
Setelah pesta semalaman penuh dilakukan, sorenya mereka melakukan rapat guna membicarakan perihal rencana pemersatuan Daratan ini.
“baiklah, seperti yang saudara-saudaraku ketahui, bahwa kita bersama sudah bertekad untuk mempersatukan daratan ini. Yang mana Hal ini belum pernah dilakukan sekalipun dalam sejarah daratan ini.” Ujar Balinda pada Keempat saudaranya. “tapi hal itu bukannya tidak mungkin dilakukan. Aku yakin bahwa kita pasti bisa melakukannya. Maka pertama-tama aku ingin meminta pendapat saudara-saudaraku, apa yang harus kita lakukan.” Tegas Balinda.
“ aku setuju, dengan ucapan Kakak Balinda, dan aku punya usul. Sebaiknya kita memfokuskan invasi kepada kerajaan MAHOGRA dan PASTIKA. Karena dilihat dari segi geografik, 2 kerajaan ini seperti sebuah pintu gerbang jika kita ingin melebarkan daerah kita ke seluruh daratan.” Jelas Sarpa.
“ aku setuju dengan Kak Sarpa. Dan aku punya ide, bagaimana kalau kita menyebut rencana ini sebagai persatuan Jalu. Dan kelak memberi nama kekaisaran daratan ini dengan Nama Jalu. Ya, bagaimana pun kita tak mungkin akan menamai kekaisaran ini dengan Nama ADYATMA, karena pasti banyak yang akan memberontak dan tidak senang dengan pemersatuan ini. Niat kita melakukan ini ibarat membuka lembaran baru, bagi kerajaan -kerajaan yang mempunyai dendam masing-masing dari masa lalu, maka tidak mungkin kita memulainya dengan nama lama jika ingin memulai sesuatu yang baru.” Ujar Andaka.
Keempat saudaranya terkejut dengan apa yang dikatakan Andaka.
“siapa yang merasukimu saudaraku?.” Tanya Hasti. “hahaha, tidak perlu heran, aku sudah memikirkan apa yang aku ucapkan selama 2 tahun kita berpisah, hehehe.” Jelas Andaka, dengan diikuti tawa yang lainya.
Mereka pun melanjutkan pembicaraan akan rencana hal yang akan dilakukan. Dan sudah diputuskan bahwa mereka akan fokus ke Pastika terlebih dahulu sembari memperketat penjagaan di perbatasan kerajaan MAHOGRA guna mengantisipasi serangan MAHOGRA.
Rencana invasi pun akan dimulai seminggu setelah diputuskan. Waktu seminggu ini digunakan guna mempersiapkan segala sesuatu untuk invasi dan pertahanan nantinya.
Seminggu pun berlalu, dan kelima bersaudara membawa serta 100.000 prajurit ke daerah PASTIKA dan 10.000 prajurit untuk menjaga perbatasan dengan kerajaan MAHOGRA yang dipimpin oleh Jenderal Kenta, yang sudah menjadi Jenderal sejak pemerintahan Raja AGRA.
Dalam invasi ini mereka memutuskan untuk menyerang lurus sampai ke ibukota. Dan harus melewati 4 kota sebelum sampai ke ibukota kerajaan/istana. Keempat kota tersebut adalah kota sugar, kota polya, kota kumo, dan kota kira. Kota kira sendiri adalah kota pertama yang akan diserang.
Kota kira adalah kota pertahanan pertama negara PASTIKA, dan dilengkapi oleh benteng-benteng tinggi yang sangat kokoh.
Guna menghadapi pertahanan kokoh kota Kira, mereka sudah merencanakan sebuah rencana untuk menembus pertahanan kota kira. Mereka menyebut rencana ini dengan rencana kebalikan. Yaitu mereka akan mengirim sebuah utusan dan berpura-pura bahwa kota Kira sebagai kota tetangga mereka diserang dan tentu saja kota kira akan mengirim sebagian pasukan menuju ke kota Kora. Dan mereka akan menyergap pasukan yang dikirim dari kota kira ke kota Kora guna mencegah serangan balik dari pasukan kerajaan Pastika.
Seperti yang diperkirakan kota Kira mengirim separuh pasukannya yaitu 3000 prajurit. Tak jauh mereka keluar kota, mereka disergap oleh pasukan balinda dengan dihujani panah tanpa henti.
Ke 3000 pasukan dari kota kira tak kuasa melawan sergapan musuh, dan seketika mereka telah kalah, banyak korban jiwa dari pihak Kota kira dan hanya sedikit yang hidup dan menjadi tahanan.
Setelah meringkus pasukan dari kota Kira, balinda dan pasukannya melakukan intrograsi kepada prajurit yang bertahan hidup dan menyerah.
__ADS_1
Dari intrograsi tersebut, mereka mendapatkan info bahwa yang memimpin pasukan di kota Kira adalah jenderal doru, dengan pasukan 3000 orang yang tersisa didalam kota tersebut. Serta para penduduk yang sudah dievakuasi karena kabar penyerangan ke kota Kira
Melihat situasi ini Sarpa mencetuskan sebuah ide. “ kakak, bagaimana kalo kita lancarkan serangan hujan api.”
“apa maksudmu?.” Tanya balinda dengan wajah kebingungan. “ kita akan menghujani kota Kira dengan panah api, dan membuat pasukan Jenderal Doru terpaksa keluar dari kota. Setelah keluar, kita akan sergap mereka yang sudah tidak punya benteng(Kota kira) lagi.”
Balinda pun setuju dan mulai siasat Hujan api tersebut. Andaka memimpin pasukan pemanah yang berjumlah sekitar 10.000 orang untuk menembakkan anak panah yang ujungnya sudah dibakar, ke arah kota kira tanpa henti. Kota kira pun sekejap dipenuhi oleh si jago merah tersebut.
Panik, jenderal Doru dan seluruh pasukannya yang di dalam kota pun berlarian keluar kota. Dan ternyata di luar mereka sudah ditunggu oleh 20.000 orang yang dipimpin oleh Hari.
Hari pun berteriak. “ aku adalah Hari, saudara angkat dari Raja Balinda. Aku menantang Jenderal Doru selaku pemimpin pasukan ini.”
Mendengar teriakan Hari, seseorang dengan Badan kekar keluar dari kerumunan pasukan Kota Kira, dengan membawa 2 kapak dengan gagang yang panjang.
“Aku adalah pemimpin pasukan ini, aku jenderal Doru. Menerima tantanganmu.” Ujar pria kekar tersebut, yang ternyata adalah Jenderal Doru.
Sampai akhirnya Hari berhasil memenggal kepala Jenderal doru dan melemparnya ke arah Pasukan Kota Kira. Melihat hal ini mental pasukan Kota Kira anjlok.
“ siapa pun yang menyerah akan diampuni nyawanya. Sebaliknya siapa pun yang melawan akan tewas di tempat.” Teriak Hari kepada Pasukan Kira.
Karena sudah tak punya pemimpin, dan kemungkinan bala bantuan kecil mereka pun menyerah tanpa perlawanan dan menjadi tawanan perang. Pasukan Balinda pun berhasil menduduki Kota kira/ gerbang menuju pusat Kerajaan PASTIKA.
Para tawanan perang, seluruhnya dibawa ke kerajaan ADYATMA oleh pasukan 10.000 pasukan yang di pimpin oleh Hasty. Sementara sisa pasukan Balinda memutuskan untuk beristirahat selama 1 malam di kota kira.
Paginya mereka langsung bersiap menuju kota kumo. Balinda dan pasukannya hanya membawa serta 80.000 prajurit, 10.000 prajurit sisanya tinggal di kota Kira untuk mengamankan kota tersebut serta menunggu kembalinya Hasty dari Kerajaan ADYATMA.
Ke 10.000 pasukan itu dipimpin oleh Andaka. Sementara 80.000 lainya menuju kota Kumo dengan dipimpin oleh Balinda bersama Hari dan Sarpa.
Setelah berjalan dengan kecepatan penuh, pasukan Balinda tiba di dekat kota Kumo. Kota kumo adalag kota yang mewah, di sana banyak bangunan bertingkat, serta banyak Prajurit yang menjaga.
__ADS_1
Setelah mengirim mata-mata ke kota Kumo. Diketahui bahwa ada 50.000 pasukan disana yang dipimpin oleh jenderal Haki, dan sepertinya Kerajaan PASTIKA belum mengetahui Serangan dari kerajaan ADYATMA. Hal itu mungkin saja terjadi karena Pasukan Balinda berhasil menguasai kota Kira dengan cepat, serta jarak antar kota yang cukup jauh, ditambah tidak adanya prajurit yang menyaksikan serta melapor.
Melihat hal ini Sarpa mengusulkan “ kakak, sebaiknya kita mengepung kota Kumo secara diam-diam guna mencegah informasi Invasi kita bocor ke Kerajaan PASTIKA dan kita serang dengan elemen Kejutan.”
Balinda pun setuju dan memerintahkan seluruh pasukan untuk melingkari kota Kumo dengan barisan Rapar. Sementara Balinda memimpin pasukan yang mengepung dari arah utara, serta Hari dari arah barat, dan Sarpa daro arah selatan.
Satu hal yang mereka tidak sadari adalah kemampuan Jenderal Haki yang kenyang akan pengalaman berperang.
Ketika Balinda mengepung kota Kumo, sang Jenderal Haki menyadari hal tersebut. Setelah melihat 80.000 pasukan mengepung dia tidak Panik sama sekali, sebaliknya dia mampu menilai situasi tersebut. Dan memperkirakan bahwa kota Kira sudah jatuh ke tangan ADYATMA.
Jenderal Haki pun memutuskan untuk fokus melarikan diri dan melaporkan situasi Kedapa Petinggi Kerajaan Pastika.
Hari pun sudah mulai siang Balinda memerintahkan pasukan untuk menyerang. Dia tidak tahu bahwa di dalam kota Kumo Jenderal Haki sudah Bersiap Menerobos barisan pasukan Balinda dengan seluruh pasukannya, dan dia mengetahui melalui instingnya bahwa arah timur kosong akan pemimpin.
Ketika balinda mengomandoi pasukannya untuk maju, jenderal Haki pun langsung memimpin 50.000 pasukan untuk menerobos kepungan pasukan dari arah timur.
Balinda seta kedua saudaranya terkejut melihat hal tersebut dan tidak menyangka bahwa Jenderal Haki mengetahui celah yang tanpa pemimpin. Mereka pun mengejar Pasukan Jenderal Haki.
Banyak pasukan Jenderal Haki yang tewas, baik karena diserang dari belakang oleh pasukan balinda dan ke dua saudaranya, maupun tewas diserang oleh kepungan pasukan dari timur yang tanpa pemimpin.
Jenderal Haki berhasil lolos dari kepungan tersebut, dengan hanya menyisakan 5000 pasukan. Mereka terus melaju ke kota Polya dan terus dikejar oleh Balinda serta pasukannya.
Setelah sampai ke daerah dekat kota Polya. “ kakak lebih baik kita tidak meneruskan mengejar Jemderal Haki, karena kita belum mengetahui dengan pasti jumlah dan kondisi pasukan musuh, dan kemungkinan blunder sangatlah besar.”
Balinda pun memimpin pasukan kembali ke kota Polya yang hanya berisi para penduduk biasa. Dan memerintahkan para penduduk untuk pergi ke kerajaan ADYATMA karena kemungkinan serangan dari PASTIKA untuk merebut kembali Kota Kira dan kumo.
Balinda turut mengirim pesan ke Andaka yang berada di kota Kira. Sementara keadaan di kota Kira masih tenang. Bertepatan dengan di terimanya surat dari Balinda serta tiba kembalinya Hasti di medan perang. Pasukan yang berada di kota kira pun bersiap-siap untuk berperang, sembari menunggu kabar lebih lanjut dari Balinda.
Sementara di pihak PASTIKA , setelah mendengar kabar invasi ADYATMA pun segera mempersiapkan pasukan.
__ADS_1