
setelah naik gunung menuju Kastil,mereka pun sampai pada tepat tangah malam.
"hahhh... hah.... gila, capek juga ya." Keluh Jenderal Andaka.
"ha ha ha. makanya sering-seringlah olahrga. jangan jadu babi yang hanya makan dan minum saja." Ledek Jenderal Hasti pada Jenderal Andaka.
"Selamat datang di kastil ku wahai manusia." Bunyi Suara misterius.
"Siapa kamu." Sentak Jenderal Hasti.
"maaf karena ketidak sopananku. aku adalah Bloody, kalian pasti telat mendengar namaku dari Vampire Xiao kan?." Ujar Suara Bloody.
"oh, ya. dimana Vampire Xiao?." Ujar Jenderal Hari sambil mencari Vampire Xiao.
"Ha ha ha. aku bisa memberinya kekuatan tentu saja aku bisa mencabutnya kapan saja. ha ha ha." Ujar suara Bloody.
"sial. dasar keji, bahkan tak memandang anak buahmu sendiri."Ujar Jenderal Hari yang marah.
"ho ho ho. kalau kamu sangat peduli dengan dia, kesinilah kalahkan aku. dia masih bisa kubangkitkan." Ujar Suara Bloody sang Noblese.
Jenderal Hari yang terbawa emosi pun langsung bergegas masuk, tapi dihentikan oleh Raja William.
"tunggu guru, jangan terbawa emosi. mungkin saja ini jebakan." Ujar Raja William sembari menahan Jenderal Hari.
"Jebakan atau bukan aku akan tetap masuk. bagaimana pun dia telah membantu kita sampai disini, walau hanya sebentar kita telah melewati waktu bersama. aku tak akan tinggal diam melihat seorang teman diperlakukan begini." Seru Jenderal Hari.
"benar, aku juga masuk." Sahut Jenderal Hasti.
"Ya, walau sebentar. dia tetaplah temanku, walau karena terpaksa dialah yang telah menuntun jalan ke kita." Sahut Jenderal Andaka.
"Aku ikut." Imbuh Dewi Penyihir Caroline.
"hmm. baiklah, ayo." Ujar Raja William.
mereka berlima pun membuka pintu Kastil tersebut dan ternyata ada Vampire yang tak terhitung Jumlahnya menunggu.
"hahh. karena kak Balinda tak disini, aku yang akan menggantikannya. gimana?." Ujar Jenderal Hari.
"ya terserahlah." Ujar Jenderal Hasti dan Jenderal Andaka.
"saudara-saudaraku. mari menggila dan terjang apapun yang ada." Seru Jenderal Hari.
"orahhhhhhh."
"Raja William tolong lindungi aku. aku akan melaparkan sihir tapi butuh waktu." Pinta Dewi Penyihir Caroline pada Raja William.
"tenang saja." sahut Raja William.
"orahhhhhhhh." seru Jenderal Hari dan kedua saudaranya. mereka menerjang pasukan Vampire itu.
bak banjir bandang. para Vampire itu terus berdatangan mengepung ketiga saudara tersebut. tak kalah hebat, ke 3 saudara itu sudah seperti gorila yang mengamuk dan membunuh satu persatu Vampire.
mereka sudah bertempur selama 3 Jam. fisik ketiga saudara tersebut sudah kelelahan.
"sial. mereka ini seperti tidak ada habisnya, dibunuh satu muncul lagi 10." Keluh Jenderal Andaka.
"ha ha ha. jangan jadi lemah adikku." Ujar Jenderal Hari.
"hei, aku tidak seperti kamu si maniak bertarung. aku juga punya rasa lelah." Sentak Jenderal Andaka.
"ha ha ha. benar kata adik Andaka, merekas seperti tak ada habisnya. aku pun sudah hampir mencapai bataskum" Sahut Jenderal Hari.
"Raja William. panggil ketiga Jenderal untuk kesini." Pinta Penyihir Caroline.
"Baik.... guru! kalian diminta nona penyihir kesini." Teriak Raja William.
Ketiga saudara pun mundur dan menuju ke arah Dewi Penyihir Caroline.
"serangan sihir tak mempan untuk Vampir. jadi aku hanya bisa memberi kalian mantra buff pada kalian, tebasan senjata kalian akan mengeluarkan aura tersendiri. aura ini bisa membunuh para Vampire." Jelas Dewi Penyihir Caroline.
"aura yang kamu maksud, apakah aura seperti dilegenda? yang bisa menebas tanpa menyentuh?." Tanya Jenderal Hasti.
"ya." Jawab Dewi Penyihir Caroline.
"oa oe.oa ore. buka sitik joss." Dewi Penyihir Caroline yang sedang membaca mantra.
__ADS_1
Mantra yang dibaca Dewi Penyihir Caroline bukan hanya mengembalika energi rekannya tapi juga memberikan aura senjata yang sangat tebal.
"Ha ha ha. jadi ini aura Senjata." Seru Jenderal Hari dengan sangat senang.
"Orakkkkk." teriak Jenderal Hari sembari mencoba aura untuk menebas para Vampire.
"ha ha ha. benar, inilah aura yang ada dilegenda. Senjataku yang harusnya hanya dapat menebas 3 Vampire sekaligus, sekarang dapat menebas 10 vampire sekali tebas." Seru Jenderal Hari yang kegirangan.
"hei, kalian harus buru-buru. kekuatan ini hanya dapat bertahan 30 menit." Tegur Dewi Penyihir Caroline.
"ha ha ha , ayo saudara dan muridku. kita tak boleh menyia-nyiakan usaha kakak ipar." Seru Jenderal Hari.
"orak-orak-orak." Teriak Semangat Jenderal Hari yang menerjang seperti orang gila.
"ha ha ha. dasar maniak bertarun...... kakak, aku datang." Cetus Jenderal Andaka.
"mari, raja William." aja Jenderal Hasti pada Raja William.
"mari jenderal." Sahut Raja William.
serangan mereka berempat, tak terhenti atau mundur sedikit pun. mereka terus maju menerjang ke tengah kerumunan para Vampire.
"guru! mari berlomba, seperti yang dulu guru lakukan dengan para Jenderal lainnya." Usul Raja William.
"ha ha ha ha. kamu yakin? aku telah membunuh 400 vampire sejauh ini." Ujar Jenderal Hari.
"Setan apa yang merasukimu. wahai guruku he he he." Ledek Raja William.
waktu lima belas menit pun berlalu. ruangan yang tadinya dipenuh oleh para Vampire yang tak terhitung jumlahnya sekarang sudah bersih, tak tersisa satu pun.
"ha ha ha akhirnya, selesai sudah." Seru Raja William.
"ha ha ha, selamat. tapi ini belum selesai." Ujar suara, yang ternyata adalah suara dari sosok tinggi besar berjubah rapi.
"siapa lagi kamu?." Tanya Jenderal Hasti.
"ha ha ha, apakah kamu lupa pada suaraku?." ujar pria tersebut.
"Suara ini,.... kamu Bloody sang Noblese?." Tebak Jenderal Hari.
"seratus buat kamu Jenderal." Ujar Bloody sang Noblese.
tapi sayang, tebasan Hari sama sekali tak berefek pada Bloody sang Noblese. bukan hanya tak berefek tapi Jenderal Hari juga terpental karena kibasannya.
"Kakak!" teriak Jenderal Hasti dan Jenderal Andaka.
"ughhmm sialan. kamu memang kuat tapi aku pasti mengalahkanmu.... Orakkkkkk." Teriak Jenderal Hari sembari menerjang kearah Bloody Sang Noblese. tapi hak yang tadi terulang kembali.
"kakak! aku akan membantumu!." ujar Jenderal Hasti dan Jenderal Andaka yang juga maju membantu Jenderal Hari.
tapi serangan mereka selalu gagal, dan malah mereka yang gagal.
mereka terus melakukan serang tapi hasilnya masih saja sama.
tak terasa waktu perapalan mantrany sudah habis.
"hahhh.. hohhh.. sepertinha waktu sihir kakak ipar sudah habis." Ujar Jenderal Hari.
"orakkkk." Jenderal Hari kembali menyerang Bloody sang Noblese tanpa memperdulikan kondisi tubuhnya.
Golok besar Balakosa pun terlepas dari tangan Jenderal Hari. seperti tak peduli, Jenderal Hari masih menyerang nya dengan tangan kosong.
"brukk." Suara Bloddy sang Noblese yang dipukul perutnya oleh Jenderal Hari.
"huekkk." Suara Bloody sang Noblese yang muntah darah akibat pukulan Jenderal Hari.
semuanya heran dengan hal yang terjadi barusan.
"ahh. mengerti, sepertinya Noblese ini adalah akhir sihir. dia dapat memakai mantra tanpa batas waktu tetapi hanya terbatas satu mantra saja sehari." Seru Dewi Penyihir Caroline.
"oh jadi begitu.... kretekk, kretekk." bunyi Tanga Jenderal hari yang sedang pemanasan.
"oh tidak. ampun, ampun." mohon Bloody sang Noblese.
"bug. gedebug. bug"
__ADS_1
Bloody pun dihajar oleh Jenderal Hari dan kedua saudarnya dengan sangat sadis, serta dipaksa membangkitkan kembali Vampire Xiao.
"dengan kekuatan bulan, aku akan menghukummu." Bloody Sang Noblese sedang membaca mantra pembangkit.
seketika, Vampire Xiao kembali hidup.
"eh, kalian?, dimana ini? bukannya aku dah mati?." Tanya Vampir Xiao.
"Bodoh, tentu saja belum. boss mu telah kami hajar dan suruh membangkitkan kamu kembali" Ujar Jenderal Andaka dengan Bangga.
"oh. aku ingat, tadi aku tiba-tiba seperti terseret dan sepertinya aku langsung mati." Ujar Vampir Xiao.
"itu kamu kupanggil bodoh, tapi karena tubuhmu lemah makanya kamu mati." sahut Bloody Sang Noblese.
"ah.... tuan...." teriak Vampire Xiao yang ketakutan.
"ha ha ham tenang lah, dia sudah tak menggigit kok." Ledek Jenderal Andaka.
"eh benarkah?." tanya Vampire Xiao.
"iya, sebentar lagi aku akan bunuh diri, bagi seorang Noblese dipermalukan begini oleh seorang manusia.... aku tak kuat jika harus terus hidup." Cetus Bloody Sang Noblese.
"ha ha ha. kenapa mesti malu?. yang mengalahkanmu bukalah orang biasa. tapi 3 dari 5 Jenderal besar yang suatu saat akan menguasai dunia." ledek Jenderal Andaka.
"heh. benar juga, sepertinya kalian adalah kelompok yang ada diramalan." Cetus Bloody sang Noblese.
"hei, ramalan?... apa maksudmu?." Tany Jenderal Hari.
"maaf, tapi aku tak bisa mengatakannya padamu. karena itu akam merubah takdir. tapi saran saja dariku, lebih baik kamu berlatihlah dulu. karena diluar sana masih banyak mahluk yang lebih kuat dariku." Ujar Bloody sang Noblese.
"xiao, ikutlah dengan mereka, dan maaf aku sudah menindasmu sebelumnya. kalian juga lebih baik keluarlah dari kastil ini, sihirku akan segera habis, kastil ini akan segera hancur." Seru Bloody Sang Noblese.
"hmm baiklah. ayo keluar semuanya. Bloody, kamu adalah pria sejati." Ujar Jenderal Hari.
mereka pun bergegas pergi keluar kastil.
"heh, dipuji oleh musuh disaat terakhir?. boleh juga." Gumam Bloody sang Noblese.
tubuh Bloody sang Noblese pun menjadi abu dan diikuti kastilnya yang runtuh.
sementara itu, Jenderal Hari dan rombongannya bergegas menuruni gunung.
dibawah, didesa manusia. mereka disambut oleh para manusia yang gembira karena sudah terbebas dari Jerat para bangsa Vampire.
"terima kasih tuan dan nyonya." Ujar pria yang memberikan informasi.
"hei, kalian punya arak dan makanan?." Tanya Jenderal Andaka.
"Tentu tuan." Jawab seorang penduduk desa.
"terus tunggu apa lagi?. mari rayakan kemenangan ini." Seru Jenderal Andaka.
...
...
"hei tunggu dulu!. kita harus melaporkan ini pada kaisar Balinda dan membahas nasib penduduk yang kedepannya." Seru Raja William.
Dewi Penyihir Caroline pun segera menggunakan sihir dan menceritakan seluruh hal yang sudah terjadi.
"hmm begitu. wahai penduduk desa! sudikah kalian untuk bergabung dengan Kekaisaran JALU milikku." ajak Kaisar Balinda pada penduduk desa.
" tentu tuan, mana mungkin kami menolak permintaan pemimpin dari penyelamat kami." Ujar Seluruh desa.
"hmm. baiklah, kalian berlima tinggal lah disitu sementara waktu. bantu mereka membangun kota, dan untuk nama kota ini, tetap kota Castilla." Pinte Kaisar Balinda.
"baik Kaisar." jawab kelima orang tersebut.
malam pun dihabiskan untuk berpesta.
keesokan harinya mereka dan para warga desa mulai membangun kota.
setelah 3 bulan, akhirnya kota pun jadi.
lalu dilakukan pemilihan untuk orang yang akan menjadi Walikota. dia adalah Rossi yang mulai hari ini akan menjadi perwakilan sekaligus walikota kota Castilla.
__ADS_1
setelah urusan disana selesai mereka berenam(termasuk Xiao si Vampire) kembali ke istana dengan sihir teleportasi milik Dewi Penyihir Caroline.
sesampainya disana mereka disambut dengan hangat oleh Kaisar Balinda, Ahli Strategi Sarpa, dan seluruh rakyat Kekaisaran JALU.