
Malam pun tiba, Jenderal Banteng Andaka beserta 40.000 pasukan pemanah telah siap di posisi, guna menghujani panah dari berbagai arah. Sementara itu Pasukan yang dipimpin oleh Sang Kaisar Balinda, bersembunyi dan menyebar di sekitar istana guna menyergap pasukan musuh yang di prediksi akan berlarian karena panik.
Bak langit yang tenang sebelum badai datang. suasana di dalam istana Jo Empire masih tenang-tenang saja, tanpa tahu apa yang tengah mengitai mereka.
Matahari pun semakin hilang, tanda malam akan segera tiba. Jenderal Andaka dan para pemanah sudah siap menembakkan ribuan anak panah yang menyala-nyala.
Malam pun tiba, Sarpa menyalakan kembang api, tanda perintah menyerang dari Sarpa.
"Bersiap, Bidik ....Tembak!" Seru Andaka Sembari melepaskan serangan gelombang pertama.
Di dalam istana kerajaan Jo Empire.
"Serangan Musuh!. Serangan Musuh!." Teriak Prajurit Penjaga.
"Lapor Raja, Serangan musuh terjadi. Panah api muncul dari segala arah dan membakar segalanya." Lapor Seorang Prajurit.
"Ha ha ha. anak bau kencur itu berani sekali, hanya dengan bantuan kekaisaran yang belum lama terbentuk ingin menyerang kita. ha ha ha naif sekali." Seru Jenderal Roger.
"benar sekali Rajaku, tapi apa yang harus kita lakukan ?. jika terus berdiam diri akan bahaya bagi kita." Ujar orang tadi.
"Tenanglah Jenderal Pluim, Suruh seluruh pasukan. jangan hiraukan panah yang datang. cukup fokus ambil air dan padamkan apinya." Seru Penghianat Roger kepada Jenderal Pluim.
"Baik tuan." Ucap Jenderal Pluim.
Jenderal Pluim pun memimpin pasukan yang berjumlah 1.500.000 untuk mengambil air dan memadamkan api.
Hal ini sebenarnya sudah diprediksi oleh Sarpa.
beberapa prajurit yang dipimpin oleh Hasti, menyamar menjadi prajurit musuh dan menyiramkan sejenis bensin, bukannya air.
di suatu tempat.
"Lapor kaisar. seperti yang diprediksi oleh ahli strategi Sarpa. Pihak musuh lebih memilih fokus memadamkan api, tetapi Jenderal Hasti berhasil menyusup dan menyamar, sekarang dia sedang menyirami bahan bakar kembali." Lapor seorang Prajurit pada Kaisar Balinda.
"apa?, kenapa rencana berubah kaisar?." Seru Pangeran William.
"maaf pangeran kecil. aku curiga bahwa ada mata-mata saat kita berkumpul tadi, untungnya Aku dan Sarpa sudah menyiapkan rencana B, atau cadangan. sekarang kita hanya harus menunggu sinyal dari Hasti dan menyerbu Pasukan musuh, yang tengah kelelahan." Jelas Kaisar Balinda.
"hmm, ternyata ada penghianat. " Cetus Pangeran William.
"Penghianat itu kita urus nanti, sekarang kita fokus terhadap perang dulu. kehilangn fokus saat perang bisa berakibat fatal." Seru Jenderal Hari pada Pangeran William.
__ADS_1
"baik, guru." ujar Pangeran William.
Roger yang tak menyadari taktik tersembunyi ini, masih tenang-tenang saja.
sampai beberapa saat para pasukannya mulai terlihat kelelahan.
melihat ini Jenderal Hasti mengirimkan kode untuk bersiap menyerang.
di tempat persembunyian pasukan Balinda.
"lapor Kaisar. hamba menerima pesan dari burung hantu milik Jenderal Hasti." ujar seorang Prajurit pada kaisar Balinda.
"ayo semua, kita persiapkan senjata untuk menghancurkan orang licik dinegeri sahabat kita." Seru Kaisar Balinda.
Kaisar Balinda pun memimpin seluruh Pasukannya bersama dengan Jenderal Hari dan Ahli strategi Sarpa.
"lapor rajaku. Pasukan musuh terlihat di arah utara sedang menuju kesini. diperkirakan jumlah mereka 900.000 pasukan berkuda." Ujar seorang Prajurit.
"hmmm. kera-kera bodoh itu susah kehabisan akal, setelah serangan mereka gagal, mereka pun menyerang dengan modal nekat saja. Jenderal Pluim,Jenderal Jack, Jenderal Owen , Jenderal kora. pergi siapkan seluruh pasukan dan ikuti aku!. akan aku tunjukkan, bahwa seekor kera tak akan menang melawan seekor buaya." Seru Roger dengan Percaya diri.
Note: para readers ku yang pintar. anggap lah episode ini menjadi sebuah pelajaran, jangan meremehkan seseorang jika belum tau kemampuannya. jangan menilai orang dari penampilan/ dari luarnya saja. #cangkemtonggokuisadis.
Roger dan keempat Jenderalnya pun keluar istana beserta 1.500.000. pasukannya.
"para buaya akan segera ditipu seekor kancil." ujar Ahli Strategi Sarpa.
"bagaimana ini?. jumlah pasukan mereka lebih banyak dari kita." Ujar Pangeran William, setelah melihat jumlah pasukan Roger.
"ha ha ha. Tenang Saja muridku, saat ini kamu akan melihat ke ngerian dari sebuah Taktik." Cetus Jenderal Hari pada Pangeran William.
"Busungkan dadamu wahai murid adikku. para buaya sudah berbaris dan siap dilompati." ujar Ahli strategi Sarpa.
Bentrok pun terjadi antara 960.000 pasukan Kaisar Balinda beserta beberapa pasukan pendukung pangeran William. melawan 1.500.000 pasukan roger dan kelima Jenderalnya.
seperti air yang mengalir, Serangan pasukan Kaisar Balinda terus merengsek masuk tak terbendung.
di tempat roger berada.
"apa-apaan ini. kita jauh dalam jumlah kenapa malah begini?. Jenderal Pluim,Jenderal Jack,Jenderal Owen,Jenderal Kora. bawakan kepala pemimpin mereka padaku. saat gerombolan Semut kehilangan Ratunya, mereka akan menjadi sampah tak berguna." Seru Roger pada kelia Jenderalnya.
kelima Jenderal pun maju dan mengepung Kaisar Balinda.
__ADS_1
"brukk." suara Jenderal Kora terjatuh.
Jenderal Kora tewas karena kepalanya dipanah oleh Jenderal Andaka dari jauh.
"ha ha ha. rasakan itu, berani sekali kamu mau mengepung kakaku." Teriak Jenderal Andaka.
"Kakak, pergila duluan bersama pangeran William untuk membunuh Roger. AKU JENDERAL BESAR SANG SINGA DARI KEKAISARAN JALU MENANTANG KALIAN, KETIGA JENDERAL DARI PASUKAN MUSUH. TAK ADANYANG BISA MENDEKAT KAISARKU SELAMA KALIAN BELUM MEMBUNUHKU." Seru Hari sembari menyuruh Kaisar Balinda pergi bersama Pangeran William serta menghadang dan juga menangtang Ketiga Jenderal pasukan Roger.
"hati-hati adikku........ ayo pangeran William ada dendam yang harus kamu balaskan." Seru Kaisar Balinda
Kaisar Balinda pun pergi bersama Pangeran William pergi menuju tempat Roger Berada.
Jenderal Hari pun bertarung melawan 3 orang Jenderal musuh. setelah bertarung 300 jurus Jenderal Jack, tewas di tangan hari setelah tubuhnya berhasil dibelah menjadi dua.
"Jackkkkk!.. sia, Mata dibalas mata, gigi di balas gigi, nyawa dibalas nyawa." Teriak Jenderal Owen yang sedang sangat marah.
Jenderal Owen maju dengan membabi buta, tapi tak satu pun serangan dari Jenderal Owen yang berhasi melukai Jenderal Hari.
Di tempat kaisar Balinda dan Pangeran William berada saat ini.
"kaisar. apa menurutmu guru bisa mengalahkan ketiga Jenderal tersebut?." Ujar Pangeran William pada Kaisar Balinda sembari terus memacu kuda mereka.
" tenang saja pangeran. asal kamu tahu saja, di mendapat julukan Jenderal Singa bukan karena kehebatannya dalam bertarung saja. tapi juga karena dia telah banyak membunuh Jenderal-Jenderal musuh, baik dalam duel maupun Perang." Jelas Kaisar Balinda pada Pangeran William.
Seperti yang dikatakan Kaisar Balinda. Jenderal Hari berhasil membunuh Owen yang kelelahan setelah melakukan serang yang membabi buta.
"heh, dasar!.. hei kuperingatkan padamu, aku bukanlah seperti 2 orang Jenderal yang lemah itu. jadi bersiaplah untuk mati." Seru Jenderal Pluim pada Jenderal Hari.
"ha ha ha. Lemah atau tidaknya, biar golok jitaksara milikku ini yang akan menguji kemampuanmu." ujar Jenderal Harim
"Crankkk, crankkk." bunyik besi beradu dari kedua Jenderal itu pun terdengar seperti sebuah musik di arena perperangan.
mereka berdua bertarung sengit.
setelah 500 lebib gerakan, akhirnya Jenderal Hari berhasil menusuk Jenderal Pluim.
"ughh. hebat sekali kamu wahai Jenderal hari sang Singa." puji Jenderal Pluim kepada Jenderal Hari.
"kami adalah lawan yang terhebat setelah lama tak bertarung." ujar Jenderal Hari kepada Jenderal Pluim Sembari menusukkan tombaknya lebih dalam dan merangkul pundah Jenderal Pluim.
"hei. sebagai hadiah kemenanganmu ini. akan kuberi tahu sebuah informasi penting.. segera kejar dan bantu kaisarmu itu, roger bukanlah manusia biasa. setelah membunuh nyonya penyihir Jean dan meminum darahnya. dia menjadi.ughh" ucapan Jenderal Pluim terputus dan tewas ditempat.
__ADS_1
"sial... sepertinya kakak dalam bahaya." ujar Hari.