Nga

Nga
Lima Senjata


__ADS_3

Satu bulan setelah kejadian hari itu, pangeran Balinda diangkat menjadi raja ke5 kerajaan ADYATMA dan mendapat  julukan dari para sesepuh kerajaan sebagi Raja Balinda yang Bijaksana Dan keempat saudara angkatnya diberi gelar. Hari si Singa yang berani , Hasti si Gajah yang gagah perkasa, Sarpa si Cobra yang cerdik , Andaka si banteng yang hebat. 


Upacara pun di sambut oleh isak tangis kegembiraan rakyat ADYATMA.


Setelah upacara usai kelima bersaudara pun berkumpul. "Saudara-saudaraku. ini barulah awal dari tujuanku, kita masih harus bekerja keras dan berjuang lebih keras lagi hari ini. " ujar Raja Balinda.


“ mulai besok kita akan berjuang bersama, dan aku ingin kita membuat senjata bersama sebagai lambang persaudaraan kita berlima.” Ujar Raja Balinda.


"tidak usah repot-repot kakak Balinda, kurasa kami sudah cukup dengan senjata kami terdahulu." Ujar Sarpa.


"tidak, jangan begitu. senjata kalian sudah usang, lebih baik kita sama-sama membuat senjata baru. lagi pula ini bisa dijadikan simbol persaudaraan kita." sahut Balinda.


"Hahahha benar sekali kak sarpa, sebenarnya aku tahu kamu menolak ajakan Kak Balinda karena kamu tidak punya uang kan?." ujar andaka sembari merangkul Sarpa.


"Benar juga, uang ku hanya cukup untuk makan tiga hari. hmmmm, kak Balinda, sepertinya aku tidak ikut untuk buat senjata baru." ujar Hari dengan polosnya.

__ADS_1


"Pfftt, Hahahhaha." tawa keempat saudara lainnya.


"Hahah, aku hanya bercanda. tapi dia menganggapnya dengan sangat serius. lihatlah wajah polosnya." Tawa Andaka.


"apa?, kenapa kalian tertawa?." tanya Hari dengan Polosnya.


"kakak Hari, sudahlah lupakan saja. dari pada kami sakit perut melihat kepolosanmu." Ujar Hasti.


"Hehehe, benar adikku. lebih baik kita pergi ke pandai besi terbaik untuk membuat senjata baru." ajak Balinda dengan menahan tawa.


"hahaha, ini orang sudah seperti Cak lontong saja. kaki sekali." tawa Andaka.


" hei, siapa cak lontong? masa iya, dia mirip denganku?" Sahut Hari.


"sudah-sudah. untuk masalah uang, kita pakai saja uangku. " ujar Balinda.

__ADS_1


"kenapa tidak bilang dari tadi, ayo cepat. aku sudah tidak sabar. senjata baru, aku datang." Seru Hari, sembari menarik tangan Balinda.


Mereka pun pergi ke pandai besi terbaik di kerajaan tersebut, dan memesan senjata masing-masing, sesuai keinginan mereka.


Dua hari pun berlalu dan senjata mereka pun sudah jadi. Balinda dengan senjata dua pedang panjang dengan gagang yang berbentuk burung hantu, senjata ini di beri nama pedang kembar Conary.


Hari yang memilih tombak panjang  dengan ujung melengkung, dengan gagang yang dipenuhi ukiran Singa. Tombak ini diberi naka nama Tombak Balakosa.


Hasti dengan senjata Golok besar bermata dua ujung atas dan bawahnya, yang gagangnya mirip dengan belalai gajah. Golok besar ini diberi nama  Golok Cedar. 


Sarpa yang memesan senjata jenis pedang selendang lentur yang dipenuh hiasan ular Cobra. Yang diberi nama pedang Jitaksara.


Dan yang terakhir Andaka yang bersenjata Panah yang terbuat dari logam terbaik, dan bersisi tajam di seluruh sisinya, kecuali tempat dia memegang panahnya tersebut sehingga berguna untuk petarungan jarak dekat. Panah ini bernama Panah Katara.


"baiklah, muali hari ini, senjata kita ini adalag simbol persaudaraan kita. sekaligus peralatan untul mencapai tujuan kita." ujar Balinda sembari mengangkat pedang kembar Conary. hal ini dikuti oleh saudara angkat lainnya.

__ADS_1


__ADS_2