Nga

Nga
Berlatih Chi


__ADS_3

setelah berhasil mengalahkan Minotaur dan mendapat Gulungan berlatih Chi, Kaisar Balinda dan rombongannya segera bersiap untuk pulang.


"Dewi Penyihir Caroline.Apakah kamu bisa, melakukan teleportasi dari sini ke kaisaran


JALU?." Tanya Balinda.


"emm, kurasa itu bukan ide yang bagus tuan. bagaimana pun kakek-ku dulu sering latihan disini, jadi kemungkinan tempat ini adalah tempay yang tepat untuk melatih kekuatan Chi." Ujar Dewi Penyihir Caroline dengan sopan.


"sepertinya yang di katakan oleh kakak ipar ada benarnya kak, bagaimana kalo kita mulai berlatih Chi di sini saja?." Sahut Jenderal Hari yang mendukung perkataan Dewi Penyihir Caroline.


"ah, baiklah kalo begitu. kita berlatih saja di sini." Seru Kaisar Balinda yang akhirnya setuju dengan ide Dewi Penyihir Caroline.


"eh, tunggu dulu! siapa yang akan mengajarkan kita Chi?. jika hanya bermodal gulungan, menurutku akan Sulit." Seru Ahli strategi Sarpa.


"hmm, benar juga. jika belajar tanpa guru, pasti hasilnya tidak bagus. karena kebenaran dan kejahatan hanya beda tipis, se-tipis benae jahit." Ujar Kaisar Balinda yang membenarkan perkataan adiknya, Ahli Strategi Sarpa.


"ha ha ha. tenang saja kalo masalah itu. Sini kan gulungan tadi." Ujar Dewi penyihir Caroline yang meminta gulungan dari kakeknya.


Penyihir Caroline sambil memegang gulungan tadi dengan membaca mantra.


"dua tiga kucing berlari, apa isi gulungan ini?." Mantra sang dewi penyihir Caroline.


seketika ada cahaya muncul dari gulungan tersebut.


"dua tiga pintu neraka, tunjukanlah pada mereka." Mantra dewi penyihir caroline.

__ADS_1


setelah membaca mantra tadi, tiba-tiba cahaya yang tadinya berada di sekeliling gulungan tadi berpindah tempat menuju ke Kaisar Balinda dan yang lainnya.


"eh, kenapa ini?." Tanya Raja William yang panik melihat cahaya mendekat ke dirinya.


"Cahaya itu adalah ilmu dari gulungan ini, walau aku hanya bisa menyihir ilmu dasar chi-nya saha. terimalah, agar kalian mendapat pengetahuan dasar tentang merasakan Chi." Jelas Dewi penyihir Caroline.


Cahaya pun mulao masuk ke kepala Kaisar Balinda dan yang lainnya.


"eh?, jadi begini!. semuanya, ayo kita bermeditasi untuk mencoba mengumpulkan Chi." suruh Kaisar Balinda yang telah mendapatkan pengetahuan dasar tentang Chi.


yang lainnya pun segera mengikuti apa yang Balinda katakan. semuanya mulai bermeditasi, kecuali Dewi Penyihir Caroline.


Hari demi Hari telah dilewati. Dewi penyihir dengan setia selalu menemani kaisar Balinda dan yang lainnya berlatih Chi dengan cara bermeditasi.


sampai suatu malam ketika dewi penyihir Caroline sedang tertidur,di alam mimpi dewi penyihir Caroline.


"lho? kakek?. kenapa kamu ada di alam mimpikh?." Tanya Caroline yang terkejut melihat kakeknya di mimpinya.


"caroline, jika kakek muncul disini itu artinya kakek sudah mati dan ada yang berlatih dari gulungan kakek." Ujar sang kakek.


"eh? emang kakek lupa? kakeklah yang memberikan gulungan itu sebelum kakek meninggal." Sahut Penyihir Caroline.


"iya, benar. kakek sudah meninggal, ini hanya pesan yang aku simpan sejak dulu menggunakan Chi di dalam gulungan. jadi kakekmu yang di sini hanyalah sisa kekuatan kakek atau bisa disebut hologram." Jelas hologram sang kakek.


"hmm, pantes saja bicaranya agak tidak nyambung." Guma penyihir Caroline.

__ADS_1


"kamu jangan dendam ya, sama yang membunuh kakek. soalnya orang itu adalah oramg yang di ramalkan, jadi kakek mau kamu membantunya untuk memperlajari Chi dengan sihirmu. paling tidak untuk mempelajari bab dasar Chi." Pinta sang kakek.


"aih, itu mah sudah kek. tinggal bab-bab selanjutnya." Sahut Dewi penyihir caroline,meski tau bahwa yang di depannya hanya pesan dan bukan kakeknya.


"untuk bab kedua, suruh lah mereka bermeditasi dibawah air terjun. ingat mereka harus terkena jatuhak dari air terjun tersebut dan harus sampai mereka bisa melihat Chi. yang ketiga, mereka harus berlatih dengan memukul pohon kelapa sampai mereka mematahkan 200 pohon kelapa dengan tangan kosong. yang terakhir, ambilah gulungan Skill yang ada di atas gunung tempay nenekmu tinggal. baiklah, hanya itu yang ingin kakek sampaikan. selamat tinggal." Ujar sang kakek yang lalu menghilang.


tanpa disadari, Hari sudah pagi. dewi Penyihir Caroline terbangunkan oleh Kaisar Balinda.


"maaf, sudah menganggu tidurmu. itu ada iler yang mengalir soalnya." Seru Kaisar Balinda sembari menujuk kearah dagu Dewi penyihir Caroline.


"eh? benarkah?." Ujar Dewi penyihir yang malu dan terkejut sembari mengusap-usap dagunya.


"ha ha ha, tenanglah kakak ipar. kak Balinda hanya menggodamu saja, sebenarnya.. umfff." seru Jenderal Hari yang terpotong karena mulutnya di tutup menggunakan tangan oleh Kaisar Balindam


"hmm. sudahlah, apa kalian sudah bisa merasakan Chi?." Tanha dewi penyihir Caroline.


"Sudah." Jawab Kaisar Balinda dan yang lainnya.


" hmm, kalo begitu. kalian bermeditasilah di air terjun yang ada di balik gunung itu, agar bisa melihat bentuk Chi di alam. setelah bisa melihat Chi,masing-masing orang harus bisa merobohkan 200 pohon dengan tangan Kosong. sementara itu, aku harus pergi kembali kegunung penyihir untuk mengambil gulungan jurus Chi milik kakekku." Ujar Dewi Penyihir Caroline yang terburu-buru dan langsung teleportasi ke sana.


"eh?, kenapa dia sangat terburu-buru?." Tanya Jenderal Andaka yang heran dengan kelakuan Dewi penyihir Caroline.


"hmm, sudahlah. ayo kita cari saja air terjun yang dia maksud tadi." Ujar Kaisar Balinda.


Kaisar dan rombongannya segera pergi mencari air terjun yang ada di balik gunung. setelah mencarinya agak lama, akhirnya mereka menemukan air terjun tersebut dan mulai bermeditasi dibawah hantaman air.

__ADS_1


setelah seminggu bermeditasi, orang pertama yang berhasil melihat bentuk Chi adalah Jenderal Hari dan langsung berlatih ketahap selanjutnya.


yang kedua adalah Ahli Strategi Sarpa, lalu Kaisar Balinda, jenderal Hasti,Jenderal Andaka,Raja william, dan yang terakhir adalah Vampire Xiao.


__ADS_2