Nga

Nga
ADYATMA VS PASTIKA


__ADS_3

Berselang semalam setelah lolosnya Jenderal Haki, Pasukan kerajaan PASTIKA yang mulanya menyebar di seluruh daerah, mulai kembali bersatu di ibu kota kerajaan Pastika atas perintah darurat perang dari sang raja Soka. 


Raja Soka adalah raja yang raja yang tegas akan tetapi tidak mengerti akan perang. Sehingga urusan peperangan sering di pasrahkan kepada ke 3 jenderal besar Pastika, yang mendapat julukan Trisula maut PASTIKA. Ketiga Jenderal tersebut adalah Jenderal Haki, Jenderal Gumo, jenderal Saki.


Keesokan harinya setelah perintah sang raja Soka, seluruh pasukan Pastika berkumpul beserta ketiga Jenderal besar mereka. Saat ini kekuatan perang PASTIKA sebesar 120.000 prajurit yang siap bertempur di bawah perintah ketiga Jenderal besar PASTIKA.


Peperangan akan terjadi di wilayah Wamo yang terletak di antara kota Polya dengan kota Kumo. Wamo adalah daerah padang terbuka yang cukup luas dan di kelilingi oleh hutan yang cukup lebat.


Waktu siangnya pasukan PASTIKA yang dipimpin oleh Trisula Maut PASTIKA pun bertemu dengan Pasukan Yang dipimpin oleh Balinda dan kedua saudaranya( hari dan sarpa).


Situasi saat ini adalah 120.000 vs 80.000 pasukan. Melihat keadaan ini Balinda mengirim surat agar kedua saudaranya yang lain segera bergabung dalam pertempuran di Wamo.


Sisa hari habis hanya dengan saling menatap mata, karena kewaspadaan kedua pihak akan jebakan/perangkap dari musuh. 


Malamnya kedua pihak mulai mendiskusikan rencana perang. Diikuti oleh bergabungnya Pasukan Andaka serta Hasti dalam peperangan. Dan situasi berubah menjadi 120.000 melawan 100.000 pasukan.


Peperangan ini menjadi lebih berimbang antara kedua belah pihak, berkat kedatangan Hasti dan Andaka beserta pasukannya.


Keesokan harinya genderang perang berbunyi, diikuti oleh pembentukan formasi kedua belah pihak. 


Hari berada di sebelah kanan, Hasti di kiri, Andaka di tengah , dan di belakang Andaka ada Balinda dan Sarpa.


Formasi ini diusulkan oleh Sarpa ke pada Balinda, sewaktu malam perencanaan. Pada waktu itu dia berkata. “ kak Balinda, jikalau aku boleh menyarankan formasi serta strategi perang besok. Maka aku menyarankan menempatkan Hari, Andaka, Hasti. Masing-masing di kanan-tengah-kiri, dengan membawa 20.000 pasukan setiap sisi dan sisa pasukan yang berjumlah 40.000 pasukan akan menjaga markas kita dan bertindak sebagai support untuk ketiga sisi serang kita.” 


Balinda yang mendengar hal ini pun setuju, dan di putuskanlah bahwa perang esok hari akan menggunakan ide dari Sarpa.


Sementara di pihak PASTIKA di bawah kepemimpinan ke 3 jenderal besar mereka, serta setelah melihat apa yang dilakukan oleh pihak musuh. Mereka akhirnya memutuskan untuk menjadi pasukan menjadi 3 bagian, yang dipimpin oleh masing-masing jenderal. 


Jenderal Haki akan memimpin pasukan di sebelah kiri sisi PASTIKA, disisi kanan akan dipimpin oleh Jendera Gumo, dan di sisi tengah akan dipimpin oleh Jenderal Saku. Yang masing-masing sisi memiliki pasukan 40.000 pasukan.

__ADS_1


Dengan situasi ini maka, Hari akan berhadapan dengan Jenderal Haki, Andaka akan berhadapan dengan Jenderal Saku, dan Hasti akan berhadapan dengan Jenderal Gumo. Dengan perbandingan pasukan 20.000 vs 40.000.


Walaupun strategi dari Sarpa secara sekilas seperti sebuah kesalahan, tetapi baik Hari, Hasti, dan Andaka. Tidak ada yang ragu akan situasi ini dan tetap percaya dengan strategi saudara mereka.


Gong pertanda perang pun telah berbunyi, dan dibuka oleh majunya pasukan Hari menyerang pasukan Jenderal Haki. Melihat tindakan Hari kedua saudaranya mengikuti apa yang dilakukan oleh Hari. Mereka menerjang pasukan musuh masing-masing.


Peperangan pun terjadi, tapi yang cukup mengejutkan adalah ketiga pasukan Dari ADYATMA lah yang mendominasi perang, walaupun dengan keadaan kalah jumlah. 


Hal ini terjadi dikarenakan naiknya moral pasukan ADYATMA dan turunnya moral pasukan PASTIKA. Hal tersebut terjadi karena keganasan ke 3 monster ADYATMA yang berhasil mengobrak-ngabrik barisan pasukan depan Pastika dengan sangat gagah berani, hal itu membuat Pasukan para monster ADYATMA semakin bersemangat setelah melihat kegagahan pemimpin mereka, dan efek sebaliknya didapat pasukan PASTIKA, para prajurit mereka mulai gentar dan bimbang.


Melihat situasi ini para Sarpa berbicara sesuatu dengan Balinda, kemudian pergi dengan membawa 20.000 pasukan menjauh dari arena perang. Melihat hal ini para pasukan ADYATMA sedikit bingung dengan apa yang dilakukan oleh Sarpa.


Di tengah kebingungan tersebut. “ HAHAHa, seperti yang di harapkan dari Sarpa.” Teriak Hari, Hasti, dan Andaka. Beberapa prajurit veteran mulai mengerti dengan situasi tersebut sedangkan para prajurit baru masih kebingungan dan bertanya kepada prajurit veteran tentang apa yang sebenarnya terjadi.


“ tuan Sarpa adalah ahli strategi yang pintar. Memang terlihat jelas bahwa ia meninggalkan medan perang, tetapi bukan untuk meninggalkan kita. Malah sebaliknya di pergi untuk memberi kita piala kemenangan.” Ujar salah satu veteran.


Para prajurit baru mulai mengerti situasi setelah penjelasan para senior mereka. Dan pasukan ADYATMA semakin menekan pasukan PASTIKA agar membuat mereka tidak ada waktu untuk berpikir akan situasi sebenarnya.


Mendengar tantangan Hari, jenderal Haki pun menjawab. “ jikalau engkau bisa sampai kesini, ke tempatku. Maka aku akan menerima tantanganmu.” Mendengar hal ini Hari dan pasukannya semakin buas menerobos barisan pasukan musuh.


Sementara disisi tengah, petarungan antara pasukan Andaka melawan pasukan Jenderal Gumo , berjalan cukup seimbang. Sebaliknya disisi kiri Hasti berhasil menekan pasukan Jenderal Saki. Serta memaksa pasukan musuh untuk mundur perlahan.


Petarungan pun berlangsung tanpa ada pemenang sampai siang. Tetapi semua berubah hampir memasuki waktu malam. Bukan dari sisi Hari maupun Hasti melainkan dari Andaka. Walaupun perang di tengah berjalan seimbang tetapi Andaka dengan akurasi panahnya, di tengah pertempuran berhasil memanah Jenderal Gumo dari jarak yang jauh, dam membuatnya tewas seketika.


Pasukan PASTIKA disisi tengah pun panik karena kehilangan pemimpin, hal itu membuat Pasukan Andaka dengan mudahnya mengobark-ngabrik pasukan yang telah ditinggal oleh Jenderal Gumo.


Banyak dari mereka mundur, lebih banyak yang tewas, dam lebih banyak lagi yang tertangkap dan menjadi tawanan perang. Setelah berhasil menang disisi tengah Andaka memerintahkan pasukannya untuk kembali ke markas, tempat Balinda berada.


Melihat keberhasilan saudaranya, Hari dan Hasti pun tak mau kalah, mereka seperti kesetanan dan mengamuk di tengah peperangan. Sampai akhirnya, Hari berhasil sampai ke tempat Jenderal Haki berada. Mereka pun berduel, duel mereka berdua berjalan sengit. 

__ADS_1


Sementara itu pasukan Hasti terus memukul mundur pasukan Jenderal Saki. Dan ketika matahari hampir tenggelam. Terlihat sekelompok pasukan  menuju area peperangan dari arah Ibukota kerajaan PASTIKA.


Terlihat yang berjalan memimpin pasukan tersebut tengah membawa sebuah kepala tanpa badan. Perang seketika hening dan bingung siapa gerangan pasukan tersebut. 


Tak lama kemudian pemimpin pasukan tersebut berteriak. “ wahai prajurit PASTIKA, menyerahlah. Kerajaan PASTIKA telah runtuh, raja kalian beserta orang-orang istana telah tewas.” Ujar orang tersebut sembari melempar sebuah kepala ke dalam peperangan.


Pasukan PASTIKA bingung, dan ketika mereka melihat kepala tersebut, sontak mereka menjadi lesu. Dan pemimpin pasukan tersebut pun mendekat ke arah medan perang. 


Ternyata itu adalah Sarpa dan pasukannya yang tadi pergi meninggalkan medan perang. Banyak pasukan PASTIKA yang menyerah termasuk Jenderal Saki. Berbeda dengan jenderal Saki, Jenderal Haki masih berjuang dan berduel dengan Hari.


Mereka sudah berduel selama 4 jam serta sudah bertukar lebih dari 100 jurus. Sampai akhirnya hari berhasil menang dengan susah payah dengan memenggal kepala Jenderal Haki.


Hal itu menandai kemenangan telak ADYATMA atas PASTIKA, serta runtuhnya kerajaan PASTIKA dan berakhirnya hari yang berat tersebut.


Malam harinya pesta besar-besaran diadakan dengan meriah di ADYATMA, guna 1merayakan kesuksesan mereka hari ini, memang perjalanan mereka masih jauh, masih banyak rintangan di depan mereka yang menunggu untuk di hadapi.


Tetapi ini tetaplah langkah awal yang sangat liar biasa. Di balik pesta yang meriah tersebut, kelima bersaudara tersebut, tidak larut dalam kesenangan. Mereka sedang membicarakan langkah selanjutnya.


“apa yang kita lakukan setelah ini?” tanya Hari.


“pertama kita akan kembali ke Istana, dan mempersiapkan perluasan secara menyeluruh pemerintahan kita di bekas kerajaan PASTIKA ini. Serta memperkuat pertahanan kita baik di daerah kerajaan ADYATMA maupun PASTIKA yang berseberangan dengan kerajaan MAHOGRA guna mengantisipasi serangan balik mereka.” Ujar Balinda.


“ hei kakak, bagaimana kalau kita mulai mengubah namanya mulai sekarang, bagaimanapun ini adalah langkah awal dari tujuan kita. Jadi aku pikir ini adalah waktu yang bagus untuk mengumumkan niat kita serta tujuan kita mulai sekarang.” Kata Andaka.


“hmmm, bagaimana menurut kalian, saudaraku?.” Tanya Balinda pada saudaranya yang lainnya. 


Mereka pun mengungkapkan kata setuju dengan ide dari Andaka. Malam pun dilanjutkan dengan arak-arakan menuju Istana ADYATMA.


Keesokan harinya, Balinda membicarakan hal sang semalam pada para tetua ADYATMA. Awalnya banyak dari mereka yang menolak dengan alasan, untuk menghormati para pendahulu. 

__ADS_1


Pada akhirnya setelah perdebatan cukup sengit. akhirnya mereka pun setuju, serta telah diputuskan bahwa hal ini akan diresmikan keesokan harinya di depan rakyat ADYATMA dan bekas rakyat PASTIKA.


__ADS_2