Nikah Settingan

Nikah Settingan
Gosip


__ADS_3

"Jennifer menambahkan anda kedalam grup."


Sebuah notifikasi diterima oleh Cassandra di laman WhatsApp miliknya. Baik Cassandra maupun Jennifer, keduanya merupakan dua dari beberapa anak yang pernah membully Maya semasa di sekolah dulu.


"Grup apaan nih?"


Cassandra mengetik pesan pertamanya. Tak lama Jennifer mengundang gadis-gadis lain yang juga pernah membully Maya.


"Wkwkwk, nama grupnya." Bianca turut mengetik pesan.


Cassandra menyadari jika nama grup tersebut adalah "Nur Sok Ngartis." Yang mana grup itu sudah dipastikan adalah wadah untuk membahas sekaligus membully Maya.


Sebab sampai sekarang mereka masih sangat dendam terhadap tiktokers yang sedang naik daun tersebut.


Betapa tidak. Cassandra dan Jennifer serta teman-temannya yang lain, boleh jadi memiliki nama lebih bagus dari Maya. Namun look mereka sangat jauh bila dibandingkan dengan gadis itu.


Maya itu sepintas seperti gadis blasteran, meski sampai sekarang tak ada yang tau mengenai siapa ayah kandungnya. Hanya namanya saja yang terdengar udik.


Sedangkan Cassandra, Jennifer, dan teman-temannya adalah sebuah tampilan glow up yang sangat dipaksakan. Bahkan beberapa diantaranya sudah menjalani prosedur tanam benang di hidung demi membuatnya terlihat lebih mancung.


Ada pula yang bahkan suntik filler di dagu, demi mendapatkan dagu yang seragam dengan artis-artis jaman sekarang.


Padahal kala prosedur itu berlangsung mereka masih sekolah, meski telah berusia 17 tahun. Seharusnya kalaupun itu mau dilakukan, mereka hendaklah menunggu hingga sekolah tamat atau selesai terlebih dahulu.


Sebab itu berdampak besar dan membuat kehebohan diantara para siswa-siswi yang lainnya.


Namun Cassandra, Jennifer, dan kawan-kawan beralasan ingin glow up seperti selebgram, dan memiliki tampilan bibir seksi bak Kylie Jenner. Meski hasil yang didapat justru mirip dengan Barbie yang bibirnya di sengat lebah.


Mereka juga suka berdandan full makeup dan bergaya sok fashionable. Sejatinya Maya tak pernah mengusik, karena glow up adalah hak setiap perempuan yang menginginkannya.


Namun parahnya mereka membully dan mengintimidasi Maya. Lantaran Maya dianggap memiliki kecantikan paling natural diantara gadis lain di sekolah.


Banyak cowok-cowok populer yang menyukai Maya. Maka dari itu Cassandra and the gang sangat-sangat murka.


Dan lagi Maya termasuk salah satu siswa pintar yang mengantongi segudang prestasi. Baik dibilang akademik, olahraga, maupun ekstrakurikuler. Tentu saja hal tersebut menjadikan mereka semakin bertambah iri.


"Ting."

__ADS_1


Foto Maya saat pergi ke stasiun tv pun di posting di grup. Ada saja salah satu dari mereka yang sampai rela membuntuti Maya demi mengambil foto tersebut.


Mereka mengetahui Maya akan masuk televisi lantaran Maya sempat mengunggah insta story. Proses syutingnya pun sempat ia abadikan sedikit, dan ikut di repost juga di halaman akun sosial media itu.


"Eh itu kan blazer sekolah kita." ujar Cassandra mengomentari tayangan yang diambil dari insta story Maya.


"Ember." jawab Jennifer.


"Wuakakakak."


"Wuakakakak."


"Anjir, wkwkwk."


Mereka semua mentertawakan Maya di grup tersebut. Padahal sejatinya gaya mereka pun tak lebih bagus dari apa yang mereka tertawakan. Mereka hanya over percaya diri dan merasa jika mereka paling oke diantara yang lain.


Jennifer contohnya. Ia sering memakai tas branded, padahal itu adalah KW super 1:1. Ia sampai rela mengeluarkan kocek jutaan demi membeli tas tersebut.


Kebetulan ibunya adalah seorang rentenir. Jadi untuk tas seharga 1-3 juta meskipun KW, ia punya. Padahal jika dia cukup pintar, banyak tas branded yang berada di range harga 1-3 jutaan.


Tapi ia malu memakainya, ia ingin terlihat memakai brand yang seharga lima puluh jutaan ke atas meskipun itu bukan barang asli.


Sebuah anggapan yang sangat salah di kalangan para anak muda, yang kebelet ingin dianggap sosialita.


Teman-teman Jennifer seperti Cassandra dan yang lainnya juga sama seperti itu. Mereka kerapkali membandingkan penampilan mereka dengan Maya yang sering tampil apa adanya.


Maya tidak pernah malu hanya memakai Tote bag ke sekolah. Atau hanya menggunakan bedak dan lip gloss seharga 20-50ribuan.


Tetapi dengan begitu ia tetap di puja-puji, karena memang ia sudah cantik dari lahir. Hal tersebutlah yang membuat dirinya menjadi ancaman berbahaya di sekolah.


"Nur miskin amat, pake blazer aja blazer sekolah." ucap Cassandra di grup.


"Nggak punya duit say, bapaknya driver ojol. Mana ngontrak, emaknya buruh cuci pula." yang lainnya menjawab.


"Wkwkwkwk."


"Miskin banyak gaya."

__ADS_1


Salah satu diantara mereka nyeletuk.


"Wkwkwkwk."


"Jadi nggak sabar pengen nonton tayangannya di YouTube. Pengen banget gue komen masalah blazer ini biar malu." ujar Jennifer lagi.


"Yoi, biar kena mental."


"Hahaha."


Lagi-lagi yang lainnya nyeletuk, dan mereka pun terus menghabiskan waktu berharga mereka demi mengurusi hidup Maya.


Sementara Maya sendiri kini mempersiapkan diri untuk acara selanjutnya. Ia mulai membongkar kembali lemari, dan mencari apa yang bisa ia pakai.


Jeans dan kaos tak apa memakai yang sama. Ia sedang melihat-lihat, kalau-kalau ada yang bisa ia jadikan outer.


***


Di suatu tempat.


Seorang laki-laki sukses dengan mobil super mewah yang dikendarainya. Tampak berhenti dan turun di sebuah jalan di dekat dermaga kecil.


Ia lalu berjalan cukup jauh. Ke tempat dimana terdapat sebuah resort yang menjorok ke pantai. Pria itu menemui seorang wanita bergaun merah panjang yang tiada lain adalah Monica, mantan istri Xander.


Mereka tampak saling menyapa, berbicara, lalu si pria berjongkok dihadapan Monica seraya membuka sebuah kotak kecil, yang ternyata berisi cincin.


Si Pria kembali berbicara, lalu Monica seperti terharu dan mengangguk. Tak lama cincin itu pun di sematkan di jari manisnya dan keduanya saling berpelukan.


Terpaan angin menerbangkan bagian bawah dress Monica. Hingga terbentuklah sebuah siluet warna merah di hadapan matahari yang mulai terbenam. Keduanya sama-sama tersenyum, lalu saling berciuman.


Pada saat yang bersamaan Xander tengah meminum segelas air, dan secara serta merta gelas itu terjatuh dari tangannya. Ia kaget, sebab merasa seperti terlepas begitu saja.


Ia lalu duduk di kursi meja makan dengan jantung yang berdegup kencang. Matanya kini tertuju pada foto pernikahan yang masih ia pajang di salah satu sudut dinding.


Ia masih berpegang teguh pada janjinya. Bahwa ia akan memperbaiki diri, memperbaiki keuangan, demi membawa Monica untuk kembali ke rumah itu. Sebab ia percaya jika semua ini adalah salahnya.


Xander terus menatap foto itu, hingga tanpa ia sadari jika kini Nikolas masuk dan mendapati pecahan gelas yang berserakan.

__ADS_1


Nikolas hendak memberitahukan sebuah kabar yang sangat mengejutkan. Namun demi melihat kondisi Xander saat itu, ia pun jadi tak tega dan mengurungkan niatnya.


__ADS_2