Nga

Nga
Awal Mula part 1


__ADS_3

Tak beberapa lama, mereka berlima pun sampai di sungai Beno. Kedatangan pangeran di sambut tangis prajurit di sana. 


“panjang umur Pangeran Balinda, Selamat ulang tahun.” Ucap seluruh prajurit yang di sana sembari menangis dengan suara yang membuat bulu kuduk berdiri.


“Hari ini, sebagai hari pertama di usiaku yang 17 tahun. sekaligus pengangkatanku sebagai putra mahkota, serta sebagai raja Kerajaan ADYATMA yang ke 5. Mari bersama ukir hari ini dalam sejarah sebagai hari runtuhnya kekuasaan para Kasim istana  yang keji, sebagai hari hancurnya kesengsaraan rakyat. UNTUK KERAJAAN ADYATMA.” Ucap pangeran dengan lantang dan penuh semangat.


“UNTUK KERJAAN ADYATMA, UNTUK KERJAAN ADYATMA, UNTUK KERJAAN ADYATMA.” Seru seluruh prajurit dengan suara keras sembari meneteskan air mata.


Pangeran Balinda bersama keempat orang yang ditemuinya di perjalanan, mempimpin 300 pasukan menuju istana, dengan tujuan membunuh seluruh kasim yang zalim.

__ADS_1


Di istana para Kasim sudah menduga rencana pangeran tersebut dan menyiapkan 1000 pasukan di istana dan dipimpin oleh 10 jendral korup yang memihak kepada para kasim. Kesepuluh jenderal tersebut adalah jenderal Ananta, jenderal Candra, jenderal Damianto, jenderal Darun, Jenderal Emi, jenderal Gama, jenderal Gatra, jenderal Harsa, jenderal Lalita, serta jenderal Paryanto.


Tepat tengah hari Pangeran Balinda dan 300 pasukannya sampai di istana. Mereka mendobrak masuk ke dalam istana dengan dipimpin oleh pangeran Balinda di depan dan diikuti oleh Sarpa dan hari di kanan, dan di kiri ada Hasti dan Andaka. 


Di  Taman Istana mereka di hadang oleh 900 pasukan yang dipimpin oleh ke sepuluh jenderal. 4 jenderal langsung maju dan mencoba mengepung pangeran Balinda, yang saat itu adalah orang yang paling depan.


Keenam jenderal lainya terkejut lalu mundur ke belakang guna mengatur strategi, dan semangat serta nyali 900 pasukan seketika surut. 


“ pangeran, ini adalah saat yang tepat untuk mendobrak masuk ke dalam ruang utama, karena saat ini moral, semangat, serta nyali pasukan lawan sedang turun. Walaupun kita kalah jauh dalam jumlah, tetapi kita unggul dalam mental dan moral.” Usul sarpa kepada pangeran.

__ADS_1


Pangeran mendengar yang dikatakan Sarpa, seketika mengangkat pedang ke atas dan menurunkan pedangnya sembari berteriak. “AKHIR DARI KEBATILAN.” Langsung maju ke arah 900 pasukan musuh dan diikuti oleh 4 orang teman seperjalanan dan juga 300 pasukan di belakangnya.


Pertumpahan darah pun  terjadi di Taman Istana kerajaan ADYATMA untuk pertama kalinya dalam sejarah kerajaan tersebut. Hari, Hasti dan Andaka seperti trisula, mereka merengsek maju ke dalam 900 pasukan musuh, dan membunuh banyak sekali pasukan pemberontak para Kasim. Dan diikuti oleh Pangeran Balinda bersama dengan Sarpa yang mendukung dan memperkokoh pergerakan Brutal dari tiga trisula pasukan Pangeran Balinda.


“ pangeran Masuk saja dulu ke dalam Istana, biar yang di sini jadi urusan kami.” Ujar para pasukan.


“baiklah, aku berjanji akan keluar dengan kepala seluruh kasim yang keji itu.” Teriak pangeran.


“hidup Pangeran Mahkota Balinda.” Teriak para prajurit dengan penuh semangat

__ADS_1


__ADS_2