Nga

Nga
Pelayaran


__ADS_3

Perjalanan pelayarab kekaisaran JALU pun sukses besar tanpa adanya masalah. semua itu terjadi berkat bantuan Jenderal-Jenderal dari Kerajaan Jo Empire.


mereka membantu dan mengarahkan segala masalah. mulai dari arah angin, cuaca dan lain-lain.


dalam kapal Jaya (nama kapal yang naiki Balinda dengan saudara-saudara/kapal utama).


"ayo, semua mari berkumpul dan membicarakan strategi sebentar." ajak Sarpa.


Terlihat Hari yang sedang latihan dengan Pangeran William di dek kapal


"ayo Pangeran William, strategi adalah hal penting dalam perang. bahkan dulu ketika perang kami perang dan kalah jumlah, masih dapat meraih kemenangan. dikarenakan strategi yang jenius dari adik Sarpa." ujar Jenderal Hari pada Pangeran William.


"baik, saya mengerti guru." Cetus Sang Pangeran William.


disisi lain terlihat kaisar Balinda yang sedang memandangi Lautan yang indah.


"Sungguh tak kukira pengalaman menaiki kapal dan mengarungi lautan akan seindah ini. tak seperti ketika naik kapal disungai Beno." ujar dalam hati kaisar Balinda. Balinda pun Berjalan kearah Sarpa.


"hueekkk. Sial kenapa naik kapal ini kepalaku seperti berputar-putar. huekkk" Keluh Jenderal Andaka.


"Ha ha ha ha ha , kamu penyuka minum, tak kusangka ternyata kamu mabuk laut. ha ha ha ha." Ledek Jenderal Hasti sambil memapah Jenderal Andaka


"sial. apa kamu tidak pusing sedikitpun?." tanya Jenderal Andaka Sambil terus muak-mual.


"tentu saja tidak. dulu waktu kecil aku sering Berlayar dengan ayahku. sebelum menjadi pedagang kuda, ayahku adalah seorang nelayan." Jelas Jenderal Hasti.


"Ah. sudahlah. hueekkk. ayo bantu aku ke kak Sarpa." Pinta Jenderal Sarpa Pada Jenderal Hasti


Jenderal Hasti pun memapah Jenderal Andaka ke Jenderal Sarpa.


ketika semuanya sudah berkumpul.


"ada apa denganmu adik Andaka?." Tanya Kaisar Balinda.


"hueekkk. entahlah. huekkk. ketika kapal ini mulai berlayar, kepalaku pun ikut berputar." Keluh Jenderal Andaka.


"ahhh, itu pasti karena Mabuk Laut. itu biasa terjadi bagi yang pertama kali naik kapal." Cetus Jenderal Josep.

__ADS_1


"huekkk. tapi mengapa yang lainnya tidak seperti ini?." tanya Jenderal Andaka sembari terus menahan muntah.


"ya kalau aku, ini bukan pertama kalinya bagiku. dulu sudah sering aku naik kapal tapi lewat sungai." Cetus Kaisar Balinda.


"ya. kalau aku, sebelum bertemu kakak balinda. aku adalah pengembara, tentu saja aku pernah naik kapal, walaupun diatas sungai juga." ujar Jenderal Hari.


"Kalo aku, ini memang pertama kalinya bagiku naik kapal. tapi aku tidak mabuk laut tuh. jadi kemungkinan tidak semua orang mabuk laut." ujar Ahli Strategi Sarpa.


"huekkk." Jenderal Andaka.


" ya. mungkin itu karena adik Andaka Lemah. ha ha ha ha." Cetus Jenderal Hasti.


"aku tidak dalam keadaan untuk bercanda kakak." Seru Andaka.


"ha ha ha. istirahat saja lah habis aku menjelaskan strategi kita." ujar Ahli Strategi Sarpa.


"jadi gini, aku jelaskan dulu. Negara Jo Empire bukanlah negara yang hanya terdiri dari satu daratan, tapi ada beberaoa daratan kecil yang menjadi bagian kerajaan. jadi kita akan langsung ke pulau ibukota dan menyamar menjadi Pedagang untuk bertemu dengan pasukan dan Jenderal lainnya dari kerajaan Jo Empire yang mendukung Pangeran William untuk menjadi Raja. setelah itu kita akan berpisah menjadi 2 bagian dan siap-siap menyerang dari 2 sisi, ingat-ingat lah ketika sudah menjadi 2 pasukan. waktu menyerang kita adalah ketika matahari tepat ditengah. jangan ada yang terlambat guna memaksimalkan daya kejutnya. berusahalah sebisa mungkin untuk segera masuk ke istana dan segera membunuh Roger si penghianat, karena jika kita sedikit lambat. ada kemungkinan pasuka musuh akan berbalik menyerang kita, dari pulau-pulay disekitar." Jelas Jenderal Sarpa.


"jangan lupa, jika ingin bantuan kami. pertama tidak boleh membunuh musuh yang menyerah kecuali si dalang dari semua. kedua tidak boleh membunuh penduduk yang tak berdosa. yang terakhir saling melindungi." Imbuh Kaisar Balinda.


"eh. untuk masalah penyihir yang waktu itu?." Cetus Jenderal Hasti.


"ah iya. sepertinya Penyihir itu tertarik pada kak Balinda." ujar Jenderal Hasti.


"cih." Kaisar Balinda.


"hahah. huekkk. kak balinda yang tampan ini tersipu malu. huekkk, ini adalah pertam kalinya baginya ada seorang wanita yang begitu terus terang padanya. hueekkkkk." Ledek Jenderal Andaka sembari menahan muntah.


"kamu ini, sudah keadaan seperti ini masih saja meledekku." Seru Kaisar Balinda dengan kesal.


"ngomong-ngomong, aku pernah melihat Caroline dulu. dan dia sangat Cantik, dan bodynua itu lhoo, seperti cadai behhh mantep." Cetus Jenderal Josep.


"Cabai palamu." Suara misterius.


"suara ini, kamu yang waktu itu kan?." Seru kaisar Balinda.


"ahh. so sweet. Ternyata yang mengingat suaraku pertama adalah kaisar Balinda yang tampan." Seru suara Penyihir Caroline dengan nada Manja.

__ADS_1


"hei. hentikan omong kosongmu, cepat katakan apa mau mu?." teriak Kaisar Balinda.


"ahh. jangan kasar-kasar. nanti kamu tambah keren lho. kan aku jadi tidak kuat." Cetus Suara Caroline.


"cieeeee." teriak seluruh orang yang ada dikapal dan diikuti oleh kapal lain karena dikira sedang mengetes semangat pasukan.


"sial, hei hentikan tingkah ini. cepat katakan apa mau mu, kamu musuh apa sekutu." Seru Kaisar Balinda.


"aku bukan musuh, juga bukan sekutumu. tapi aku adalah istrimu. ahhhhh so sweet." Cetus suara penyihir Caroline.


"Cieeeeeee." kejadian tadi pun terulang.


"Hei, bisakah kalian hentikan? ciaaa, cieee terus." teriak Kaisar Hari dengan Kesal.


"ha ha ha , lucu sekali kaisar ini kalau sedang kesal. baiklah aku musuh atau sekutu itu semua tergantung jawabanmu Kaisar Balinda." Cetus Suara Penyih Caroline.


"Cieeee. say yes! say yes! say yes!." ujar semua orang dalam kapal. diikuti pula oleh kapal lain karen dikira yel-yel pemompa semangat.


"jawaban apa maksudmu?." Tanya Kaisar Balinda.


"Kamu akan tahu nanti. kita akan bertemu nanti jadi pikirkanlah baik-baik jawabanmu." Ujar Suara Caroline


"hei. kamu bahkan belum menanyakan pertanyaan padaku." Tanya Kaisar Balinda.


"Dia sudah pergi kaisar." Cetus Jenderal Josep.


"benar, Waktunya sama yaitu 5 menit . sepertinya hal tadi ada durasinya yaitu 5 menit." Ujar Jenderal Sarpa.


"sial, pertanyaan apa yang dia maksud?." kelu Kaidar Balinda.


"hmm. mungkin pertanyaan apakah kamu mau jadi suaminya?." Cetus Jenderal Hari.


"apa? benarkah?." Tanya Kaisar Balinda dengan antusias.


"hehehe, aku hanya berkata mungkin kakak. aku pun sama denganmu, sama-sama tak tahu." ujar Jenderal Hari.


"Baiklah. kita lihat saja saat waktunya tiba." ujar Kaisar Balinda.

__ADS_1


mereka pun kembali melakukan hal yang apa mereka lakulan semula.


pelayaran terus berlanjut dengan di hiasi suara Jenderal Andaka yang mabuk laut


__ADS_2