
"Erik, gimana Rik soal gosip yang beredar antara kamu dan juga Maysa."
Salah seroang awak media infotainment diiringi awak media lainnya bertanya pada Erik Tornado, yang baru saja keluar dari sebuah stasiun televisi.
Xander yang tengah berada di apartemen tanpa sengaja membuka channel televisi dan melihat acara tersebut.
"Aaa, saya no comment ya." ucap Erik sambil tertawa.
Ekspresi wajahnya benar-benar mengundang kecurigaan bagi siapapun netizen kepo yang menonton. Sementara para awak media infotainment rata-rata sudah mengetahui sebuah pemberitaan itu benar atau tidak.
Bahkan ada yang menawari beberapa artis atau selebgram, mengenai mau tidaknya mereka di beritakan dan di gosipkan. Ini kerap terjadi di dunia tersebut. Erik sendiri sebagai YouTuber dan selebgram, sering mendapat tawaran seperti itu.
Sebelum dengan Maya saja, ia sempat digosipkan dengan beberapa pemain sinetron dan juga sesama selebgram. Itu ditawari langsung oleh awak media, terutama awak media berita online dan akun lambe.
Itu pula lah yang menjadikan Erik menjadi YouTuber dengan subscriber jutaan, padahal kontennya sangat tidak penting sama sekali.
Karena sekali lagi penyakit netizen negara ini adalah, penting tak penting asal heboh. Kemudian mereka akan berbondong-bondong memfollow atau menjadi subscriber dari orang tersebut.
"Sudah berapa lama kenal Maysa, Rik?" tanya awak media yang lainnya lagi.
Ia bertanya dan merekam Erik dengan menggunakan handphone, bisa dipastikan bahwa itu adalah admin salah satu akun lambe.
Sebab admin akun lambe, memang lebih banyak menggunakan handphone, demi alasan kepraktisan. Tinggal rekam dan langsung upload ke sosial media.
"Kalau kenal sih, baru. Di kenalin temen." jawab Erik.
"Tapi kalau hubungan?" tanya awak media itu lagi.
"Ya, itu rahasia." ujar Erik sambil tertawa.
Kemudian pemberitaan dilanjutkan dengan menampilkan foto candid mereka berdua, dan penayangan tiktok Maya yang tengah berjoget-joget.
Xander sendiri mengerutkan kening. Ia merasa pernah bertemu dengan Tiktokers tersebut tapi dimana.
Ia terus menonton, sampai kemudian acara infotainment itu menampilkan video tiktok Maya, yang tengah berjoget di pinggir jalan.
Maka Xander pun seketika teringat, bahwa gadis itu yang hampir saja tertabrak olehnya. Lantaran posisi joget Maya sudah lewat garis putih di pinggir jalan.
"Apaan sih, gosip murahan kayak gini di beritakan. Media dari dulu nggak pernah berubah. Selalu memberitakan orang-orang yang nggak ada prestasinya." ucap Xander.
__ADS_1
Nikolas yang ada ditempat itu dan tengah membuat kopi di kitchen set pun tertawa.
"Jaman sekarang orang yang terkenal dengan cara apapun itu, dianggap prestasi bro. Subscriber jutaan, walau konten lo sampah juga tetap dianggap prestasi." ujar Nik.
"Acara-acara gosip dan TV juga lebih suka ngundang yang modelnya kayak begitu. Karena siapapun yang lagi heboh, disitulah mata netizen tertuju. Acara TV jadi naik tinggi ratingnya, karena banyak yang nonton."
Xander menarik sudut bibirnya, lalu mereguk kopi yang ada di atas meja. Ia telah membuatnya sejak tadi. Sengaja untuk sambil menonton televisi.
Tapi ternyata televisi pun tak semua acaranya menarik untuk dilihat. Semuanya berlomba-lomba mengundang orang yang tengah viral di sosial media.
Xander kemudian beralih ke YouTube. Disana lebih baik karena bisa memilih tontonan apa yang mau kita saksikan. Ia pun memilih channel YouTube konservasi hewan yang ada di sebuah daerah.
"Sekarang subscribernya udah lumayan banyak ya."
Xander mengomentari channel si pendiri balai konservasi itu.
"Iya, sejak anaknya gede dan menarik perhatian netizen." ujar Nik.
"Makanya banyak yang pada subscriber ke channel mereka, udah banyak yang suka ikut donasi juga di yayasan konservasi mereka. Dulu mah boro-boro. Waktu bapaknya masih di undang ke acara TV, sedikit banget orang kita yang mau menoleh dan peduli sama orang-orang yang memperhatikan lingkungan kayak mereka." lanjutnya lagi.
"Setelah anaknya gede dan good looking, pada ketar-ketir?" tanya Xander.
"Baru bisa menghargai usaha orang, ketika ada yang menarik perhatian mereka aja. Kalau nggak, ya nggak. Padahal yang keluarga mereka lakukan itu ya untuk negri ini. Untuk menjaga kelestarian hewan-hewan yang dilindungi." lanjutnya lagi.
Xander mengangguk-anggukan kepalanya.
"Makanya gue bilang, lo kan masih good looking nih. Lo coba aja gimmick sama siapa gitu. Biar netizen langsung memberi perhatian dan nama lo seketika naik melesat dan meroket lagi."
Xander tertawa kali ini.
"Terus gue kayak si Tornado tadi, bikin-bikin klarifikasi gitu?" tanya Xander.
"Ya mau gimana lagi, mekanismenya harus seperti itu sekarang." ujar Nik.
"Gue yakin nama lo bakalan cepet naik koq. Nggak dalam hitungan minggu pasti heboh. Caranya ya, cari calon pasangan gimmick yang lagi heboh juga." Lanjut pria itu lagi.
Xander kembali mereguk kopinya.
"Aduh nggak deh, malu gue. Masa iya aktor sebesar gue muncul-muncul gimmick. Kecuali kalau gue emang nggak punya nama dari awal."
__ADS_1
"Ya terserah elo sih, gue cuma menyarankan aja. Kalau mau cepat ya gitu caranya. Masalahnya sekarang orang TV dan Production House itu banyak pertimbangan."
"Gue ada diundang salah satu petinggi Production House kan, untuk membicarakan film baru?"
Xander bertanya pada Nik.
"Iya, ada. Mudah-mudahan ini nanti deal." ucap Nik lagi.
Xander lalu menyudahi percakapan dan lanjut nonton YouTube. Sedang Nik beralih ke balkon untuk merokok.
***
"May, ini si Erik di TV nih."
Ibu Maya heboh, sebab ia sudah diberitahu Maya perihal gimmick yang tengah anaknya jalani dengan YouTuber tersebut.
"Mana bu?"
Maya yang tengah menggoreng tahu di dapur itu mendekat dengan tergopoh-gopoh. Matanya kini tertuju pada televisi. Tepatnya ke sebuah acara infotainment yang memberitakan tentang dirinya dan juga Erik.
Maya senyum-senyum sendiri. Kini dirinya perlahan jadi buah bibir di media. Ia telah merasakan bagaimana rasanya jadi artis yang di gosipkan. Sungguh perasannya sangat campur aduk. Antara senang, antusias, gugup dan ingin meloncat-loncat rasanya.
"Nah ntar itu wartawan bakalan nanyain elu juga kagak May?" tanya ibunya.
"Iya bu, udah ada jadwalnya koq." jawab Maya.
"Oh, udeh di setting gitu?" tanya ibunya lagi.
"Iye, ntar tunggu aja. Maya pasti nongol juga di berita kayak gini. Bakalan di wawancarai juga sama mereka."
"Terus lu bakal jawab apa?"
"Udah ada semua settingan jawabannya, bu. Udah disiapkan sama team. Tinggal improvisasi aja sedikit." ujar Maya.
"Oh gitu ye?"
"Iya, tapi ibu jangan bilang-bilang ke orang kalau itu settingan. Maya udah bilang ke bapak sama Indra juga. Ibu kalau ditanya orang, bilang aja urusan anak muda ya biarlah jadi urusan anak muda. Gitu aja bu, jawabnya." tukas Maya lagi.
"Oh iya, iya, iya." Ibu Maya mengangguk-anggukan kepalanya.
__ADS_1