
"eh, tunggu dulu...." potong Dewi Penyihir Caroline.
"ada apa kakak ipar?." Sahut Jenderal Hari.
"sebenarnya, Master Chi tersebut adalah seorang wanita yang sedang di kurung oleh Monster bernama minotaur." Jelas Dewi Penyihir Caroline.
"eh?, Master Chi kan harusnya kuat. tapi kenapa bisa dikurung oleh mahluk bernama minotaur?." Tanya jenderal Andaka.
"alkisah, dulu master Chi itu terkenal sangat sakti karena kesombongannya dia pun menantang para dewa. dewa pun marah, mereka pun menyegel kekuatan sang Master chi tersebut dan menyuruh Minotaur untuk menjaganya dari orang yang ingin membebaskannya." Cerita Dewi penyihir Caroline tentang kisah Maste Chi pada yang lainnya.
"eh?, Master Chi terdengar seperti orang yang buruk." Cetus Ahli Strategi Sarpa.
"ya, seperti itulah,tapi sebenarnya Master Chi telah lama mati karena disiksa oleh minotaur. lalu ada rumor yang mengatakan bahwa siapapun yang bisa membalaskan dendam master Chi dengan mengalahkan sang minotaur maka akan mendapat kesaktian master Chi." Jelas Dewi penyihir Caroline.
"hmm, mahluk seperti apa minotaur itu?." Tanya Ahli strategi Sarpa.
"Minotaur adalah manusia setengah Banteng. dia memiliki kekuatan fisik yang sangat kuat, bahkan satu pukulan bisa menyebabkan bumi bergetar ditambah dengan kulit yang cukup tebal." Ujar Dewi Penyihir Caroline.
x
x
x
x
Note: buat yang tidak tahu siapa minotaur itu silahkan cek di wikipedia untuk gambarnya silahkan lihat.
kurang lebih seperti ini lah.
X
x
x
x
"wah, kedengaran hebat sekalu si minotaur ini." Ujar Raja William.
"yah, memang. tapi ada satu kelemahan besar darinya. yaitu kepintaran, dia tak begitu cerdas bahkan condong dengan sebutan Dungu." Jelas Dewi Penyihi Caroline.
"ah, kalo begitu mudah saja. dengan kekurangan minotaur ini, ditambah dengan bantuan tombak Balakosa milik kak Hari yang bisa mengurangi kekuatan asli mahluk mitos sepertinya pasti akan mudah untuk mengalahkannya." Uhar Jenderal Andaka.
"tidak, masih ada sebuah labirin yang rumit." Potong Dewi Penyihir Caroline.
"eh? labirin?. pasti rumit sekali." Sahut Ahli strategi Sarpa.
"eh? tenang saja. aku adalah seorang Vampire dan memiliki penciuman yang tajam, aku pasti bisa mencuim bau Minotaur ini dan menjaga kita dari tersesat dilabirin." Timbrung Vampire Xiao yang tiba-tiba muncul.
__ADS_1
"ah, benar juga.kalo begitu ayo kita berangkat!. aku akan segera menyiapkan sihir teleportasi ke kerajaan Jo Empire." Ajak Dewi Penyihir Caroline.
"ah , baiklah. kita juga harus segera menyiapkan senjata kita." Ujar Kaisar Balinda.
mereka segera bergegas menyiapkan peralatan mereka masing-masing.
setelah beberapa saat, mereka pun berkumpul kembali dan siap berangkat.
"lari,lari,lari. tendang berlari hiii, berjuanglah sugiono, pahlawan kita." Gumam dewi Penyihir Caroline.
dalam sekejap mereka sudah ada di kerajaan Jo Empire dan bergegas ke dermaga dan menyiapkan kapal.
mereka pun berangkat ke pulau yang dimaksud oleh dewi penyihir Caroline.
setelah 1 jam perjalanan, akhirnya mereka semua pun sampai di pulau tersebut.
"eh, kamu yakin? ini pulaunya?." Tanya Jenderal Andaka.
"tentu saja. sebenarnya entah kenapa aku merasa akrab dengan pulau ini. padahal aku selama ini hanya pernah lihat sekali dari jauh." Jawab Dewi Penyihir Caroline.
" hmm, baiklah ayo kita cari labirin itu." Ajak Kaisar Balinda.
" tak usah dicari, aku sudah tau pintu masuknya. tapi sebelum itu......" Ujar Dewi Penyihir Caroline yang sedang mencari sesusatu di tas miliknya
"ini, ingat-ingatlah bau kain ini! agar kita bisa keluar dari labirin." sambung Dewi penyihir Caroline sembari memberikan Sebuah kain kepada Vampire Xiao.
"huekkk, apa ini? bau sekali!." Tanya Vampire Xiao sembari menutup hidungnya.
"ingat-ingat saja bau itu, kalo sudah ayo kita masuk kegua didepan sana." Seru Dewi penyihir Caroline, sembari menunjuk Gua yang ada di dalam hutan.
"he he he. tadi aku buru-buru, dan sedang mencari sesuatu yang baunya menyengat dan yang muncul di pikiranku hanya bajumu. he he he." terang Dewi Penyihir Caroline.
"apa? tubuh tak bau tahu. coba saja kalau tak percaya endus ketiak miliku!." Seru Jenderal Andaka sembari mengakat kedua tangannya tinggi-tinggi.
"hei, apa kamu ingin membunuhku? cepat tutup ketiakmu!." Bentak Jenderal Hari yang kebetulan sedang berdiri disamping Jenderal Andaka yang tengah mengangkat tangannya.
"ha ha ha. sudahlah, ayo berangkat." Potong Kaisar Balinda.
mereka semua pun berjalan menuju goa dan meninggalkan baju Jenderal Andaka di mulut Goa.
setelah tiba di pertigaan pertama.
"hei, vampire Xiao.coba kamu cari bau seekor banteng." Seru Dewi Penyihir Caroline.
"baiklah." Sahut Vampire Xiao.
Vampire xiao terus mengendus-endus dan mencari bau-bau banteng.
"hei, apakah minotaur itu sangat besar?." Tanya Raja William.
"Ya, benar. tingginya sekitad 2,5 meter." Jawab Dewi Penyihir Caroline.
__ADS_1
"apa ada dua tanduk besar dikepalanya?." Tanya pangeran William.
"iya!. eh? tunggu dulu, dari mana kamu tahu detailnya?." Sahur Dewi penyihir Caroline.
"ituuuuuuu." Jawab Raja William, sembari menujuk kearah salah satu jalan.
"nguuuuuuuukkkkkkk." suara minotaur yang sedang mengambil ancang-ancang menyerang.
"sial... semuanya menghindar." Teriak Dewi Penyihir Caroline.
"brakkkkk." Suara Tembuk gua yang hancur disundang oleh minotaur.
"sial, ayo serang bersama-sama!." Seru Kaisar Balinda.
sayang serangan mereka semua sama sekali tak berefek besar justru malah semakin membuat minotaur itu marah.
minotaur yang marah itu menyeruduk ke arah Andaka.
beruntung, Andaka masih bisa menghindar walah bajunya sobek dan tersangkut di tanduk minotaur.
setelah menabrak tembok, tiba-tiba minotaur itu terjatus dan tidak bergerak.
"eh, kenapa minotaur itu tumbang?." Ujar Dewi Penyihir Caroline.
"sudahlah, kita cek saja. toh minotaur bukanlah mahluk cerdas, jadi tak mungkin dia punua pikiran untuk pura-pura mati." Seru Jenderal Hasti.
mereka semua pergi kearah tubuh minotaur dan mengeceknya.
ternyata benar, minotaur tersebut sudah tewas dengan posisi baju Jenderal Andaka menempel dihidungnya.
"pfttt ha ha ha ha." tawa semua orang kecuali Jenderal Andaka yang melihat hal itu.
"ha ha ha. benar kata kak Hari tadi, bau baju Adik Andaka sunggu mematika. bahkan monster ini pun langsung tewas setelah mencium baju adik andaka secara langsung." Ledek Jenderal Hasti pada jenderal Andaka.
tiba-tiba, tubuh minotaur itu bercahaya dan berubah menjadi seorang kakek tua.
"kakekkk.. pantas saja aku merasa familiar dengan tempat ini." Seru Dewi Penyihir Caroline.
sosok kakek tua tersebut perlahan sadar dan membuka matanya perlahan.
"Ca... ro....line? apa..... kah i....tu ka.....mu?." Tanyan kakek tersebut.
"iya kek, walau samar-samr. aku masih ingat wajah kakek." Jawab Dewi Penyihir Caroline.
"he he. kamu sudah besar ya?. ini teman-teman mu?." ujar Sang kakek.
dewi penyihir caroline pun memperkenalkan Rekan-rekannya kepada Kakeknya itu.
"waktu kakek sudah tak lama lagi, sebagai tanda terima kasihku karena sudah menjaga cucuku dan juga membebaskanku dari kutukan para dewa ini. aku akan wariskan kepadamu Buku pelajaran Chi, kalian ikutilah petunjuk dibuku itu. kelak kalian pasti akan menjadi Master Chi yang lebih hebat daripada aku yang du...lu...." Ujar Kakek itu, setelah memberika 4 buah buku, ia pun meninggal.
"huaaa, kakekkk." Jerit Dewi Penyihie Caroline.
__ADS_1
setelah beberapa lama, mereka pun menguburkan Jasad kakek tersebut.
dengan rasa bersedih, mereka pun pergi pulang bersama.