Nga

Nga
Persiapan


__ADS_3

Disebuah ruangan di istana kekaisaran JALU.


"Hmm. baiklah, bedasarkan informasi. musuh kali ini adalah sekelompok vampire yang dipimpin oleh seorang Noblese bernama Bloody disebuah daerah di utara bernama Castilla." Seru Dewi Penyihir Caroline.


"hmm. apakah ada yang pernah mendengar daerah Castilla?." Tanya Kaisar Balinda


"tidak." Jawab Semua orang yang ada di sana.


"huh, apa memang kita harus menunggu musuh menyerang?." Keluh Kaisar Balinda.


"hmm. kurasa tidak perlu, kita punya Vampire Xiao untuk jadi penunjuk jalan ke kita." Cetus Ahli strategi Sarpa.


"baiklah, lalu. kita tidak tahu jumlah total musuh, karena walaupun Vampire hidup berkelompok tapi mereka tak pernah bersama di saat yang sama. " Ujar Dewi Penyihir Caroline.


"tapi kupikir itu bagus juga. kita dapat menyerangnya dengan lebih mudah jika mereka terpisah." Cetus Jenderal Hasti.


"benar, tapi masalahnya vampire punya indera pencuiman yang tajam, apalagi Sang Noblese. dia pasti menyadari kehadiran kita jika kita membawa serta Xiao." Ujar Dewi Penyihir Caroline.


"benar juga. hmmm.... eh tapi kan kamu waktu itu bilang kalu Vampire adalag Bangsa yang memandang tinggi harga diri mereka bukan?." Ujar Kaisar Balinda pada Dewi Penyihir Caroline


"iya? trus?." Tanya Dewi Penyihir Caroline.


"jika begitu. aku kira mereka tak akan mengepung kita, tapi akan mengirim satu-persatun panglima mereka." Ujar Kaisar Hari.


"Benar juga. kemungkinannya 70% mereka akan melakukan itu. tapi kita tak bisa membawa banyak prajurit. karena akan ada kemungkinan mereka malah mengerahkan seluruh pasukan mereka, yang kita tak tahu jumlahnya." Ujar Ahli Strategi Sarpa Membenarkan Perkataan Kasiar Balinda.

__ADS_1


"hmm kalau sudah begini. maka siapa saja yang akan kesana?." Tanya Jenderal Hari.


"kupikir cukup, aku, Kak Hari,Kak Sarpa, dan dewi Penyihir Caroline." Cetus Jenderal Andaka.


"apa?. aku juga mau ikut." Ujar Kaisar Balinda.


"tidak, lebih baik kakak Balinda dan Kak Sarpa tinggal di sini dan mengawasi kekaisaran JALU. lagi pula kan kami ada Dewi Penyihir Caroline yang bisa mengirimkan kabar dari jarak jauh." Ujar Jenderal Andaka.


"Aku setuju dengan ide adik andaka. lagipula, kemampuan bertarung kita berdua dibawah Kak hari, kak Hasti, dan adik Andaka." Ujar Ahli Strategi Sarpa mendukung perkataan Jenderal Andaka.


"hmm. Baiklah. tapi kalian harus sering-sering mengirim kabar." ujar Kaisae Balinda dengan wajah Kecewa.


"Tentu saja, Kaisar Tampanku. aku akan mengabarimu jika aku merasa rindu padamu." Cetus Dewi Penyihir Caroline. mendengar hal ini, Wajah Kaisar Balinda memerah.


"ehem.. ayo kak Hari, kak Hasti, dik andaka kita keluar ruangan sebentar." Ujar Ahli Strategi Sarpa.


"iya tentu." Ujar Ahli Strategi Sarpa.


mereka pun meninggalkan Kaisar Balinda dan Dewi Penyihir Caroline berduaan.


Keesokan Harinya, Raja William tiba ke istana JALU. merek semua pun mempersiapkan semua kebutuhan. mulai dari makanan,pakaian, air, juga senjata yang bermatakan Perak.


Setelah sudah siap semua, Dewi Penyihir Caroline menyiapkan sihir Komunikasi dan telerportasi.


"orak udut orak silir. orak udut paru-paru orak smile." Dewi Penyihir sedang membacakan Mantra sihir komunikasi dan teleportasi.

__ADS_1


"sudah selesai memasang sihir komunikasinya, Dewi penyihir Caroline?." Tanya Kaisar Balinda.


"Iya, tapi aku bukan hanya memasang sihir komusnikasi tapi juga sihir teleportasi, kalau-kalau keadaan menjadi gawat maka kami dapat langsing kesini." Jelas Dewi Penyihir Caroline.


"wow, hebat sekali." Puji Kaisar Balinda.


"Iya, tapi aku hanya bisa berpindah ke tempat yang sudah ku pasangi jejak sihir."Sahut Dewi Penyihir Caroline.


"ha ha ha . itu sudah sangat hebat. dulu waktu menyatukan daratan ini, kami harus menempuh perjalanan yang lama dan membosankan. sekarang, semua jadi lebih mudah karena ada kakak ipar." Ujar Jenderal Hari.


"he he he. jangan terlalu memuji. sihir teleportasi sangatlah rumit dan membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk waktu persiapannya. maka dari itu, aku akan bergantung pada kalian semua saat waktunya tiba." Jelas Dewi Penyihir Caroline.


"ha ha ha. tenang saja, aku pasti akan melindungi kakak ipar dengan nyawaku. kalau nanti sampai terjadi apa-apa dengan kakak ipar, aku takut jika kak Balinda akan membunuhku nanti." Seru Jenderal Hari.


"ha ha ha. baiklah ayo berangkat." Aja Jenderal Hasti.


"hmm. hati-hati ya. aku tak mau terima kabar, hanya kabar baik saja yang aku terima." Ujar Kaisar Balinda.


Jenderal Hari,Jenderal Hasti,Jenderal Andka, Dewi penyihir Caroline dan Raja William pun berjalan sembali mengajungkan Jempolnya keatas, setelah mendengar kata-kata Balinda tadi.


"Hei, kenapa kaisar Balinda tak marah ketika Jenderal Hari menyebut Nona Caroline, kakak ipar?." Tanya Raja William dengan bisik-bisik kepada Jenderal Hasti.


"kamu masih terlalu muda, belum saatnya kamu memahami yang terjadu semalam." Sahut Jenderal Hasti.


Raja william yang masih muda pun hanya hisa menahan rasa penasarannya dalam hati.

__ADS_1


dengan begini, dimulailah perjalanan mereka ke utara demi membasmi Vampire dengan dipandu oleh Vampire Xiao.


__ADS_2