kamu mengawasi Jenderal Hari? siapa yang mengirimmu kesini?." Tanya Dewi penyihir Caroline.
"aku adalah Xiao, aku mengawasi Jenderal Hari atas perintah tuanku." jawab Vampire Xiao.
"kenapa?." Tanya Dewi Penyihir Caroline.
"Aku sungguh tak tahu, tapi tuanku memerintahkan aku untuk mengawasi Jenderal Hari, setelah tuanku mendengar terbunuhnya Roger oleh Jenderal Hari." Jelas Vampire Xiao.
"Tuan mu ini.... apakah seorang Noblese? siapa namanya." Tanya Dewi Penyihir Caroline.
"Iya benar, dia adalah Noblese bernama Bloody. sudah kukatakan semuanya. tolong lepaskan aku." ujar Vampire Xiao.
"Apa kekuatan unik si Bloody ini?." Tanya Dewi penyihir Caroline.
"Aku tak tahu. benar-benar tak tahu, aku tak pernah melihat tuan bertarung." Sahur Vampire xiao.
"dimana markasmu?." Tanya Dewi penyihir Caroline.
"Di barat, di sebuah kastil bernama kastil Inzanami di daerah bernama Castilla." Ujar Vampire Xiao.
"hmm. baiklah, Luwak black topi passwornya nyaman dikepala turun ke hati." Dewi Penyihir Caroline membaca mantra siksaan sembari berjalan pergi.
"Argghhhhh. sakittttt. kenapa kamu siksa aku lagi?." Teriak Vampire Xiao.
"heh. siapa suruh kamu menyerang Adik ipar Hari. lagi pula aku tak pernah berjanji melepaskanmu. heh." Cetus Dewi penyihir Caroline sambil berjalan melewati Kaisar Balinda dan Ahli strategi Sarpa yang dari tadi melihat intrograsi tersebut.
"hihhh. kak, kakak ipar jika sedang kesal mengerikan." Ujar Ahli strategi Sarpa.
"iya ya..... .. eh.. eh.... dia bukan kakak ipar mu, sialan kamu." Cetus Kaisar Balinda.
" ha ha ha ha ha." Tawa Sarpa.
__ADS_1