Nikah Settingan

Nikah Settingan
Dina Yellow


__ADS_3

Xander duduk diam dan hampir saja membeku ditempatnya. Pasalnya kini sang manager Nikolas alias Nik membawanya bertemu dengan Dina Yellow. Selebgram yang akan menjalani gimmick bersamanya.


Meski telah sepakat untuk menempuh jalur instan tersebut, namun tetap saja Xander merasa aneh. Apalagi melihat Dina Yellow yang over percaya diri serta langsung sok akrab dan gelendotan pada dirinya. Hal itu membuat Xander benar-benar merasa cringe.


"Nah pokoknya ini gimmick bakalan berjalan mulai besok."


Mak Nay yang juga tergabung di tengah-tengah mereka, kini ikut berbicara.


"Sponsor mau membayar dua ratus juta." ucap mak Nay lagi.


Tentu saja Nik senang mendengar semua itu. Bukan senang karena dirinya akan kecipratan, tetapi senang bahwa ada sumber uang yang akan membantu kesulitan Xander.


Meski diawal ini mereka hanya mendapat sejumlah itu, tetapi kedepannya nanti pasti akan bertambah. Apalagi jika gimmick ini berhasil dan nama Xander kembali berada di puncak ketenaran. Cuan akan lebih mengalir dengan deras.


"Hai, bestie."


Dina Yellow tiba-tiba live Instagram. Dalam beberapa detik ada beberapa orang yang mulai masuk ke dalam live tersebut dan menyaksikan dirinya.


"Lah si Dina Kuning muncul lagi?"


Terlihat ada netizen yang memberi komentar.


"Hallo bestie, jumpa lagi dengan aku Dina Mardina. Thaaaank You."


Dina Yellow memberikan finger heart.


"Lah, dia muncul lagi anjay. Wkwkwkwk."


"Njir Dina Yellow."


Komentar demi komentar terus bermunculan. Dan penonton live Instagram Dina Yellow kini bertambah banyak.


Sementara kegiatan itu berlangsung, Xander sudah menunjukkan muka bosannya terhadap suasana yang ada. Ia juga bingung mesti berbuat apa saat ini.


Ia membenci rencana yang sudah terlanjur ia sepakati dan juga tempat ini. Gelagat tersebut dapat dilihat jelas oleh Nik. Sebab manager itu telah bersama dengan Xander selama bertahun-tahun. Ia tau jika sedikit saja teman sekaligus aktor asuhannya itu mengalami perubahan mood.

__ADS_1


"Din, lo lagi sama siapa?"


Dina Yellow membacakan salah satu komentar yang masuk.


"Mau tau banget nih bestie, aku lagi sama siapa?" tanya nya pada netizen.


"Nih!"


Dina mengangkat handphone dan memperlihatkan wajah Xander sekilas. Xander sendiri kaget dan hendak marah saat itu juga, namun kemudian mak Nay dan Nik menahannya.


"Itu bagian dari gimmick, Xan. Biar ada kayak berita heboh gitu." ujar Nik kemudian.


Xander menghela nafas, lau beranjak.


"Terserah deh." ujarnya seraya berlalu.


Mau tidak mau Nik pun kini harus mengikuti.


"Sorry mak Nay, Xander tuh emang gitu kalau di tempat beginian. Dia gampang badmood, introvert soalnya." ucap Nik beralasan.


"Oh oke deh."


"Xan, bro."


Nik berhasil menyusul dirinya. Namun saat ini Xander sudah masuk ke mobil dan mau tidak mau Nik pun jadi ikut masuk.


"Gue nggak jadi aja deh, gue takut jadi bahan tertawaan Monica dan Gilbert. Juga orang-orang yang nggak suka sama gue. Kalau sampai mereka ngeliat gue gimmick sama itu cewek. Liat aja tampilannya begitu, mirip ikan pari." ujar Xander kemudian.


"Udah gitu over percaya diri dan sok cantik lagi." sambung pria itu.


"Ya, lo sabar dulu!. Ngapain lo mesti malu segala sama manusia model Monica dan Gilbert?. Ini ladang lo untuk cari cuan, bro."


"Cuan sih cuan. Tapi gue malu, anjir. Masa gue dengan spek kayak gini gimmick sama cewek yang modelnya kayak begitu. Kalau cakep mah, okelah. Nggak malu-malu banget buat gue."


"Justru kalau lo gimmick sama makhluk yang modelnya kayak cumi-cumi gitu, bakalan cepet naik bro. Karena netizen tuh suka dengan segala sesuatu yang bisa mereka kata-katain. Itu cewek memiliki segala potensi untuk membuat orang meledek dia. Nama lo bakalan cepat naik lagi." ujar Nik panjang lebar.

__ADS_1


"Dan kalau nama lo udah ada lagi di puncak, tinggal udahin aja gimmicknya. Beres!" lanjutnya kemudian.


Xander diam dan menarik nafasnya agak dalam kali ini.


"Lo itu masih menyerahkan diri lo ke dalam ego dan gengsi yang tinggi. Makanya lo banyakan malunya. Lo merasa diri lo tuh ekslusif. Padahal dalam keadaan genting kayak gini, harusnya lo mengesampingkan semua itu. Ada perusahaan bokap lo yang udah lo hancurkan dan harus lo bangun kembali gantinya." ujar Nik.


Xander makin tenggelam dalam diam. Kata-kata terakhir Nik itu benar-benar menusuk di telinga dan benaknya. Ia telah menyebabkan perusahaan ayahnya hancur dan ia harus bertanggung jawab.


"Ngerti kan sekarang?. Ngerti dong, masa nggak ngerti." ujar Nik lagi.


Manager Xander itu seakan hendak membuka hati dan pandangan Xander seluas-luasnya. Agar ia membuang ego di dalam dirinya dan tak lagi mengedepankan gengsi dalam mencari uang.


Toh penghasilan dari gimmick ini bukan seribu-dua ribu melainkan ratusan juta. Kenapa masih begitu bodoh memikirkan gengsi.


Toh jika sudah kembali kaya dan terkenal, semua yang dilalui bisa saja dilupakan oleh semua orang. Sebab netizen hanya berorientasi kepada hasil bukan proses.


Ketika pundi-pundi telah berhasil kembali diraih nanti, bisa jadi proses gimmick ini tidak akan lagi diingat oleh siapapun. Seiring dengan berjalannya waktu, semua bisa memudar. Meski ada istilah jejak digital tak akan pernah hilang.


Tetapi jejak yang ditinggalkan itu hanya sekedar bergimmick belaka dan tidak merugikan orang lain.


Xander tak lagi mendebat Nik pada akhirnya. Ia hanya mengemudikan kendaraan dalam mode diam. Sementara Nik mengirim pesan dan meminta maaf pada mak Nay, karena pertemuan mereka hari ini tidak bisa di lanjutkan.


"Nggak apa-apa beb, toh juga nanti proses gimmick ini akan masuk ke rumor dulu. Baru nanti masuk ke pengungkapan fakta-fakta. Ketika rumor itu nanti telah berhasil." ujar mak Nay menjelaskan.


"Oh, ya udah mak. Sorry banget ya, ntar lain kali nggak akan gini lagi koq."


"Iya nggak apa-apa say, santai aja." balas mak Nay.


Nik menyudahi obrolan tersebut, sementara mobil terus melaju.


***


"Nih, ini dia motornya."


Heri Bopeng teman satu tongkrongan Martin mengeluarkan motor atau lebih tepatnya bangkai motor. Tentu saja gunanya adalah untuk keperluan membuat kecelakaan bohongan. Sesuai apa yang telah direncanakan Martin sebelumnya.

__ADS_1


Motor yang diberikan Heri merupakan motor bekas kecelakaan, yang sejatinya ia beli murah agar bisa di modifikasi. Namun karena belum memiliki uang, maka motor itu ia simpan di dalam gudang.


Kini motor tersebut dikeluarkan untuk menjalankan aksi yang akan segera di laksanakan oleh Martin. Ia akan berpura-pura mengalami kecelakaan demi mendapat perhatian dan uang dari Maya.


__ADS_2